4. Kembalinya Rival!

4K 373 27
                                        

Hari ini Krist berencana akan berkunjung kerumah ibunya, ia mendapatkan kabar bahwa penyakit ibunya kambul lagi, tetapi tentu saja krist harus menjemput Na terlebih dahulu di sekolahnya. Terlihat Krist dan Pai yang sudah terlihat sangat rapih. Pai dengan jaket birunya juga celana pendek selututnya tengah mengandeng tangan Krist dengan erat dan tangan sebelahnya yang memegang boneka domba putihnya yang Pai namakan Yut.

"Pai ayo kita pergi"

Pai yang mendengar perintah sang papa hanya mengangguk dan ikut berjalan dengan Krist yang mengandeng tangan kecilnya dengan lembut menuju kearah taksi yang sudah Krist pesan.

Krist memasukan Paid an mendudukannya diseblah Krist dengan tenag Pai memainkan bonekanya.

"Pak kita pergi ke Prahtthai School"

Sang supir yang telah menegetahui kemana tujuan sang penumpangpun melajukan mobilnya dengan santai membelah jalan di kota Bangkok yang ramai.

Terlihat Krist memainkan telephonenya dan menaruhnya di kuping.dan menunggu telephonenya di jawab oleh orang di sebrang sana.

"Sebenarnya P' Sing sedang apa sih? Kenapa tidak bisa menjawab telephoneku"

Krist terus mencoba untuk menghubungi singto sampai tidak terhitung, sebenarnya sedang apa singto sampai tidak mau mengangkat telephone darinya. Tidak bisa singto seperti ini ck, krist kesal sekali sekarang

"Maaf tuan kita sudah sampai" Ujar sang sopir taksi meneggur krist yang sedari tadi focus pada handphone yang di pegangnya, Krist menatap sang supir taksi dengan senyuman dan mengambil beberapa lembar uang untuk diberikan sesuai argo yang sudah berjalan.

"Terimakasih, Pai ayo turun" Krist keluar di ikuti Pai yang masih memegang bonekanya, Krist menutup pintu taksi dan mengendong Pai yang masih memeluk Yut- bonekanya.

Krist mengedarkan padanganya pada sekeliling, terlihat banyak sekali anak-anak yang baru pulang dan banyak juga orang tua yang tengah menunggu anaknya, krist terus mengedarkan pandangannya untuk mencari Na sang anak.

"Papa itu P' Na" Pai yang melihat sang kakak berada di depan gerbangpun menunjuki semnagat keraha sang kakak. Krist yang melihat itup[un segera menghampiri Na yang tengah kebinggungan. Krist terus berjalan dengan cepat takut anaknya pergi mencarinya, sangkin fokusnya pikiran Krist pada Na sampai tanpa sadar krist menabrak orang di depannya yang terlihat tinggi semampai dan berperawakan tegap

"Ah maafkan aku, apa kau tidak apa apa?" Ujar Krist menatap masih menunduk, dia merasa tidak enak sekarang. Bagaimana tidak karena terlalu focus pada Na dia sampai tidak memperhatikan jalan dan menabrak orang yang hampir membuat gadis cilik di gendongan orang tersebut jatuh.

"Krist"

Orang tersebut tersenyuim menatap Krist yang kini tengah menatap orang didepannya, krist menatap orang tersebut tidak percaya. Bagaimana tidak orang yang Krist tabrak adalah orang yang pernah mengejarnya dan musuh bubuyutan dari Singto.

"God, sudah lama sekali. Ah, maaf ya sudah menabrakmu"

"Hahaha tidak apa-apa, ah sedang apa kau disini?"

"Oh aku se-

"Papa, kenapa lama sekali? Na lama menunggu papa dan Pai"

Na yang entah datang dari mana menghampiri Krist dan God yang sedang berbincang, Na menatap papanya kesal, dan beralih pada orang di depan papanya.

"Ah, apa ini anakmu? Dia sungguh mengemaskan, oh ya kenalkan ini Narissara keponakanku. Sara cepat beri salam pada teman paman, namanya paman Krist"

"Hallo Paman Krist"

"Hai manis" Ujar Krist yang membalas sapaan Sara yang sangat imut dengan melebarkan senyumannya yang menampilkan lesung pipinya yang membuat krist terlihat sanagt manis dan cantik.

PERAYA FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang