Capter 5 (Dilema Phana) *REV

823 99 12
                                    

_______________________________________

Flash back
(Phana PoV)

Hari baru, sekolah baru, bagiku sudah seperti Makanan setiap hari bagaimana tidak, tahun ini aku sudah ke tiga kali pindah
Yap, resiko anak Guru yang selalu pindah
Sekarang enaknya sekolah dekat dengan rumah, Semua berkas berkas telah di pindahkan, tinggal aku sekolah saja

****

"Akh... Aku bosan..... bosan sekali ... Anything special for me " gumamman  hatiku yang selalu terjadi ketika aku bosan

Mendapati diriku yang selalu pindah tak pernah menetap

Pagi ini pun Kebosanan sudah menjadi rutinitasku bahkan ketika aku Mau berangkat pun masih sama.

Yang biasa anak baru rasakan setiap masuk sekolah baru adalah excited
Namun berbeda dengan ku hanya dengkul mataku yang ku pasang karena Bosan

Di parkiran

Pagi ini aku berangkat dengan menggunakan motor ku, melewati beberapa Mobil yang berjajar yang di parkiran komplek rumahku

Tak kusadar Ada anak laki-laki berkulit putih pucat berdiri menunggu seseorang, kedua matanya gelisah, aku pikir dia tak ingin telat pergi ke sekolah

Aku pun hanya melewatinya, tanpa menoleh, Namun sejenak berhenti Karna penasaran lalu melihat kembali ke belakang

"Dia Lucu . bak boneka oalf (frozen) wajah biasa sajah namun tatapan ya yang polos seakan mengundangku untuk menjaganya "
pikirku dalam, tak sadar aku senyum namun ketika sadar jam sudah hampir masuk, Aku pun bergegas pergi

-- di sekolah

Phana fancy club sudah luruh-lurah di depan sekolah ku, aku pun tak mengerti mengapa mereka bisa tahu bahwa aku sudah pindah

Mereka pun menunggu ku di depan gerbang sekolah, ini pun sudah biasa karna admin tersebut teman sekelasku kemarin, pasti mereka bertanya pada dia

"Bagaimana mereka Tau aku pindah"
gumamku dalam hati, heran melihat mereka sudah berkumpul Bak semut yang sedang mencari gula

Aku hanya melewati mereka sembari memberikan salam "swadeeee.... " Mereka bersorak ria seakan aku pemimpin panggung orkestra

Aku pun lekas pergi meninggalkan mereka Karna waktu tak Akan bisa cukup ketika meladeni mereka semua
  Dan juga teriaknya mereka masih terdengar di kejauhan begitu heboh seperti biasa

-- di kelas

"kelas baruku ... biasa ajah... Tidak Ada yang spesial"
gumamku dalam hati sembari menarik napas dalam ketika duduk kedua mataku melirik ke sana kemari

"Wow swade ... Teman baru nih Salam kenal"
anak-anak lain pun memberi salam serempak

Aku pun heran Dan senyum

"Phàna yah "
ujar teman kelasku

"Iyah "
balas ku

"Anak-anak perempuan heboh gosipin kamu tuh"
Ujar mereka sembari menunjuk kearah tempat duduk wanita lalu memberikan smrik heran

Diary Of Little​ StlakerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang