Ttaakk, sebuah pukulan mendarat dikepala ku. Aku pun meringis kesakitan "yyakk" segera kubalikkan badanku untuk melihat siapa yg memukul kepala ku.
"Arra, pertanyaan macam apa itu eoh? " "Eh bapak"pak Daniel menatapku marah. "Bukannya cepet bersihkan kelas, malah nanya pertanyaan aneh" tegasnya masih sedikit melirik ke woojin. "Yah ela bapak biasa aja kali gak usah sewot, ini juga udah mau otw bersih-bersih" segera kusambar sapu ditangan woojin dan masuk ke dalam kelas.
Dalam ruang kelas kami membagi tugas, laki-laki bereskan meja dan kursi, lap jendela dan ventilasi ,sedangkan yang perempuan merapikan surat-surat ijin yang berada di laci guru, nyapu dan ngepel. Aku dan eunsang bagian nyapu, dan sesekali kupandangi wajah yg membuatku penasaran sejak ia masuk tadi pagi.
"Arra,yyaaakk arra"eunsang meneriakiku. "Aku tidak tuli"jawabku cetus "Arra,dari tadi aku manggil bukannya nyaut ini malah bengong merhatiin woojin" Sewotnya "Eunsang,aneh deh masa iya si woojin yg anti bersih-bersih kok malah dia rajin banget, coba deh liat" aku dan eunsang pun memperhatikannya, tiba-tiba eunsang tertawa.
"Wae? "Tanya ku heran "Arra arra, namanya manusia pasti berubah. Mungkin kemarin waktu di Australia dia diberi hidayah akhirnya jadi anak baik dan rajin deh" "Tapi eunsang... " "Udah mending cepet nyapunya, mereka yg mau ngepel udah gak sabar"segera kulirik mereka yg bertugas ngepel, aits sorry haha. Akhirnya mau gak mau gua nyapu sambil mikirin tuh orang yang beda 180 derajat.
#bell pulang
"Arra, dahh aku udah di jemput duluan ya" eunsang berlari sambil melambaikan tangannya menuju ong seongwoo yaitu kakak eunsang dan juga senior kakakku di kampus.
Aku duduk di halte sambil ku ayuhkan kaki ku bosan menunggu kedatangan bus, tak lama kemudian datang seorang namja duduk tepat sebelah kananku, ku intip sedikit untuk menatapnya. "Anyeong" ucapnya tersenyum padaku , -ommo, apa yg dilakukannya? Apa dia baru saja menyapa ku?itu tidak mungkin, dia pasti bukan woojin- ucapku dlm hati. "Anyeong apa yg kau lamunkan?" tanya nya lagi,dan itu membuatku gugup. "Ah ye...ye..,apa kau bicara denganku?" tanyaku bingung😩
"Yaa...,karena kau teman sekelasku" ucapnya penuh dengan semangat,tapi kenapa dia bertanya dan apa itu alasan tak masuk akal. Bukan kah dari dulu dia mengenalku ,mengenal aku yg begitu membenci anak malas dan sok-sokan kyk dia, dan sering kali dia mengabaikanku saat ku beritahu.
"Ah ya kita teman sekelas"jawabku sambil cengir gak ikhlas. "Di jemput atau naik bus? " tanya nya lagi, ni orang sekarang byk tanya SKSD lagi. Waahh beneran gila, ah jadi penasaran.
"Naik bus, wae wae? " jawabku ketus sambil ku angkat dagu ku, kemudian dia tertawa. "Hahaha tidak aku hanya bertanya, dah duluan" ucapnya pergi seraya melambaikan tangannya padaku, kunaikkan sebelah alisku dan ku garuk kepalaku meski tidak gatal. "Aneh" decih pelanku, tanpa menunggu lama lagi bus menuju halte dekat rumahku datang.
Rumah
"Eomma aku pu... " kudengar suara gaduh dan ribut dari kamar kedua orang tua ku, ku liat pintu kamar sedikit terbuka kemudian kucondangkan kepalaku dan kusipitkan mataku. Dan yang kulihat adalah pertikaian mereka .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
dengan wajah yang kecewa ku hampiri dapur, dan kuambil 2 piring nasi+lauk dan sayur kubawa menggunakan nampan dan menuju kamar kakak ku.
"Kak" ucapku lirih,namun ia tak merespon. Ku ambil meja kecil di pojok kamar kakakku,kutaruh kedua piring tersebut. Aku duduk dan meletakkan tas ku di lantai. "Kak,makan yuk. Lihat betapa kurusnya kakak karena tidak pernah makan" ajak ku lagi namun tak di hiraukannya, dengan dada sesak kumasukkan nasi ke dalam mulutku,air mata ku deras. Penderitaan apa yang sedang kau uji Tuhan. Aku tersedak karena isakkanku, aku lupa membawa minum. Dengan cepat ku bergegas kedapur untuk minum dan tak lupa ku bawakan 2 gelas ke kamar kakak ku, untukku dan untuknya. Namun sebelum aku sampai di kamar kakakku, tiba-tiba ku dengar pecahan piring. tanpa ku perdulikan air di gelas yg tumpah-tumpah aku berlari menuju kamar dan kulihat ia memegang sebatang beling pecahan piring dan siap menyayat pergelangan tangannya. "Kakak tidak kak, kumohon kak. Aku menyangimu kumohon jangan lakukan itu"tangisku pecah sehingga membuat kedua orang tua ku yang sedang berselisih datang kekamar kakakku.
"Kak jae, ini arra kak. Arra mohon kak"tanpa memperdulikan isakkanku, dia tetap melanjutkan aktivitas nya. Eomma panik appa bingung, tanpa menunggu lama mereka segera membawa kak jae ke rumah sakit. Appa menggendong kak jae di punggungnya dan ibu mengambil tasnya, aku mengikuti mereka dan menutup semua pintu dan jendela mereka sudah masuk dalam mobil. Saat aku sedang menutup gerbang, tiba-tiba seorang namja dengan hp di tangannya dan earphone di lehernya menatapku bingung. "Arra"tanpa keperdulikan, aku segera masuk ke mobil.
"Ah jadi ini rumahnya, woojin ini kah yang sering kau ceritakan padaku. Ketika kau merasa ingin melihatnya, hanya dengan lewat rumahnya kau merasa lega. Woojin Woojin dasar anak aneh" dengan senyum kagum namja itu pergi meninggalkan rumah arra.
#bersambung
Please comentnya ya, buat motivasi untuk penulis. 😁😁