Ia meneguk secangkir kopi hitam sebelum berangkat sekolah, dengan santainya iya menikmati karya petani kopi itu, setelah habis secangkir kopi tersebut, ia bergegas berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda fixie kesukaannya. Ray memang sangat menyayangi alam, ia tidak rela anak cucunya nanti tidak bisa menikmati udara sejuk di bumi.
Ray selalu datang ke sekolah pagi-pagi guna membantu tukang kebun untuk menyiram dan merawat tanaman di sekolahnya, bahkan setiap minggu Ray membelikan satu pohon kecil untuk ditanam di halaman sekolah.
"selamat pagi pak bon!" sapa Ray disebrang kelasnya.
Ia langsung bergegas membantu meyirami tanaman itu, serta memberikan pupuk dengan perasaan yang berbunga-bunga. Setelah semua tergarap, Ray pergi ke kantin untuk membeli sebotol air mineral. Tidak lama kemudian bel masuk sudah berbunyi, semua siswa-siswi masuk kedalam kelas masing-masing termasuk Ray.
Ray adalah cowok cool dan dingin menurut pandangan cewek, ia punya mata yang tajam serta dihiasi alis tebal, ditambah dengan bibir merah jambu serta hidung mancung yang membuatnya makin terlihat maskulin, rambutnya hitam pekat lurus menambah efek cool cowok tersebut.
Ray bergabung dalam organisasi Pecinta Alam terbesar dikota nya, ia menjabat sebagai ketua di organisasi tersebut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Senja Jalanan
Teen FictionAkan aku rawat cintamu seperti aku merawat bunga mawar ini, kulepaskan duri-duri kebencianmu agar menjadi indah nan anggun, sakit? Itu sebuah rasa yang terbiasa ku terima. Jadilah seperti senja yang anggun, menorehkan warna eksotis di dalam nya. Co...