Enjoy reading guyss:)
"Hidup gua mulai sekarang disekolah gak bakal tenang, bakal nightmares"-A
****
Athira yang mendengar itu lantas berteriak dalam hati. Bahkan sekarang muka athira dalam keadaan panik dan gelisah.
Kenapa harus dia yang jadi sekertarisnya? Ohh tuhannn.!!
Lalu miss shinta mengedarkan matanya lagi lalu menyebut nomor absennya lagi.
"no absen 9 yang mana orangnya?" athira meneguk ludahnya kasar, bagaimana ini! Duhhh...
Anak anak siswa siswi pun ikut penasaran siapa murid yang beruntung bisa menjadi sekertaris raka, mungkin bagi mereka beruntung,namun bagi athira ini bukan untung tapi buntung!
Teman teman athira juga ikut penasaran menengok ke belakang dan ke depan siapa yang menjadi sekertarisnya.
Athira yang melihat keadaan itu meneguk ludahnya lagi, lalu menghembuskan nafasnya pelan. Dia harus berani! gak boleh takut.
Dan dengan tangan sedikit gemetar lambat tapi pasti athira pun mengangkat tangannya ke atas.
Sontak yang lain semuanya menatap ke arah athira bahkan nessa, neira wulan dan juga menatap ke arah athira terkejut.
Dan dengan suara yang sedikit gemetar athira ahkirnya membuka suaranya.
"s-saya miss, saya absen no 9." sontak athira menjadi pusat perhatian seluruh kelas, bahkan sekarang raka sedang menatapnya.
"oh, kamu no absen 9, yaudah kamu maju ke depan. " miss shinta menyuruh athira untuk maju ke depan dimana ada raka disana.
Athira diam sebentar, aneh, dia merasa takut dan gugup padahal hanya disuruh untuk maju ke depan tapi athira merasa gugup sekali bahkan dia banyak mengambil nafas.
Nessa yang melihat athira seperti ragu ragu untuk berdiri pun menoel lengan athira, hingga athira menoleh padanya.
"eh maju noh, kok lo malah diem. " athira pun mengehembuskan nafasnya lalu mengangguk pelan.
Ia pun mendorong bangkunya sedikit ke belakang, lalu berdiri dan segera berjalan menuju ke depan. Athira pun langsung berdiri disebelah kiri raka, yang kini sedang menundukkan kepalanya.
Ternyata raka emang tinggi banget, bahkan athira merasa seperti kurcaci,lihat! Athira bahkan hanya setinggi bahunya.
Athira pun mencoba berani mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas, mulai dari barisannya dimana ada neira yang melihatnya dengan senyuman jahil, wulan yang mengacungkan jempolnya, dan nessa yang ikut tersenyum juga.
Athira yang melihatnya hanya mendesah pelan, lalu diedarkannya lagi, athira pun melihat ke arah anak cewe yang centil tadi yang sekarang menatap ke arah athira sinis dan berdecih.
Athira yang melihatnya mengangkat alisnya heran, kenapa? Apa dia iri gak bisa jadi sekertaris?.
Yaampunnn, bahkan bila bisa menolak athira juga tidak mau menjadi sekertaris apalagi karena ada si cowo menyebalkan! Siapa lagi kalau bukan Raka. Rasanya dia ingin sekali teriak, seumur umur dia belum pernah menjadi sekertaris. Sekalinya jadi sekertaris eh malah sama ketua kelas yang jutek, cuek, dingin bahkan dinginya ngalahin es batu.
Lalu, miss shinta pun membuka suaranya lagi dan menyebutkan no absen yang akan menjadi bendaharanya.
"oke, yang menjadi bendahara di kelas ini adalah absen no 14."
Lagi, seisi kelas mencari siapakah yang ahkirnya terpilih sebagai bendaharanya, lalu terlihat seorang anak perempuan yang berbadan cukup gendut dan sedikit pendek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakatra
Ficção AdolescenteBerawal dari pertolongannya ia malah harus terjebak dengan siswa satu sekolahnya, entah kenapa ia merasa menyesal telah melakukan pertolongannya itu, bukan apa apa masalahnya siswa yang dihadapinya adalah siswa yang bernotabane POPULER disekolahnya...
