Kamu (1)

62 5 0
                                        

'Aku selalu bersyukur memiliki teman sepertimu.'

😺😺😺

Author

Pagi yang cerah setelah selesai mandi dan bersiap-siap berangkat ke sekolah, Reina melangkahkan kakinya ke luar kamar dan matanya langsung melihat ke arah Ayah Bundanya . 'Tumben Ayah sama Bunda gak sibuk, ini hari senin kan ya' batin Reina.

"Rei, Reina tadi udah sholat subuh kan, Bunda sengaja tadi gak bangunin, itung-itung buat latihan, biar kedepannya bisa bangun pagi sendiri heheh." Kata Sela-bundanya Reina.

"Sudah kok Bun, iya, Reina tau kok. " Reina membalas pertanyaan Bunda yang sangat disayanginya itu.

"Anak pinter, yaudah yuk ayah, Rei, kita sarapan Bunda udah masakin makanan kesukaan kamu. "

"Eh, ayah kok belum berangkat kerja? "

"Iya, ayah berangkatnya siangan sekalian nganter kamu ke sekolah. " Kata Wijaya-ayah reina

"Okke yah, yuk sarapan. "balas Reina sambil menggandeng lengan Ayah dan Bundanya. Reina memang terlihat manja, jika dihadapan orang tuanya, tapi beda jika dihadapan teman-temannya.

"Eh anak ayah udah besar ya sekarang. " Wijaya menarik ujung hidung anak perempuannya itu.

"Ah ayah, sakit. "

"Duh, pesek sekali hidung anak ayah. "

"Biar, wlekk.. Keturunan Bunda yahh. "

"Tapi bunda lebih cantik. " Wijaya kembali menggoda putrinya, yang masih saja dianggap masih kecil.

"Ih ayah, aku juga cantiknya sama kaya Bunda kok, iya kan bun? " Tanya Reina dengan menyentil lengan Bundanya.

"Aduh, iya anak Bunda cantik, lebih cantik dari bunda. "

"Tuh kan yah, apa kata Reina heheh. "

"Udah, udah.. yuk sarapan, Ayah mau Bunda ambilin nasinya ?" Tawar Sela ke suaminya

"Iya dong Bun, diambilin istri tercinta biar lebih enak makannya. "

"Ih ayah bisa aja. Reinata mau sekalian diambilin? "

"Heheh iya bun, tapi dikit aja nasinya. " Reina tersenyum manis ke arah Bundanya.

"Kok dikit? Segini ya?'sambil memperlihatkan banyaknya nasi di piring Reina ' Makan yang banyak, biar nanti gak kelaperan waktu jam pelajaran. "

"Iya bun, segitu aja, iya. "

Mereka menyantap sarapan pagi mereka dengan nikamat dan hangat, karena jarang ayah reina masih di rumah saat pagi hari, beliau kadang berangkat sehabis subuh dan tidak sempat sarapan bersama Reina, mengingat tempat kerjanya yang cukup jauh.

Selesai sarapan, Reina berangkat ke Sekolah diantar oleh Ayahnya, tak lupa ia berpamitan kepada Bundanya, dan mencium punggung tangannya.

"Assalamu'alaikum Bunda, yuk Ayah. "

"Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan ya Ayah, Rei, belajar yang bener sayang. "

"Siap bundaa. "

Reinata dan Ayahnya sudah masuk ke dalam mobil dan berbincang bincang tentang sekolah, pelajaran, temannya reina dan hal hal lain. Dan Reina sangat rindu diantar oleh Ayahnya ke sekolah, karena biasanya Reina berangkat dengan motornya sendiri. 20 menit kemudian sampai di gerbang sekolah Reina SMA N 1 Flamboyan 'mirip ruang inap di rumah sakit ya hehe' Reina pun mencium punggung tangan ayahnya dan turun dari mobil.

"Reina... "
Seseorang memanggil Reina dengan suaranya yang nyaring.
"Eh elo syaf. " ya yang memanggilnya adalah sahabat Reina. Syafa.

"Mata lo kenapa sembab? Habis nangis lo syaf. " Reina yang melihat mata sahabatnya yang sembab pun merasa khawatir karena setau Reina Syafa jarang sekali menangis.

"Eh hehhe itu, semalem nonton drakor sampe larut malem, jadi gini deh."

"Haa sejak kapan lo jadi suka nonton drakor aelah."

"Sepupu gue suka banget sama drakor, terus gue penasaran, jadi gue nonton deh, eh lu tau gak sih ternyata bagus bangett, ganteng lagi cowoknyaaa ihh greget deh gue, tapi ceritanya sedih bangett.. gue aja sampe nangis sesenggukan ."

"Hahahha ya ampun gue kira lo kenapa, nyesel gue udah khawatir, ish jangan kebanyakan nonton drakor tapi, zina mata wkwkwkwk. Lu nya yang cengeng kali. "

"Apaaa? Sumpah demi apa lo khawatirin gue? Ya Allah lo kok jadi baik gini wkwkwk. Iyaa iya bu guru gak banyak banyak nonton kok, soalnya masih pemula hehe. Eh gak ya gue gak cengeng, gue aja jarang nangis, tapi bener deh tu drama emang sedih banget. "

"Gue juga manusia kali punya rasa khawatir sama sahabat sendiri. "

"Ciee ih kok Reina jadi so sweet sih. "

"Huss, soswat soswit yuk buruan ke kelas ."

"Hehhe yuk. "

Reinata, Syafa, dan Farhan berada dalam kelas yang sama, jadi mereka hampir setiap hari ketemu, gak bosen bosennya ribut ,berantem hehe udah biasa.

Saat perjalanan ke kelas tiba tiba,
Bruk...

Seseorang menabrak Reina dari arah belakang.
"Aduhh... Punya mata gak sih l- ehh elo lagi elo lagi, kenapa sih bikin masalah terus sama gue. " Reina yang kesalpun langsung menyemprot orang yang menabraknya.

"Gue gak sengaja, sorry, mana gue tahu itu lo, udahlah gue buru-buru lagi males debat, bye. "
Dan udah bisa ditebak lah ya yang nabrak siapa, benar betul right richtig yang nabrak adalah REINANDA.

"Ih nyebelin banget sih gak sopan tau gak, udah nabrak langsung cabut aja, sok sibuk lagi huuhh. "

"Rei lo gapapa? " tanya Syafa

"Iya, gapapa, yaudah yuk ."

"Oke oke. "

Sampai di kelas, Reina dan Syafa langsung menuju ke bangku mereka dan tidak lama setelah itu bel berbunyi tanda pelajaran pertama akan segera dimulai.

"Rei, lo udah ngerjain Pr dari bu Susi belum? "

"Udah dong, mau nyontek? Hehe tumben. "

"Ih enggak, gue cuma ngingetin sebagai sahabat yang baik hehe. "

"Ih sok deh. " balas Reina sambil menjulurkan lidahnya.

1 menit kemudian bu Susi guru Biologi telah berada di dalam kelas.

"Selamat pagi anak anak. "

"Pagi bu. "

"Keluarkan buku Pr kalian, Ibu akan cek pekerjaan rumah kalian. Yang tidak mengerjakan harap maju ke depan. "

"Baik bu."
Guru ini memang membuat mood Reina hancur, bukan hanya Reina tapi juga teman sekelasnya.

TITIK Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang