Children Love Story - Triangle (2)

5.9K 623 135
                                        

Malam terasa begitu panjang, Namsoon hanya membolak-balikkan badannya kekanan-kekiri. Sungguh, ia tak siap bertemu hari esok. Hari yang -mungkin- bersejarah bagi Taekwan, ataupun Seokrin -jika ia menerimanya-. Tapi, hari yang menyedihkan untuk Namsoon.

Pukul tiga pagi Namsoon baru bisa menutup matanya namun, tetap saja ia terbangun pagi seperti biasanya. Baru kali ini ia mendapatkan kualitas tidur yang buruk.

Berangkat dengan keadaan yang begitu malas dan sedikit terlihat menyeramkan, Namsoon sukses membuat banyak orang bertanya-tanya, terlebih sang ayah.

Namun, rupanya itu tak berlaku pada Taekwan.

Ia masih saja merecoki hidup mengenaskan Namsoon dengan kalimat, "Jangan lupa nanti siang ya, bawa dia ke rooftop,  OK ?"

Si Namsoon hanya bisa menjawabnya dengan jawaban OK menggunakan tangannya.

Hingga waktu yang di tunggu-tunggu Taekwan datang juga, lelaki tak berperi ke-Namsoon-an itu dengan seenak jidat menepuk pundaknya sebanyak tiga kali sambil berkata, "Ku tunggu, ya?"

Iya, Namsoon mendapatkan tugas untuk membawa Seokrin kepadanya. Mau bagaimana lagi, Namsoon tak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya, atau meninggalkan dia pulang begitu saja.

Tapi, tidak kawan.. Namsoon tidak setega paman Yoongi please..

...

Gadis tinggi dengan rambut diurai itu celingukan mencari seseorang di dalam kelas yang masih cukup ramai. Kelas 3-2, kelas Seokrin. Hingga sampai mata jelinya menemukan gadis itu sedang di kerubung banyak siswi,

'Ah. Dia itu sudah cantik, baik, terkenal pula. Pantas saja Taekwan bertekuk lutut.' Batinnya dalam hati.

Kaki jenjangnya membawa dirinya masuk kedalam kelas itu, hingga menyita banyak pasang mata. Bagaimana tidak? Namsoon itu sangat cantik, tinggi, putih dan kakinya indah. Lelaki mana yang tak terkesima melihatnya?

Ada sih, Kim Taekwan. Dia tidak pernah sadar dengan kecantikan yang dimiliki Namsoon, ya meskipun Namsoon sendiri juga tidak menyadarinya juga sih.

"Seokrin Eonni," panggil Namsoon.

Gadis murah senyum itu mengalihkan pandang, sedikit mendongak.

"Oh, Namsoon-ah? Ada apa?"

"Hm. Bisa ikut denganku sebentar?"

Alisnya kirinya terangkat keatas, "Hm. Ya, tentu saja! Aku pergi dulu ya, teman-teman."

Mereka pun meninggalkan kelas itu usai Seokrin berpamitan pada teman-temannya.

"Mau kemana sih?" tanya Seokrin pada akhirnya.

"Ikut saja,"

@Rooftop sekolah.

Namsoon menghentikan langkahnya kemudian mendekat ke arah sandaran besi, sedangkan Seokrin mendudukan diri di sofa yang sudah tak terpakai di tengah-tengah rooftop yang luas itu. Ia mengalihkan pandang ke arah bawah, bisa ia lihat Taekwan yang masih sibuk menempelkan kertas-kertas berwarna pink di lapangan.

Sudah hampir membentuk tulisan i ♡.

Namsoon terdiam, hatinya semakin merasa tidak nyaman. Usai menenangkan hatinya sejenak dan menetralkan emosinya, gadis berponi itu berbalik ke arah Seokrin yang sedang duduk dan memainkan ponselnya. Namsoon berjalan mendekatinya kemudian duduk di sampingnya.

Gadis cantik itu menyandarkan kepalanya ke pundak kurus Seokrin, membuat sang empu menoleh.

"Eh, kaget aku! Eh iya— ada apa mengajakku kemari?" tanyanya.

BANGTAN DADDY [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang