3 years later.
Jimin and his wife are making cookies at their kitchen.
Suara gurauan dan remah-remah tepung yang berterbangan menghiasi suasana di pagi hari itu.
Jimin, si suami yang nakal dan cukup mesum itu terus saja mencoleki pipi -yang kini tembam- Minsung dengan tepung terigu.
"Rasakan ini, Rasakannnn!" Katanya sambil mencoleki pipi itu bertubi-tubi.
"Ahahahaha. Geumanhae! Kue kita tidak akan jadi jika kita bermain terus begini," Minsung mencoba menutupi pipinya dengan kedua lengan.
"Hahahaha, iya-iya ayo kita mulai lagi."
Tangan Jimin yang tak terbalut sarung tangan itu sudah siap untuk mengaduk adonan,
"Eits. Jangan menggunakan tangan telanjang. Kau ingin kue kita matang sebelum dimasukkan panggangan? Kue buatan kita akan keras dan tidak enak jika diaduk dengan tangan langsung begitu. Ini, pakai spatula," cergah Minsung sambil menyerahkan spatula lentur berwarna hijau kepada Jimin.
"Hehehe mana kutahu sayang, aku bukan seorang koki. Aku bukan Seokjin Hyung yang pandai memasak." Jimin mengerucutkan bibirnya lucu, membuat Minsung gemas.
"Ya sudah, lanjutkan!"
Hari ini adalah hari ayah, Minsung merupakan orang yang sangat antusias dengan hari ini, karena menurutnya hari ayah itu sangat berharga baginya.
"Kau sudah menelpon abeoji-abeoji tadi?" Tanya Jimin sembari mengaduk adonan dengan tangan kekar -namun kecil- nya.
"Hm, sudah. Tadi aku menelpon Appa-ku jam setengah lima pagi, dan menelpon Appa mertua setelahnya. Mereka sangat senang." Jawab Minsung yang sibuk mencetak kue cookies di loyang.
"Ah. Kau tak membangunkanku, aku jadi belum mengucapkan."
"Maafkan aku~ Nanti ucapkan sendiri pada mereka. Sekalian anak kita ajak juga saat kau menelpon dua Appa kita."
"Siap nyonya besar~"
...
Taehyung menggeliat pelan di kasurnya, dilihatnya seseorang yang sedang duduk di meja rias itu dengan mata memicing.
"Sudah mandi, ya?" Tanyanya dengan suara -eeerrr- bangun tidurnya. Berat dan basah~
"Eo." Shinmin yang sudah biasa mendengar suara Taehyung yang begitu menggoda -dimata wanita lain- itu pun menanggapinya dengan santai sambil terus memoleskan bedak tipis-tipis.
Taehyung berguling ke arah kanan sehingga posisi tidurnya kini dekat dengan meja rias.
"Hari apa ini?" Tanyanya.
"Hari senin, wae? Apa kau punya jadwal memotret hari ini?" Shinmin mengalihkan pandang padanya.
Taehyung yang sedang terlihat malas itu menyandarkan tubuhnya di tembok sambil memeluk selimut besar yang masih melingkar di tubuhnya. Matanya melamun.
"Ada sih. Tapi tidak terlalu penting juga. Ada apa memangnya?" tanyanya dengan suara khas bangun tidur.
"Kau ini memang lupa apa sengaja lupa? Kemarin sudah ku beritahu padahal."
Taehyung mengernyit bingung, "Apa sih?"
"Perayaan hari ayah di sekolah anak kita, lupa?"
Lelaki berhidung tegas itu menepukkan tangannya sekali, "Ah, iya. Aku lupa hihihi." Senyum kotaknya beraksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BANGTAN DADDY [COMPLETED]
Fanfictionwhen BANGTAN being a DADDY~ Mereka bertujuh berteman sejak anak-anak hingga mereka masing-masing memiliki anak. Bagaimana kisah Bangtan menjadi seorang ayah? Warning!! Bangtan isn't an idol here ^^ Seokjin as a Doctor Yoongi as a Pilot Hoseok as an...
![BANGTAN DADDY [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/118215954-64-k575087.jpg)