6. Flashback : Aku benci adik baru! (Part 1)

3.1K 219 18
                                        


Hari ini, Singto dan Na tidak bernafsu untuk sarapan. Padahal, sarapan yang mereka order masih hangat juga mengungah selera. Tapi sayang Singto juga Na tidak tertarik karena di lidah mereka masakan Kristlah yang terbaik.

"Daddy, aku tidak mau makan ini. Ini tidak seenak makanan papa!" Na mendorong makanan di depannya, Na bosan. Hampir satu minggu ini Singto dan Na tidak memakan masakan Krist, dikarenakan Krist sedang tidak sehat. Sejak satu bulan lalu Krist dinyatakan hamil lagi, Kesehatan Krist semakin memburuk. Krist tidak dapat menerima asupan makanan apapun, bahkan vitamin yang di berikan dokter sekalipun. Singto tidak tega sebenarnya melihat Krist kesakitan. Tapi bagaimana lagi itu bawaan baby katanya. Sudah seminggu ini Krist hanya berbaring di kasur dan tidak bisa melakukan apapun. Krist yang sekarang terlihat lemah.

"Makanlah, kau harus mempunyai tenaga Na! bagaimana kau bisa bermain kalau kau tidak sarapan?" Singto mendorong piring yang berisi bubur kehadapan Na. Singto mengusap kepala Na sayang. Na menatap Singto, Singto menganggukan kepalanya kearah Na meyakinkan sang anak. Na mulai mengambil satu sendok bubur yang berada di piringnya dan memakannya dalam diam. Singto yang melihat itu tersenyum senang. Setidaknya jangan ada lagi yang sakit, cukup Krist saja. Bisa gila Singto kalau anaknya ini ikutan sakit. Singto menyelesaikan suapan terakhirnya. Diangkatnya piring kotornya dan Na untuk di simpan di wastafel.

Di tempat lain Krist tengah berbaring lemah di ranjangnya, mukanya yang putih terlihat pucat dengan keringan sebesar biji jagung yang mengalir diplipisnya.

CLEK

Pintu terbuka dengan pelan agar tidak menganggu orang yang ada di dalamnya, Singto menghampiri Krist dan mengusap sayang pelipis Krist, Krist yang merasa terganggu membuka matanya dan menatap sayu pada Singto. Senyuman kecil terukir di bibir pucat Krist memberikan pertanda bahwa dia baik-baik saja. Singto yang melihat senyum Krist mendaratkan kecupan ringan pada dahi Krist yang sedikit basah, dia sedih melihat Krist seperti ini. Bahkan Na sangat membenci bayi yang di kandung Krist, Na bahkan belum melihat sang adik ck.

"Apa kau dan Na sudah sarapan?" Krist mengeluarkan suaranya yang serak, Singto yang mendengar pertanyaan Krist hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. Singto meletakan tangannya di perut Krist yang mulai membesar dia dapat merasakan perubahan bentuk perut Krist.

"Apa baby baik-baik saja di dalam papa?" Krist yang mendengar itu hanya tersenyum kecil, Singto selalu bisa membuatnya lebih nyaman.

"Dia baik-baik saja papa, lalu bagaimana dengan P'Na? Apa dia masih tidak suka dengan baby?" Krist menatap Singto dengan senyum yang sedikit kecut, Sebenarnya Na sudah mengatakan bahwa dia tidak menyukai adiknya saat melihat Krist jatuh pingsan di dapur.

"Ya, dia masih terlihat marah dengan adiknya, aku rasa dia akan mengerti seiring berjalannya waktu" Singto mengecup kembali kening Krist, Krist hanya mengumam menjawab mendengar jawabn Singto. Krist jadi ingat saat satu minggu yang lalu dimana dia jatuh sakit pertama kalinya

Sudah beberapa hari ini Krist merasakan tidak enak badan, kata dokter hal itu wajar dalam kehamilan trimester pertama, dan Krist juga masih bisa menahannya.

"cepatlah keluar nak, papa tidak sabar mengajakmu untuk melihat dunia" Kekehan kecil Krist memenuhi dapur, dia sekarang sedang masak untuk makan siang Singto. Ya, rencananya Krist akan mengajak Na untuk makan siang bersama dengan sang daddy di kantor sang daddy tentunya.

Setengah jam Krist berkutat di dapur, Krist sudah menyelesaikan masakannya tinggal menata masakannya ke dalam kotak bekal. Saat Krist ingin memasukan makan yang sudah dia siapkan entah kenapa kepala Krist terasa sangat pusing, perutmya sangat mual.

Hump...hoek... hoek...hoek
Cras

Suara air mengalir bersautan dengan suara Krist yang tembah lama tambah kecil, Krist merasakan kepalanya pusing sekali, kepala Krist seperti di putar putar.

PERAYA FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang