0.5

2.4K 468 126
                                        

Pernikahan kali ini benar-benar meriah, banyak sekali sanak keluarga dan rekan-rekan yang datang mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu.

Wajah mempelai pria serta wanitanya sangat bahagia tatkala hubungan mereka akhirnya terikat dalam sebuah janji suci.

Senyum yang jelas terukir di wajah pria benar benar membuat Sang Wanita menangis terharu saat ia melingkarkan cincin di jari manisnya.

Cincin putih itu terukir cantik di jari Ha Na yang menujukkan ukiran nama Min Yoongi dengan indah

'... Saya berjanji, saya akan mendampingimu selama-lamanya, Min Yoongi..."


Brak


"Bangun woi! Tidur mulu!" ucap gadis itu yang serentak membangunkan Yoongi dari rentetan mimpi indahnya di siang hari. Ah, siapa lagi kalau bukan Ha Na, si Ketua Kelas yang ambisius memajukan kelasnya dengan disiplin yang sangat ketat,

Atau bisa disebut menyebalkan--mungkin itu lebih tepat.

Model orang seperti ini benar benar membuat Yoongi muak, untuk apa lagi, sih, ia mengikuti semua perintah gadis itu? Ugh, kalau bukan bicara perasaan, mana mau Yoongi terbangun saat itu juga.

"Iya, iya, paham," tukas Yoongi cuek dan kembali meletakkan wajahnya di atas meja kayu itu.

"Min Yoongi!" jewer anak gadis itu sampai benar benar Yoongi kembali mengangkat wajahnya dan menatap matanya.

"Iya elah,"

"Lagian, ini juga udah jam istirahat Han," ucap Yoongi malas.

"Ya, tapi tadi gue liat lo tidur di pelajaran ketiga!" ugh, kali ini gadis itu benar-benar cari mati--secara tidak langsung, dia meminta disemprot Yoongi dengan bahasa kasarnya.

"Hnghhh"

"Gak gue anterin juga lo ntar sore."

Kali ini, kesabaran Yoongi benar benar habis. Dipikirnya, siapa, sih, yang berani menganggu hobinya untuk tidur di siang hari? Walau Ha Na sekalipun.

Gadis itu tak berkutik ketika diancam Yoongi, ia lebih memilih untuk pergi dan meninggalkan Yoongi dikelas sendirian.


"Kalo bukan karena cinta, lu udah gue makan, kali, Han," celetuk Yoongi yang memilih untuk keluar mencari udara segar karena tidur siang nya telah sukses diganggu.

.

Pergi keatas rooftop memang pilihan yang cocok bagi Yoongi kali ini. Menghirup udara siang dan melamun, entah ... tapi kali ini, Yoongi benar-benar ingin menyendiri dari dunia luar. Ia asyik dalam pikirannya sendiri. Hm, berharap Jimin datang kesini, mungkin?

Ah, merasa bersalah Yoongi telah menyindirnya tadi pagi. Bukan tanpa maksud memojokkan Jimin, ia merasa malu apabila membicarakan Ha Na dengan Namjoon, apalagi di ketahui Jimin.

Tapi, bukankah Yoongi telah berkomitmen untuk tetap menghargai perasaan Jimin sedikit saja?

Bukankah Yoongi memahami bahwa sejak dari malam itu, hatinya tak lagi memandang Ha Na sebagai sesosok yang sepenuhnya sempurna?

HANTU - [YOONMIN] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang