Malam yang begitu melelahkan menurut Krist, bagaimana tidak? Na tidak mau menyentuh makanannya, Na seharian ini hanya diam didepan jendela kamarnya, dia merasa perhatian Sang Papa lebih banyak pada Pai dan dia merasa tidak dibutuhkan bahkan saat Pai merusak maiannya yang kena marah dia bukan sang adik Pai.
Flashback
"P'Na apa Pai boleh meminjam maian P'Na yang ini?"
"Tidak, kau boleh meminjam yang lain tapi tidak yang ini"
Na menarik maiannya dan membekapnya di dadanya seperti menjaganya agar sang adik tidak dapat menjangkaunya. Pai yang melihat itu terlihat tidak ingin kalah dia mendekati sang kakak dan menarik maianan sang kakak dari pegangan sang kakak.
"Pai mau Pinjam , kenapa P' Na pelit sekali?"
"Tidak, kau tidak boleh ambil yang ini Pai!"
Teriakan memekakan terjadi anatara kedua saudara itu, sampai terjadi tarik menarik yang mengunakan tenaga, sang kakak yang masih tidak ingin maiannnya diambil pun mengerahkan tenaganya begitupun sang adik.
"P' Na, pinjam"
"Tidak!"
Tarik menarik semakin kencang, sangkin kencangnya tarikan Na dan Pai mainan yang di perebutkan pun terbelah menjadi dua bagian, Na masih mematung melihatnya. Pai yang melihat itu menagis kencang seolah-olah dia lah yang menjadi korban disini, Dan tentu saja tangisan Pai yang mengelegar menarik perhatian Krist yang tengah berada di dapur.
"Ada apa ini? Na kenapa adikmu menagis?"
"P'Na jahat Papa, dia membelah maiannnya, Pai hanya mau meminjamnya."
"Na? kenapa pelit dengan Pai? Bukankah Pai hanya meminjam?"
Na yang mendapat teguran dari sang papa, menatapnya dengan wajah memerah dan mata yang berair, dia merasa kesal ini mainannya kenapa dia yang dimarahi? Harusnya adiknya yang di marahi bukan dia.
"Na? tidak salah! Pai yang salah, Na sudah memerintahkan Pai meminjam maianan yang lain, Pai yang memaksa tarik mainan Na!"
Na yang mendengar sang papa yang membela sang adik merasa tidak terima, dia kesal, dia merasa tidak di perhatikan. Bukankah yang harusnya menagis itu dia? Kenapa papanya malah membela sang adik.
"Na, tapi Pai hanya meminjamnya, bukankah nanti akan di kembalikan? Bukankah Na adalah kakaknya Pai. Kenapa tidak mau mengalah?"
"Na tidak suka, itu mainann yang Na beli pakai tabungan Na! papa tidak menegrti, Na benci papa"
Na berlari kerah kamarnya, dan mengindahkan teriakan sang papa yang memanggilanya, suara Pai yang menagis menambah kesalnya.
Krist yang mendengar pengakuan dari sang anak terdiam di tempatnya, dia merasa sesak sangat-sangat sesak, bukan itu maksud dari Krist, bukan itu yang ia maksud.
Flashback End
Singto yang baru pulang mendapati Krist yang tengah merenung di depan Tv yang menyala dan Pai yang tertidur di sebelahnya.
"Krist?"
Krist yang merasa namanya di panggil mengalihkan pandangannya pada asal suara dan terlihat Singto yang baru pulang menatapnya heran dengan mengerutkan keningnya.
"Kau sudah pulang P'? apa kau lelah?"
Singto bisa merasakan perubahan pada sikap Krist, dia tau ada yang sedang Krist pikirkan. Singto yang mau melihat Krist pergi menahan tangannya dan menariknya duduk kembali
KAMU SEDANG MEMBACA
PERAYA FAMILY
FanficCerita keseharian tentang Singto dan Krist yang menjadi Orang tua dari dua anak laki-laki. dimana kesabaran, ketelatenan dan ketulusan mereka di uji oleh tingkah kedua anaknya.
