Setelah terakhir kali pertemuan di cafe, baik Kim Bum maupun So Eun mencoba untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Kim Bum terus bekerja mengembangkan perusahaannya yang kini telah memiliki cabang di Jepang dan China. So Eun bekerja sebagai guru Bimbingan Konseling untuk mengatasi murid yang bermasalah. Namun karena pembawaan So Eun yang supel dan bersahabat membuat banyak murid terutama wanita yang menjadikannya teman curhat. Bahkan ada yang menunggu So Eun di Apartemennya agar bisa segera curhat kepada So Eun.
So Eun juga tetap menyempatkan untuk membantu Ara dan Hyesun di Toko Roti keluarga Goo pada hari sabtu dan minggu. Sebenarnya Ara dan Hyesun sudah menolaknya karena selama dua minggu ini setelah So Eun kembali ditunangkan dengan Ki Bum sepertinya So Eun sengaja menyibukkan dirinya agar sedikit melupakan pernikahannya dengan Ki Bum yang akan berlangsung tiga bulan lagi. Ara dan Hyesun prihatin dengan keadaan So Eun walaupun So Eun tetap berusaha ceria. Tapi segala kesibukan So Eun membuatnya sedikit lemas dan kurus.
Kim So Eun pov
"Tidak apa Oppa kalau kau tidak bisa menjemputku......Aku bisa pulang dengan bis..... Oppa tidak perlu khawatir......" Ucapku kepada Ki Bum Oppa diseberang telepon. Akhirnya Ki Bum Oppa mengakhiri pembicaraan kami karena Dia sedang bersama kliennya yang berasal dari Perancis sehingga akan sangat susah mengatur jadwal ulang pertemuan jika Ki Bum Oppa membatalkannya. Aku mengerti posisinya. Bahkan Aku cukup senang bisa terhindar darinya.
Apakah Aku jahat jika berfikir seperti itu. Sudah 1 bulan Aku tidak bertemu dan berhubungan dengan Kim Bum Oppa. Jujur Aku sangat merindukannya. Walau terakhir bertemunya Aku berusaha tegar dan mencoba menerima semuanya dengan lapang dada. Namun, perasaanku tidak bisa berubah. Bahkan hanya dengan mengingat kebersamaan kami selama sebulan walau dengan intensitas jarang, itu semua tetap membuatku semakin mencintainya.
Entah apa yang salah dengan diriku. Semua perlakuan baik dan perhatian dari Ki Bum Oppa tidak bisa membuatku mencintainya. Bahkan Aku sengaja menyibukkan diriku agar bisa mengurangi intensitas pertemuan dengannya. Sebenarnya bukan alasan yg direncanakan juga. Namun karena banyak murid yang mengantri ingin curhat denganku sehingga membuatku menerima semuanya hingga sekolah tutup. Lelah juga, namun Aku tidak tega menolaknya. Bahkan ada juga yang rela mendatangi dan menungguku di apartemen hanya untuk curhat denganku. Ki Bum Oppa yg mengetahui situasiku pun tidak bisa membantu atau menolak. Karena pernah Dia memarahi murid2 yg selalu ingin curhat dengan ku sehingga mengganggu saat Ki Bum Oppa ingin berkencan denganku. Namun yg terjadi semua murid marah padaku sehingga sering menimbulkan masalah di sekolah. Sejak itu Aku menerima semua murid yg ingin curhat denganku.
Ki Bum Oppa selalu berusaha membuatku tersenyum dengan sifatnya yang supel dan humoris. Namun perasaanku tetap sama selama 5 tahun Ki Bum Oppa mendekatiku yaitu hanya menganggapnya teman. Apa perasaan selama 1 bulan bersama Kim Bum Oppa begitu kuat sehingga sangat sulit tergantikan. Bukan, itu bukan hanya perasaan selama 1 bulan. Namun itu perasaan yang muncul sejak lama. Sejak 7 tahun yang lalu sejak Hee Sun Eomma menceritakan tentang seluruh anak2nya.
Hee Sun Eomma memang menceritakan tentang seluruh anak2nya namun entah kenapa sejak awal Aku hanya tertarik mendengar tentang Kim Bum Oppa walau tanpa mengetahui wajahnya karena Hee Sun Eomma tidak pernah memperlihatkannya. Apalagi semakin dewasa sifat Kim Bum Oppa semakin keren. Kim Bum Oppa yang rela bekerja keras untuk adik2nya tanpa memikirkan kehidupan pribadinya. Tidak mudah dekat dengan wanita, dingin, tertutup namun dapat bersikap manja pada seluruh keluarganya jika dia sangat lelah.
"Kim Bum Oppa....bogoshipeo" gumamku pelan disertai airmata yang menetes. Namun Aku segera menghapusnya saat terdengar suara murid2ku memanggilku. Apa yg dilakukan sepuluh muridku jam 9 malam di halte bis ini bahkan masih menggunakan seragam.
Setelah menanyakan alasan murid2ku berada disini akhirnya Aku tahu ternyata mereka sebenarnya sudah menantiku untuk curhat. Namun mereka sempat makan malam dulu sehingga mereka tidak melihatku keluar sekolah. Merekapun mulai berebut untuk bercerita padaku. Aku lelah dan ingin menolak namun tidak tega. Akhirnya Akupun ketinggalan bis terakhirku karena mereka menahanku dan berjanji akan mengantarku pulang. Saat mereka berdebat siapa yg akan lebih dulu curhat, tiba2 ada seseorang yg menarikku sehingga Aku berada sedikit menjauh dari mereka. Saat Aku melihat siapa orang itu ternyata dia adalah....Kim Bum Oppa.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You, So Don't Ever Let Me Go
RomanceCinta yang harus diuji karena rasa balas budi