Hari ini Frista memasuki gerbang sekolah dengan senyum yang mengembang. Hanya ada satu alasan mengapa ia menjadi sebegitu bahagianya. Basket.
Kecintaannya pada basket bermula saat umurnya 10 tahun. Di hari ulang tahunnya yang ke 10, ayahnya memberikannya sebuah bola basket karena bonekanya sudah terlalu banyak. Dan sejak itu, bola basket menjadi 'mainan' favoritnya. Dan sejak itu pula sore harinya ia habiskan di lapangan basket dekat rumahnya.
Frista melangkah dengan anthusias memasuki ruangan yang bertuliskan X IPA 8. Dilihatnya Putri sedang berbincang-bincang dengan Findy, Syifa, dan Ellen. Tanpa pikir panjang Frista langsung ikutan nimbrung.
"Lagi bahas apa nih?"
"Eh eh, Ris. Kalo cowok idaman lo kayak gimana?" Tanya Findy.
Frista sedikit tertarik dengan topik itu, "Mmm.. gue suka sama cowok yang lebih tinggi dari gue, jago main basket, nggak pake kaca mata, nggak pake behel, apa lagi ya" Frista terlihat menimbang-nimbang sambil memandang langit-langit kelas.
"Giliran gue dong" sahut Putri. "Gue suka sama cowok yang pake jam tangan, terus rambutnya yang klimis gitu, gue juga suka cowok drummer. Terus --"
"Gantian gue. Mmm.. gue suka cowok yang...." Syifa terlihat menimbang-nimbang setelah memotong ucapan Putri.
"Woi woi.. Bu Wahyu otw.. Bu Wahyu otw" sahut para laki-laki dan mulai duduk di kursinya masing-masing.
"Lah gue belom aja ngomong" dumel Syifa. Yang lainnya hanya terkekeh.
Biologi adalah salah satu mapel yang dimasukkan dalam daftar mapel favorit oleh Frista. Hari ini agenda mereka hanya mengerjakan soal. Ditengah-tengah kegiatan mengerjakan soalnya, Frista merasakan perutnya bergejolak. Dia memijit-mijit perutnya sebentar.
"Kenapa, Ris" tanya Putri yang merupakan teman sebangkunya
"Perut gue gak enak nih. Gue mau ke kamar mandi aja deh" ujarnya lalu beranjak meminta ijin pada Bu Wahyu yang mengisi kelas.
Sesampainya di kamar mandi ternyata dugaan Frista benar. Datang bulan.
"Duh.. mampus gue" Yang membuatnya panik adalah dia tidak membawa itu.. ya kalian tau lah.
Cepat-cepat ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
Frista Kirana : Put
Frista Kirana : PUTT
Frista Kirana : Buruan baca
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : P
Frista Kirana : Putroooo
Frista Kirana : anjir typo
Frista Kirana : Putriiii
Frista Kirana : nyet-_-
Frista Kirana : baca buruann
Putri : Hp gw gtr trs-_-
Putri : Paan?
Frista Kirana : gue dapet :(
Frista Kirana : beliin pempes cewek :(
Putri : Gw g blh klr sblm lo blik bego
Frista Kirana : terus ini nasib gue gimana :"""""
Putri : Nkmtn j. istrht splh mnt lg. bntr lg. tnggu j. Ntr kl udh bl gw lngsng k kprs bl pmps bwt lo.
Frista Kirana : lo bilang apa.-.
Frista Kirana : gue gapaham. jangan disingkat"
*read*
"Lah cuma dibaca." Frista menghembuskan nafasnya kasar. Dan disinilah dia. Beruntung dia membawa handphone. Sembari menunggu jam istirahat Frista mendekam di kamar mandi sambil melantunkan doa berharap agar makhluk tak kasat mata penunggu kamar mandi tak mengganggu dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Admirer
Teen FictionDear Admirer, Terima kasih telah mengenalkanku pada rindu. Rindu tak sesederhana yang kukira. Dia mengajariku banyak hal. Harus kuakui rindu terkadang menyebalkan, membuatku terjaga setiap malam karena dia membuatku selalu memikirkanmu. Kau tahu, de...
