🍀Aku memang tak sengaja menabraknya,dan bukan untuk mencari perhatian darinya🍀
Renazz pov
Di dalam kelas masih rame karna guru pelajaran pertama belum datang,aku pun bernapas lega atas itu. Aku berjalan seperti biasa menuju tempat dudukku tapi ada rasa aneh yang mengganjal tak seperti biasa nya.
Ditempat dudukku sudah ada Selvee, so pasti karna aku sebangku dengannya. Tapi disitu ada satu cewek lagi yaitu Viona yaa Viona. Aku tahu nama nya karna Selvee memberitahuku sewaktu kita kekantin dan ngajak dia gabung tapi dia nggak mau,mungkin karna ada aku.
Aku merasa ada yang aneh dengan Selvee tak biasanya dia mendiamkanku seperti ini, karna setiap pagi dia selalu ngoceh menyapa diriku. Mungkin dia sedang sakit.
Disaat aku mau duduk tiba tiba Viona menggebrak meja ku dan aku langsung tersontak kaget membelalakkan mata. Dan tak luput dari pandangan teman sekelasku yang semuanya terdiam mendengar ada gebrakan.
Kenapa dengannya,apa yang telah ia lakukan sampai sampai Viona begitu,kenapa,mengapa,dan bla bla bla bla.....semua teman sekelas berbisik tanya sendiri sendiri. Sedangkan aku terpaku kaget tak berkutik.
"Eh anak baru jangan curi curi perhatian deh lo,,, anak baru aja udah sok sokan. Pake akting nabrak nabrak segala lagi. Ngomong aja kalo lo itu pengen diperhatiin,,Dasar jalang. Jalang yang nggak tau di untung"
Selvee yang biasanya membela ku kini dia pergi mengacuhkanku yang di perlakukan seperti ini. Hanya tangisan yang menemaniku saat ini. Sakitttttttt sungguuhhhh sakitttt.
"Apa maksudmu Viona,,aku memang tak sengaja karna aku sedang terburu buru. Apa salahkuuuuuu....huuuu huuu huuu" jawabku dengan tangisan.
Ingin sekali rasaanya aku berlari ke jurang yang curam dan tarjatuh tak bergerak dan bernafas lagi agar semua orang tidak terepotkan olehku.
Aku pun berlari meninggalkan Viona dengan secepat mungkin dan aku terrruuuuussssss berlari entah kemana tujuanku. Kini aku sudah sampai ditepi danau entah dimana aku berada sekarang yang pasti aku duduk bersandar pohon rindang di tepiiiii sungaiii.Disitu aku menangisss sekencang kencangnya.
Aku pun berteriak meluapkannnn kekesalanku.
Yaaa tuhaaaannnnn...ini sakkiiittttttttt,,,,sakiiittttttt sekali...aku memang tak pernah mempunyai seorang teman....hiiiiiiii huuuuuu....tapi mengapa disaat aku memilikinya kau memberiku ujiannn yang sangat.......aaaaaaaa....apa salahkuuuuu.?????
Tiba tiba rasa sakit menerjang kepalaku dan tanpa sadar rok yang kupakai telah berlumuran darah yang keluar dari hidungku.
Rasa sakit yang mencekat tenggorokan yang tak bisa membuatku berteriak meminta tolong.Dan keseimbanganku pun sudah mulai hilang akhirnya aku pingsan disitu.
Renazz home
Mamahnya Renazz yang terlihat khawatir karna disaat ia ingin mengukur pola gaun tiba tiba handphonenya berdering dan tertuliskan nama wali kelas Renazz yaitu Bu Mellsa.Waktu masih menunjukkan pukul 09:00 tapi mengapa Bu Mellsa meneleponnya pagi pagi seperti ini, apa jangan jangan ada apa apa dengan Renazz...Ya tuhannn lindungilah dia gumamnya.
Dan tak lama kemudian ia menggeser tombol hijau,,
"Haloo...selamat pagi"
"Iya....pagi"
"Dapatkah saya berbicara dengan Bu Enemee. Ada hal penting yang harus saya bicarakan."
"Iya bu,,ini saya sendiri. Ada apa ya bu..,??"
"Gini lho bu kan tadi pagi Renazz sudah berangkat sekolah tapi tiba tiba saja Renazz pergi dari sekolahan tapi tak membawa tasnya bu..!!.. Apa dia pulang kerumah ya bu..?"
"Ya tuahann...Renazzz..kemana kamu nak...dia tidak pulang kerumah bu.." dengan nada gusar.
"Kemana ya dia bu...kalau begitu nanti kalau Renazz sudah sampai ke rumah, mohon beritahu kami ya bu.??"
"Ohhh...iya iya bu nanti jika Renazz sudah pulang saya beritahu...Terimakasih bu atas infonya"
Ya tuhaannnn...dimana kamu nak..jangan buat mamah khawatir seperti ini. Kamu satu satunya harta yang mamaah miliki. Gumamnya khawatir.
Tok tok tok tok tok
"Iyaa sebentar..siapa yaaa.." teriak mamah Renazz dengan suara parau karna habis menangis.
Ckkleeekkkk
"Ohh god....what happens with you baby" teriaknya ketika melihat Renazz di bopong oleh dua orang yang tak dikenalinya.
"Tolong baringkan dia di kursi putih itu saja pak...saya akan panggil dokter spesialis pribadinya dulu"
"Iya iya bu..."
setelah selesai para bapak pun berpamitan.
"Kami mohon permisi dulu bu,,dan tolong dokternya secepat mungkin untuk datang kesini.Sepertinya nadinya lemah"
"Iya pak...sekali lagi terimakasih ya pak..maaf sudah merepotkan..semoga tuhan membalas kebaikan kalian."
"Sama sama bu.. semoga putri ibu cepat sembuh"
Mereka pun berlalu pergi dan tak lama kemudian seorang dokter wanita pribadi Renazz pun datang dan langsung mengambil peralatan dan menyuntiknya dengan berbagai cairan entah apa. Dan membersihkan darah yang ada di hidung Renazz dan menginfusnya. Keadaannya cukup lemah dan kata itu membuat tangisan Enemee tidak mereda mereda.
Hai hai haiii....jangan nangissss kasihan airmatanya.😢😢😢😢😢.
Mohon comment and votenya ya kawan😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Seburuk Itukah Diriku
General FictionTeman......sebuah kata yang sungguh indah bagi mereka....yaaa..MEREKA bukan Diriku.Orang yang selalu membuat mereka tertawa,bahagia,senang,susah,maupun sedih.Tuhannnn....Aku ingin seperti mereka!!!
