3 - Fantasy-ku Sendiri

37 8 1
                                        

Aku sangat kasihan melihat tetangga baru di sebelah rumahku. Namanya adalah Krista. Dia janda yang memiliki tiga anak kembar. Status jandanya didapatkan karena sang ayah tiba-tiba pergi meninggalkannya sebelum anaknya lahir.

Untung saja Tania --tetanggaku-- mengizinkan mereka untuk tinggal di rumahnya. Ya, mereka menumpang di rumah Tania sehingga otomatis menjadi tetangga baruku.

Terkadang saat aku membeli kertas HVS di rumah Tania yang memang membuka usaha fotocopy, aku sering mendapati tiga anak itu sedang berebut boneka beruang cokelat yang kumal sementara ibunya terlihat sedih dan depresi mendapati anak-anaknya kesulitan nendapatkan mainan.

Hanya dengan melihatnya saja aku sudah yakin bahwa mereka sedang terpuruk. Menurut Tania, bahkan setiap hari menu mereka tidak pernah ganti. Hanya sepotong ikan kecil yang dibagi menjadi empat. Hal ini bukan karena Tania tega, melainkan wanita itu juga bukanlah wanita yang kaya.

Aku sering mengajaknya mengobrol, berusaha membangkitkan kembali semangatnya yang telah hancur.

Suatu hari, aku melihat Krista sedang berjalan dengan lelaki lain dan ketiga anaknya. Wajahnya terlihat ceria. Syukurlah, dia sudah bangkit dari keterpurukannya. Tepat saat dia berjalan di depan rumahku, dirinya mengucapkan kalimat terima kasih yang tulus seraya tersenyum. Dia mengatakan bahwa kata-kataku telah membawanya bangkit.

"Meow." Ucap kucing itu dengan nada yang riang.

<200 kata>

Oleh: NautaSoltari

Drabble#1Where stories live. Discover now