Break

12 2 0
                                    

    Dalam suatu hubungan ada satu hal penting yaitu kepercayaan yang merupakan kunci paling utama dan dalam hal ini baik laki-laki ataupun perempuan pasti harus menjaga dan memiliki hal itu.

    Tidak terasa beberapa bulan sudah kami lalui, namun semenjak kejadian di tempat karaoke kami belum bertemu, jangankan ketemu, chat pun tidak ada yang memulai (karena saat itu gue lagi krisis kuota, hehe... Dasar kere... 😂😂).

    Saling menunggu itulah yang kami lakukan itulah kondisi kami saat ini, rasa ingin memulai tapi tidak enak dengan ekspresi Tiana saat itu. Hmm, bikin bingung saja.

    Selalu memikirkan apa yg harus gue lakukan membuat gue sangat stres, namun karena gue juga punya kesibukan dikampus entah kenapa semua pemikiran itu perlahan menghilang dan gue pun merasa saya yakin dan percaya jika dia pasti menjaga perasaan gue disana.

    Melakukan kegiatan untuk melupakan pemikiran negatif ke Tiana tidaklah mudah, karena gue akui Tiana terlalu spesial untuk dilepas begitu saja. Wanita yg cantik tentulah banyak yg menyukainya, jadi terkadang gue juga cukup cemburu meski masih bisa gue jalani.

     Setiap hari kami selalu berpapasan di kampus, tapi karna saat itu gue masih jaim (jaga image) banget jdi gue gk terlalu memperhatikan Tiana saat di kampus hehe,...

     Tiana selalu mencoba untuk paham akan kondisi ku, tapi jujur gue sudah bilang sama Tiana, "Dek, kakak mohon maaf ni, kk mau jujur aja sama adek, kan adek tau klo kk adalah sekertaris organisasi di kampus, jadi kk gak bisa terlalu dekat dengan adek dikampus karena takut banyak gosip yang beredar gk enak nantinya."

Dan saat itu Tiana menjawab, "Iya kk, mungkin sebaiknya begitu daripada ada gosip yg tidak mengenakan." Sambil memasang ekspresi yang terlihat kayak memberi kode ke gue tentang kebalikan yang dia katakan.. Hmm hedeh..

    Menunggu dan selalu menunggu namun tidak juga ada kabar yang kudengar, hingga suatu saat gue dikampus sedang melaksanakan ujian dan tak sengaja gue melihat Tiana sedang memperhatikan gerak gerik gue, tpi gue tetap sok cool alias jaim... 😅😅

    Menjadi salah seorang yang dikenal dikampus dan memiliki seorang doi dikampus apalagi adek tingkat, tentu menjadi hal yang paling gak enak bagi gue. Apalagi saat gue menuju kekelas dan kebetulan kelas gue bersebelahan dengan kelas Tiana, setiap kali gue lewat teman teman angkatan Tiana pasti neriakin gue,

"Ciiiieeeee,... Kk Sida mau kemana? Ni Tiananya nunggu kk disini." Sambil pura pura gk dengar gue lewat gitu aja, sekalian nahan emosi karena Tiana juga ada bersama mereka. Mengingat kelakuan teman Tiana terkadang gue kesal juga dan berpikir,

"Hmm untung kalian temannya Tiana, kalau enggak mungkin gue sudah ceplas ceplos."

    Namun gue selalu bisa nahan karena bagi gue sehari aja ngelihat Tiana di kampus sudah cukup rasanya bagi gue dan karena itu juga gue selalu yakin jika Tiana bisa gue percaya.

    Bosan terkadang timbul karena kami tidak ada yang memulai pembicaraan ataupun mengajak untuk ketemuan.

    Terkadang hati ini gundah dan perasaan ini bercampur aduk, gelisah ya tentu saja pasangan mana yang gak merasakannya saat tidak ada kabar dan gue coba berfikir positif saat itu, mungkin Tiana disana juga mikirin gue.

    Sudahlah gue juga capek mikirin hubungan dulu dan mungkin dengan ngebreak kayak gini cukup untuk memfokuskan ke kegiatan yang gue punya dulu.




Hmm sungguh tersiksa batin, hati dan perasaan Sida. Apakah hubungan ini masih bisa kami jaga dan seberapa lama kami harus saling menunggu?🤔

Penasaran tunggu chapter selanjutnya ya, dan terimakasih buat teman teman yg sudah baca cerita gue ini hehe,...😆

Jangan lupa juga untuk vote cerita ini ya, karena satu vote dari teman teman sangat membantu meningkatkan kreativitas penulis. 😊

Dan ingat jangan copas karena cobalah belajar membuat karya sendiri tanpa menjiplak karya oranglain. 😉😊

Untuk komen, kritik dan saran silahkan di sampaikan ya hehe... 😉

See you next time... 🤗🤗

Awal dari sebuah AkhirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang