5. Flasback : Pertengkaran

3.7K 334 17
                                        

Pertengkaran, adalah hal yang sangat-sangat biasa dalam sebuah rumah tangga. Bahkan ada yang bilang bahwa sebuah pertengkaran itu adalah bumbu yang akan melengkapi hari-harimu dalam berumah tangga. Tapi Singto rasa pertengkaran yang di maksud bukanlah pertengkaran yang seperti ini, ini adalah pertengkaran yang hampir saja menghancurkan rumah tangganya dan Krist.

Hari ini Singto kembali pulang larut malam, dia sengaja menghadiri acara yang diadakan oleh Off, sang sahabat sebentar lagi akan melepaskan masa lajangnya. Oh betapa bahagianya dia karena akan ada sahabatnya yang akan merasakan rasanya mempunyai istri dan ikut menderita sepertinya.

"Au, Sing bagaimana kau akan menyupir bila keadaanmu sangat mengenaskan begini bodoh" Off menatap Singto yang hanya meminum-minumannya yang berada didepannya. Off yang melihat itu mencoba menghentikan Singto untuk meminum-minumannya, dia rasa Singto sudah cukup untuk minum-minum malam ini.

"Ohh, ayolah P'Off ini hanya kulakukan sesekali dan aku rasa tidak apa-apa bila sedikit mabuk, aku juga sedikit stress karena pekerjaanku yang menumpuk juga Na yang sering rewel.. hik.. kau harus tau P' Off, Krist hik.. bahkan tidak memperhatikanku sesudah Na lahir hik" Off menatap Singto yang sudah mabuk itu dengan tatapan yang menunjuknan muka prihatin saat sahabatnya itu meracau mengungkapkan hal yang dia simpan.

"tapi aku rasa ini sudah cukup Sing, dan ini juga sudah larut sebaiknya kita pulang"

"Eum..eum..eum" Singto mengerakan tanganya yang berisi gelas dengan berisi air berwarna emas dan es batu tersebut di dalamnya, Singto menatap Off dengan senyumannya yang lebar juga dengan matanya yang sayu, Singto merasa ini belumlah cukup.

"P' apa sebaiknya kita panggil wanita cantik disana? Bukankah sudah lama kita tidak melihat buah yang tertempel didada itu?"

"Bodoh! Apa yang kau bicarakan Sing? sudahlah, kau sudah sangat mabuk bodoh!"

Singto yang melihat kelakuan Off menatapnya dengan dahi yang mengkerut. oho, bagaimana bisa playboy kita ini bertoba dengan cepat? Singto tersenyum dengan smirknya yang menambah ketampatannya,

"Kau pasti baru terbentur sesuatukan P'? bagaimana bisa kau menolak hal yang tersaji didepanmu? Bukankah kau itu sangat menyukai hal menantang, dan aku rasa dia menantang P', lihat bagaimana dia menatap kearah kita?"

Singto berpindah ke sofa yang sama yang di tempati oleh Off, dia merangkul bahu Off dengan tangannya yang lain mengenggam gelas berisikan bir.

"P' Off bagimana bila kita bertaruh, siapa yang paling cepat mendapatkan nomor wanita itu akan ku teraktir makan siang selama sebulan penuh"

Singto menatap Off dengan tatapan mengejek dengan mata sayunya, dia sebenarnya merasa tertantang dengan wanita berdress merah tersebut, dia terlihat seperti wanita yang susah di taklukan, apa lagi Singto menantang keahliannya, dia yang sebagai playboy merasa harga dirinya terinjak bila di tatap oleh tatapan mengejek yang Singto layangkan padanya.

"Baiklah, pegang dan jangan kau jilat kembali kata-katamu tadi Ai' Sing"

"Hahahah, percaya padaku P' Off aku adalah Pria yang tidak akan menjilat bekas ludahku lagi P' "

Singto meminum kembali minumannya sambil tersenyum dan menatap Off yang tengah menggulung kemejanya dan melonggarkan dasinya yang menyesakan leher jenjang Off.

"P' Off semangat, aku akan mulai menghitung waktunya" Singto menjalankan stopwatch yang berada dihandphonenya, dia menatap lurus kerah Off yang tengah berjalan kearah wanita berdress merah mini tersebut, terlihat Off yang memulai aksinya, waktu terus berjalan menunjukan 7 menit, oho.. lihatlah playboy kita rupanya dia belum berhasil mendapatkan nomor wanita berbaju merah tersebut.

PERAYA FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang