“Kenapa sih didunia ini ada orang senyebelin lo? Iya, lo nyebelin banget! Cakep kok gak nanggung-nanggung.”
----
“Baiklah anak-anak hari ini kita kedatangan mahasiswa-mahasiswi yang akan magang di sekolah kita,” ujar pak Dedi sebagai kepala sekolah di sela-sela amanatnya. “Saya persilakan kepada ketua magang untuk menyampaikan perkenalannya.”
Seorang mahasiswi naik ke podium dengan langkah agak gugup. Namun tampaknya ia mencoba menenangkan dirinya.
“Selamat pagi, teman-teman!” buka gadis itu.
“Pagi, Buuu.” Jawab murid-murid SMA Nusa Bangsa serempak.
“Perkenalkan saya Arabella Nadia, atau kalian bisa panggil saya –“ kata-katanya terpotong karena antusiasme murid laki-laki yang sontak berteriak riuh.
“PAGI BU ARAAA....”
Sang kepala sekolah dan beberapa guru menenangkan anak murid mereka agar upacara kembali kondusif.
“Em, iya. Boleh panggil saya Ara. Terimakasih.” Ara tertawa kecil melihat tingkah murid-murid dan melanjutkan amanatnya. “Saya sebenarnya hanya wakil dari kelompok magang ini, namun berhubung Pak Alan, ketua kelompok kami sedang berhalangan karena ada masalah kesehatan, maka saya yang menggantikan beliau untuk menyampaikan amanat ini. Kami, mahasiswa dan mahasiswi universitas Bakti Pancasila akan melakukan magang disekolah ini selama dua bulan kedepan. Kami harap, teman-teman sekalian bisa membantu kami dan kami mohon kerjasama dari teman-teman sekalian. Terimakasih.” Ara turun dari podium dan diiringi riuh tepuk tangan dari murid-murid.
Satu persatu mahasiswa dan mahasiswi diperkenalkan, agar saat masuk kelas, tinggal perkenalan yang lebih mendasar dan tidak terlalu banyak waktu KBM yang terbuang.
****
“Gue tungguin di kantor tadi, Bel. Lo kemana sih? Lama banget!” cerocos Gita, salahsatu rekan magang Ara sekaligus sahabatnya.
Sebenarnya Arabella biasa dipanggil Bella, dan saat pekenalan tadi, ia juga akan memperkenalkannya demikian, namun berhubung anak-anak memotong pembicaraannya, maka ia pasrah saja dengan panggilan Ara.
“Ceritanya panjang, gue ceritain pas istirahat. Sekarang gue mau menghadap Bu Aini buat ngambil materi sama data kelas yang bakal gue ajar.” Bella menyimpan tasnya di ruangan khusus yang dipersiapkan pihak sekolah untuk para mahasiswa magang. Ia sedikit merapikan pakaiannya dan menyeka keringat di dahinya dengan tisu.
“Oke. Lo hutang cerita!” Gita juga bersiap dan keluar ruangan terlebih dahulu.
“Sip!” Bella mengacungkan jempolnya dan mengekori Gita keluar ruangan.
“Permisi, Bu, saya mau ngambil jadwal dan materi untuk hari ini.” Ujar Bella sopan.
“Oh Ara? Ini saya sudah siapkan semuanya disini.” Bu Aini menyerahkan sebuah map berisi data siswa dan sebagainya.
“Baik, Bu.” Bella membuka mapnya dan melihat kelas 12 IPA 1 dalam absensinya. Berarti itulah kelas pertama yang akan ia ajar.
Bella mengajar bahasa inggris kelas duabelas di SMA Nusa Bangsa.
“Tapi Ara, tunggu,” bu Aini menahan Bella sebelum keluar dari ruangannya.
“Iya, Bu?” Bella berbalik dengan heran.
“Di kelas yang kamu ajar sekarang, ada anak yang cukup bermasalah dengan pelajaran saya. Namanya sudah saya tandai dengan stabilo di absensinya. Saya harap kamu bisa menanganinya.” Pesan Bu Aini.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Student
Teen Fiction#414 in teenfiction (April, 2k18) Devon, adalah seorang punggawa dari squad bad boy SMA Nusa Bangsa bernama Alien Squad. Ia adalah siswa kelas XII, most wanted guy, namun merupakan siswa paling menjengkelkan bagi guru-guru SMA Nusa Bangsa karena ken...
