TAWURAN

83 3 0
                                    

Jasmine  berlari karena dia sedih melihat tingkah alif yang begitu keras kepala,  niatnya jasmine hanya mengingatkan kepada alif bahwa perbuatannya dia yang brutal akan berdampak buruk kepada dia.  Jasmine berniat ingin membuat alif berubah, dia tahu sekali alif itu pandai bahkan dia dulu pernah mengikuti lomba olimpiade sains bidang fisika.  Dan entah kenapa sekarang  alif berubah seakan tak menghiraukan semua masa depannya. Alif tak menghiraukan perkataan jasmine bahkan dia tak mengejar jasmine yang bersedih karena sikap dia yang keras kepala.

"puja tunggu gua" kata ana berlari mengejar jasmine yang berlari dan terlihat menangis

"wehh tungguin... " kata elsa berteriak dan ikut mengejar jasmine

Ternyata jasmine pergi ke taman yang sepi dan duduk sendiri disana, dia menangis karena takut akan keadaan alif, entah bagaimana perasaan khawatir ini muncul tiba-tiba.

Dua sahabat jasmine mencari keberadaan jasmine, mereka clingak-clinguk dan elsa mulai menunjuk ke arah tempat duduk di pojok deket area taman sekolah

"heh heh heh heeh..." suara nafas ana dan elsa beradu karena berlari mengejar jasmine.

"tarik nafas buang. Huhhh, tarik nafas buang  ....huh...." kata ana melegakan nafasnya dan elsa pun mengikuti

"hiks hiks hiks hiks...  Hiks.. Hiksss" suara tangisan jasmine terdengar begitu seg segan..

"puja lu kenapa? " kata elsa bertanya kepada jasmine

Puja hanya menggelengkan kepalanya menandakan dia tak apa-apa

"gak kenapa-kenapa tapi nangis,  bego" kata ana kesal kepada jasmine

"ih oon temen lagi nangis di begoin, bego" kata elsa membalas ucapan ana

"yayayaa maaaffffff" kata ana pasrah

"coba muka lu liatin gua,  kalo lu gak kenapa-kenapa" kata elsa dengan menantang jasmine dan memegang dagu jasmine tapi jasmine menolak

"katanya gak kenapa-kenapa" kata ana dengan usil

"alif ngapain lu lagi?" kata elsa dengan bertanya.

"perlu gua tonjok tuh bocah bikin sahabat gua nangis" kata ana dengan gaya tomboynya yaps dia anak karate udah jago malah

"jangan. " kata jasmine spontan

"yaudah cerita lu kenapa? " kata elsa dengan marah

Tiba-tiba jasmine berdiri dari tempat duduknya dan memeluk elsa dan menangis di pelukan elsa

"gitu tuh gua kaga dipeluk" kata ana iri

"sini-sini uhhh cayang cayang cayang... " kata elsa dengan memeluk kedua sahabatnya

Mereka pun melepaskan eratan pelukannya, ana memegang pundak jasmine dan melihat jasmine dengan menangis

"jelek kalo lu nangis" kata ana meledek

"ihhh... " kata jasmine tertawa hambar dan menghapus air matanya

"cieee abis nangis ketawa makan gula jawa... " kata elsa meledek jasmine

"apaan sih.. " kata jasmine mengelak dan duduk kembali di bangku taman

"lu kenapa cerita donggg...?" kata ana menyenggol badan jasmine

"ya cerita gimana sih alif tadi,  dia ikut saran lu apa nggak? " kata elsa bertanya

"dia keras kepala banget gua bilang jangan tawuran dia tawuran juga, dia cuma bilang tenang aja, gua juga khawatir banget takut dia kenapa-kenapa. Bahkan gua nangis dia nggak ngejar. Gua juga bego kenapa gua ngikut saran lu berdua jadi tengsin gua" kata jasmine menjelaskan semuanya dan mengerenyutkan bibirnya karena kesal

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 25, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TINTA TULISAN ALIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang