"Arra" seseorang memanggilku saat baru memasuki halaman sekolah.
"Wah eunsang anyeong! " sapa ku dan melambaikan tanganku ,eunsang adalah sahabat dan teman sebangku ku.
"Arra, bagaimana liburanmu? Apa kau sudah sarapan,?Dan bagaimana kabar kakakmu baik? "
"Yaakk pertanyaan mu membuatku kenyang, bagaimana bisa pagi-pagi kau menyuapiku pertanyaan eoh? " jawabku kesal
"Hehe mian"kedipan matanya membuatku luluh, eunsang adalah yg terbaik dalam sejarah pertemananku.
"Baiklah aku akan jawab, liburanku tidak buruk karena aku menghabiskan waktu di depan komputer kepoin wanna one hahaha, trus uri oppa dia sedang patah hati wanita yg ia cintai meninggal dalam kecelakaan. Sudah beberapa minggu ini dia masih menyendiri"
"Aigoo jinjja? Kasihan, jika diijinkan bolehkah aku mengisi hatinya yg kosong?? "
"Hahaha jgn berharap, di orang yg berpendirian tetap. Kau akan sulit untuk mengetuk hatinya"
"Ow baiklah, aku hanya bisa mengagumi kakakmu dari jauh" aku dan eunsang jalan menuju ruang kelas, dimana banyak suasana baru, tas baru, sepatu baru, baju baru, rambut baru. Karena kami baru saja naik kelas, aku dan eunsang menduduki kelas 11c.
Saat aku dan eunsang sedang berbincang,tiba-tiba wali kelas memasuki ruang kelas dengan diikutinya seorang namja dibelakangnya.
"Selamat pagi anak-anak,karen hari ini hari pertama kalian masuk di tingkat yg lebih tinggi dari kemarin bapak harap untuk hari ini kita kerja bakti bersihkan kelas" penjelasan wali kelas membuat semua siswa mengeluh.
"Yah ela pak,kita kan baru masuk masa disuruh bersih-bersih. Nnti baju kotor pak" rengek guanlin
"Iya pak harusnya besok,hari ini pemberitahuan dan pulang awal pak" protes jihan
"No comen,dan oh iya kalian pasti kenal dia kan. Awal kalian masuk SMA ini dia juga ada masuk lalu pindah ke Australia karena ayahnya yg perpindah tugas, dan sekarang dia memutuskan untuk menetap disini, dan jika mau kamu boleh perkenalkan lagi pada teman-temanmu" ucap pak Daniel pada siswa tersebut .
"Park woojin" singkat jelas padat dan dia segera berjalan menuju kursi yg masih kosong dengan tatapan aneh saat mata kami bertemu.
"Arra, arra yakk arra-ya? " pekik eunsang membuyarkan lamunanku setelah menatap matanya.
"Arra, ada apa? Eoh? "
"Ah tidak, tidak ada apa-apa "
"Yasudah yuk kita bersiap-siap bersih kelas" aku hanya mengangguk dan bangun dari dudukku seraya mengikuti eunsang namun mataku masih tertuju padanya.
"Eunsang"panggilku, saat eunsang sedang mengambil beberapa peralatan untuk bersih kelas.
"Ehm"
"Park woojin, dia yang suka buat ulah kalo dikelas kan? Yg setiap mata pelajaran yg dibenci selalu buat ulah dan bolos kan? " tanyaku heran
"Iya, emg ada apa dengannya. Toh diapun masih sama kyk dulu kyknya"
"Tidak tidak, maksudku. Pak Daniel bilang dia pindah ke Australia, tapi beberapa bulan yg lalu waktu aku berkunjung kerumah nenek saat nenekku meninggal aku melihatnya disana"
"Jinjja? Lalu bagaimana dengan Australia? "
"Entahlah, dan anehnya saat aku menatapnya dia balas menatapku dengan tatapan nanar seperti ancaman" eunsang semakin bingung dengan semua ucapanku.
"Ah molla, aku gak ngerti apa yg trus kau ucapkan arra. Lebih baik kau bantu aku bawa ini" aku pun menurut, dan membawa beberapa untuk di bawa kekelas dengan pikiranku kemana-mana.
Saat sesampainya didepan kelas, tepat dipintu aku dan eunsang berpapasan dengannya. Iya dengannya park woojin, salah satu barang yg aku bawa jatuh dan dengan sigapnya dia mengambilnya dan memberikannya padaku. Sontak kata yg tak kusangka keluar dari mulutku
"Kau siapa? " aku, dia, eunsang, dan yg lain terdiam heran dan membelalakan mata kaget.
Please comentnya ya 😁 diperlukan untuk kemajuam penulis
KAMU SEDANG MEMBACA
The Problem When It Ends
Fanfictionsaat masalah masalah dan masalah datang bertubi-tubi, aku putus asa haruskah aku berakhir didunia fana ini 😞😞
