Ketika cinta berubah jadi pengorbanan
Ketika sang malaikat jatuh cinta kepada salah satu iblis dari sang musuh kekal rasnya sendiri.
Waktu yang menentukan
Membuktikan ketulusan cinta sepihak
" Cinta itu buta, aku bahkan telah merasakannya. Aku menci...
Pertarungan antara dua jenis makhluk seketika dimulai. Angel segera berhenti mengepakkan sayapnya dan mengeluarkan soul weapon golden milik nya. Sekejap kemudian tak lain, Lucifer juga Memunculkan soul weapon hitam pekat miliknya.
" Golden Soul out " ucap angel, seketika langit menjadi terang keemasan dan mengarah ke senjata jiwa milik Angel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Darkness Soul Out " Ucap Lucifer, berlalu awan menjadi mendung diikuti percikkan api yang muncul dari langit hitam. Dan kembali menuju ke arah senjata jiwa milik Lucifer.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pertarungan pun resmi dimulai, Masing-masing bertarung dengan kekuatan mereka berdua selama berjam-jam. Pertarungan tersebut menyebabkan, Bukit menjadi hancur terbelah dua, pohon-pohon di sekitar tumbang, Retakan ada di mana-mana, langit yang berbeda antara dua batasan. Mereka tak saling ingin mengalah..sampai akhirnya Angel mencapai batas kekuatan maksimal nya.. Dan dapat diprediksi pertarungan tersebut akan segera usai.
***Lompat*** ***Cerita***
Tanpa rasa belas kasihan sedikitpun, Lucifer akan segera menancapkan soul weaponnya kedada Angel. Namun sesuatu menghalangi yang nampak kabut-kabut putih keperakkan.. Seorang malaikat tersebut segera turun sambil mengepak-ngepakkan sayapnya. menghampiri pertarungan sengit mereka. Segera ia menghempaskan Lucifer..membuat Lucifer mundur kebelakang beberapa langkah dari Angel.
" aku tak akan membiarkan adikku mati di tangan iblis sepertimu" ucap Ronbalt Vertfillia( Kakak Angel ) sambil mengendong Angel gaya Bridal Style
* * * *
"Bernyali sekali kau mengacaukan pertarunganku" ucap Lucifer datar.
" aku menghargai pertarunganmu yang berhasil mengalahkan adikku! Aku akan membawa dia pulang!! " ucap Ronbalt tanpa basa-basi.
Lucifer hanya terdiam, memperhatikan malaikat tersebut pergi ke langit. Ia pun segera pergi dan menyimpan soul weapon nya dengan cara di hilangkan menggunakan sihir hitamnya.
* * * *
[ Di Alam Surgawi Veltfillia ]
Angel POV
Seorang gadis tertidur pulas diatas ranjang yang berukuran king size. Tak lama matanya terbuka yang memperlihatkan manik mata biru langit miliknya. Dikejap-kejapkan matanya beberapa kali hingga kesadaran telah memenuhinya.
" Hmm...ini kamarku ?? Dan aku baru bangun tidur??? " Gumanku.
Tapi, ketika aku hendak bangun menuruni tempat tidur..rasa sakit menguasai tubuhku. Seketika memori ku kembali berfungsi mengingatkanku ketika aku bertarung dengan iblis brengsek itu.
" Tidak..Apa ini, aku sedang bertarung dengan iblis itu dan sekarang aku berada di balkon ku sendiri!"
Yang aku ingat aku sedang bertarung namun karna terlalu banyak mengeluarkan kekuatan..penglihatanku memudar dan kegelapan menyelumutiku.
" atau...ini kamar si brengsek itu dan dia mencoba mengecohku dengan mendekorasikan kamar ini mirip dengan milikku??? Apa dia menculikku untuk dijadikan tumbal atau makanan peliharaannya????" Khayal Angel #tingkatdewa!!
Seketika Pintu Balkonku terdengar bunyi ketukkan.
" Tuk...Tuk...Tuk.. "
Lalu pintu balkonku terbuka dan menampakkan seorang pria berotot kekar, berambut scarlet sedang melangkah menghampiriku..yha dia adalah kakakku. Jadi aku berada di balkon ku sendiri. Dan bukan hasil ecohan iblis sialan itu.
Kakakku adalah orang yang menyebalkan, dia juga sangat dingin. Hampir-hampir ia bahkan tak menjawab kata-kataku Ketika hal yang aku bicarakan tidak penting. Kadang aku heran, kenapa laki-laki yang aku temui di dunia ini selalu bersikap dingin. Apa enaknya dengan hanya duduk diam, berdiri diam, semuanya diam. Tak jauh berbeda dengan sebongkah patung saja.
" aku sangat merasa terhormat, kakakku yang sangat dingin ini datang menghampiriku." Ucapku sambil tersenyum .
Namun, kakakku menatap ku dengan ekspresi serius dan membuat ku malas menatap dirinya yang sangat serius dan itu lebih menyebalkan daripada ia bersikap dingin.
" apa yang kau lakukan sampai harus bertarung dengan iblis " ucap Ronblat .
Aku hanya diam dan kembali menatap matanya. Aku juga tidak tau kenapa aku harus mengikutinya hingga pertarungan terjadi antara kami...hatiku selalu menuntunku bersamanya dan bukan aku.
Aku pun segera memikirkan satu-satunya alasan paling masuk akal dari seribu alasan tak bersumber milikku.
"A...anu kakak..iblis itu mengajakku bertarung" ucapku bohong meski tak sepenuhnya😋
Kakakku hanya menatapku dalam diam, dan kemudian pergi meninggalkan balkon ku. Aku pun hanya menghela nafas. Mungkin alasan ku masuk akal dan dapat dipercaya.
Aku pun kembali berbaring dan memikirkan iblis itu
"Dia tampan juga..." tanpa sadar aku mengucapkannya membuatku segera tersipu dan menampar pipiku.
Oh tidak. Apa yang aku ucapkannya. Kenapa aku memikirkannya.