Pagi itu Devian dan Sasha tengah berjalan menuju tempat bekerja nya
Tempat yang selama ini mereka rintis dari awal, tempat yang berbentuk gedung menjulang tinggi seperti mencakar langit
Gedung yang selama ini mereka rintis dengan susah payah dengan suka dan duka yang tak luput menghiasi perjalanan mereka berduaDevian kini menjelma menjadi seorang pria yang sangat tampan dan membuat kaum hawa mana pun pasti akan terpesona melihat ketampanan yang terpancar dari wajah Devian
Dengan setelan kemeja berwarna merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan dengan kemeja yang di gulung sampai sikut nya membuat kadar ketampanan Devian semakin meningkat
Jas hitam yang selalu ia tenteng dan akan membuat nya terlihat sangat berwibawa saat di pakai nyaSasha yang selalu mendampingi Devian kemana pun Devian pergi Sasha selalu berada di samping nya
Selain status Sasha yang menjadi sebagai istri nya Sasha pun menjadi sekertaris pribadinya Devian
Semua pekerjaan Devian pasti akan selalu di bantu oleh Sasha🍃🍃🍃🍃
Di perusahaan tempatnya bekerja tidak banyak yang mengetahui jika Sasha dan Devian sudah menikah
Bahkan hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya
Mereka berdua sengaja merahasiakan jika mereka berdua telah menikahSiang ini Devian dan Sasha baru saja selesai meeting dan akan beranjak mencari restoran untuk makan siang bersama
Restoran yang menjadi salah satu tempat favorite mereka berdua selama tinggal di Belanda ini
Sasha dan Devian memasuki restoran tersebut dan duduk di bangku yang masih kosong dan lumayan dekat dengan jendela sehingga dapat dengan jelas melihat pemandangan yang tersaji di depan restoran tersebut
Meskipun saat ini cuaca sedang dingin-dingin nya namun tak membuat Sasha alergi seperti saat Sasha pertama kali menginjakan kaki di Belanda
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Devian pada Sasha
"Samain aja sama kamu" ucap Sasha singkat
Tak lama Devian pun memanggil seorang pelayan dan segera memesan makanan untuk mereka berdua
Sedangkan disudut lain terlihat seorang pria dengan menggunakan hoodie hitam dan topi hitam tengah memperhatikan setiap gerak yang mereka lakukan
Tatapan yang di lontarkan oleh laki-laki tersebut penuh dengan ketidak sukaan bahkan bisa di katakan tatapan kebencian
Pria tersebut tak sedetikpun melewatkan memperhatikan Sasha maupun Devian
"Sayang, aku ke kamar mandi dulu ya" ucap Sasha pada Devian
"Jangan lama-lama, nanti aku kangen" ucap Devian dengan mengerlingkan sebelah matanya
Sasha memutarkan kedua bola matanya
"Diih, padahal tiap hari juga ketemu" jawab Sasha dan mulai beranjak ingin meninggalkan DevianNamun tangan Sasha di cekal oleh Devian membuat Sasha langsung menoleh dan memperhatikan Devian
"Hati-hati ya, atau mau aku anterin?" Ucap DevianSasha menghembuskan nafas nya secara kasar
"Tibang ke kamar mandi doang Dev astaga" keluh SashaSelama ini Devian berubah menjadi seorang suami yang protectif
Devian sudah berjanji akan menjaga Sasha dan tidak akan membiarkan siapapun boleh menyakitinya"Ya kan aku gak bisa jauh dari kamu Sha, mangkanya aku anterin aja ya" ucap Devian
Sasha melepaskan paksa pegangan tangan Devian pada lengan nya
Sasha memegang kedua pipi Devian dengan kedua tangan nya
"Kamar mandi deket sayang, emang aku mau buang air kecilnya ke Afrika apa sampe harus di anterin segala?" Ucap SashaDevian hanya tersenyum menunjukan deretan giginya rapih dan membiarkan Sasha berlalu
Laki-laki yang semula memperhatikan Sasha dan Devian pun ikut beranjak untuk mengikuti Sasha
Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi Sasha pun bergegas untuk kembali menemui Devian
Namun tepat di depan pintu kamar mandi kaki Sasha tak sengaja menendang sebuah kotak berukuran kecil dan tertulis namanya
Di ambilnya kotak kecil tersebut oleh Sasha dengan keheranan Sasha pun mulai membuka kotak tersebut dan mengambil isi dari kotak tersebut
Betapa terkejutnya Sasha saat melihat kotak tersebut
Di lemparkan nya isi dari kotak tersebut dan Sasha pun segera pergi untuk menghampiri Devian yang sudah menunggunyaDengan wajah yang masih panik dan jantung yang berdebar karena merasa ketakutan
Wajah Sasha terlihat sangat pucat dan keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya membuat Devian terhera-heran melihat Sasha yang seperti itu"Kamu kenapa?" Tanya Devian pada Sasha yang baru saja kembali namun dengan penampilan yang sangat kusut
Sasha tak menjawab apa yang Devian tanyakan
Sasha hanya menunduk dan terlihat sangat ketakutan
Devian pun beranjak untuk mendekat pada Sasha dan memeluk Sasha guna menghilangkan sedikit rasa takut yang sedang ia hadapi"Kamu kenapa Sha? Cerita sama aku? Jangan bikin aku khawatir" ucap Devian dengan memeluk Sasha
Sasha semakin mengeratkan pelukan nya pada Devian
"Aku takut Dev" ucap Sasha dengan suara yang bergetar"Yaudah kita pulang sekarang" ucap Devian dan segera membawa Sasha pergi dari restoran tersebut
Disisi lain ada seseorang yang terlihat tersenyum penuh kemenangan melihat Sasha ketakutan seperti itu
"Permainan baru di mulai" ucap orang tersebut dan kemudian ikut pergi berlalu meninggalkan restoran itu**************
Hayyyyyyy aku balik lagi nih dengan cerita yang baru
Semoga kalian suka yaaaa dengan ceritaku yang sekarang
Ceritanya masih nyambung kok sama cerita aku yang sebelum nya jadii ya
Happy reading yaa 💕💕💕
Btw part nya masih pendek, mau lihat dulu masih banyak gak sih yang masih suka sama cerita yang aku buat..
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] After Everything
Novela Juvenil[Selesai] [Warning!] Sebelum membaca buku ini, disarankan untuk membaca Unimagined dahulu. ****** Devian Locko Ackerley Devian kini sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses dengan modal otak yang jenius, wajah yang semakin tampan membuat para ka...