Sakit.

74 5 0
                                    

Tentu saja ini membuat hati Karlyn sakit.

Karlyn mengalihkan pandangannya agar tidak merasa lebih sakit.

"Brave, gue gaada yang jemput hari ini, lo mau nganterin gue ga?" Pinta Carrisa.

Kebetulan rumah Carrisa dan Karlyn tidak searah, arahnya berlawanan.
"Oke gue anterin. Karlyn, lo abis ini nak angkot aja gapapa?" Kata Brave

sungguh. hati ini terasa perih.

"gapapa, lagian gue juga udah bilang ke lo dari awal, gausah anterin gue pulang tiap hari, lo serasa ojek tau ga hahaha" jawab Karlyn sambil mengeluarkan jurus fakesmile and fake laughnya.
lagi pula ia sadar, ia bukan siapa-siapa.

kalo emang lo sayang sama gue, lo gaakan tergoda sama apapun.

~~~

Karlyn sudah sampai di rumahnya, ia langsung saja masuk tanpa menghiraukan kedua orang tuanya. Orang tuanya tampak bingung melihat kelakuan anaknya, tidak biasanya ia begitu.
"nak, kamu gapapa? Kok keliatannya sedih gitu.. Kamu ada masalah? Sini cerita ke mama" tanya Niken ibunya Karlyn.

"gapapa ma, gaada masalah kok, cuma tadi aku pusing sedikit. Aku ke atas dulu ya ma, biar pusing aku ga makin parah, bye" jawab Karlyn lantang mencari alasan.
Ketika Karlyn sudah berada di kamarnya, ia langsung membanting tasnya ke lantai dan mendobrak pintu kamarnya.
BRAKK!!
Semua orang yang ada dirumah terkejut mendengar itu. Orang tuanya sangat panik, mereka bingung apa yang terjadi dengan Karlyn. Tapi mereka tidak mau mencari masalah dengan Karlyn, karena mereka tau, jika Karlyn sudah marah, rumah bisa hancur dengannya. Jadi orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan membuang nafas beratnya.

"KENAPAAA!!!??? KENAPAAA!!!????" Teriak Karlyn sampai terdengar ke rumah tetangga.

'BERISIK OYY!!" Teriak salah satu tetangga yang ada di sebrang rumahnya. Kedua orang tuanya haya tertawa kecil karena teriakan tetangga itu, siapa lagi kalau bukan Brina? Brina adalah anak dari bu Icha dan pak Kylon. Keluarga mereka sangat dekat dengan keluarga Karlyn, bahkan sudah dianggap saudara.
Tiba tiba ada SMS masuk dari handphone Karlyn

SMS

Brina
lyn, lo kenapa? ada masalah? sini cerita ke gue, biasanya kalo lo ada masalah selalu cerita ke gue... Kenapa sekarang engga?

Me
sorry brin, tapi gue gaada waktu..

Brina
sekarang? lo lagi kosong kan? gue kesana ya, gue mau lo ceritain semuanya ke gue, gue gamau lo pendem semua rasa sakit itu sendirian, bakal jadi lebih perih lyn.. gue tau lo belum cerita ke gue, tapi gue tau lo lagi sakit hati, gue bisa ngertiin lo kok.

Me
hari ini? gue gabisa, udah malem juga.

Brina
yaudah, kalo lo ada waktu cerita ya..
read

SMS END

Karlyn tidak membalas lagi.

~~~

Di sekolah, Karlyn mencari cari Brave tanpa memperdulikan suasana, ia telah memasak makanan khusus untuk Brave, meski Brave sudah menyakitinya, tapi ia tetap peduli dengannya. Karena inilah cinta, seberapapun rasa sakit yang ia rasakan, ia tetap peduli dan tetap mementingkan kebahagiaan orang tersebut, tidak lagi memikirkan hatinya sendiri yang perlahan lahan sudah mulai hancur.

krekk....
Karlyn membuka pintu kelas Brave dengan perlahan lahan. Betapa kagetnya Karlyn melihat Brave berduaan dengan Carrisa dikelasnya? Ia melihat Brave memainkan rambut Carrisa sambil merangkulnya. Carrisa memegang pundak Brave dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memegang tangan Brave yang sedang merangkulnya.
tes..
Tanpa ia sadari, air matanya keluar karena rasa sakit yang ia rasakan. Layaknya ribuan duri menancap pada hatinya. Makin lama makin deraslah air matanya keluar.

"Kar? Lo ngapain disini?" tiba tiba Ashley datang mengejutkan Karlyn. Ashley melihat wajah Karlyn yang sangat sedih, dan melihat air matanya yang jatuh.
"L... Lo kenapa?"

"gue gapapa."
Tanpa pikir panjang, Karlyn langsung pergi meninggalkan Ashley sendiri.
Ashley yang kebingungan dan khawatir langsung melihat ke dalam kelas yang Karlyn lihat. Ashley melihat Brave dan Carrisa berduaan. Ashley tau apa yang Karlyn rasakan saat ini, ia tau Karlyn mencintai Brave, dan yang ia tau Brave juga mencintai Karlyn karena kelakuan dan perhatiannya pada Karlyn.
Ashley langsung mengejar Karlyn sambil memanggil manggil nama Karlyn. Tapi ia kehilangan jejak. Ia tidak tau Karlyn pergi kemana, ia melihat jam tangannya dan 2 menit lagi bel masuk kelas. Langsung saja Ashley pergi ke kelasnya. Ia berfikir kalau Karlyn sudah ada didepan kelasnya.

Namun, ketika bel berbunyi Karlyn tidak datang juga. Entahlah ia dimana,

brak!

suara apa itu? suara itu terdengar seperti orang yang terjatuh, sepertinya jatuh pingsan.


tbc
ga ngerti? sori baru pertama kali bikin wattpad heheh
semoga tertarik, jangan lupa baca part selanjutnya yaa!!
di vote jangan lupa ya!

HopelessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang