Part XIV
"Terbawa angin semua lelahku
Kini yang kurasakan hanyalah kesunyiaan..."
Sekarang aku tak lagi akan mengeluh terhadap apa yang aku rasakan, semuanya sudah berjalan semestinya walapun dunia ini belum bisa mengerti kehidupanku sesungguhnya, masih banyak yang argumentasi yang mengucilkan diriku. Aku tak marah mereka berfikir apapun tentangku, itu adalah hak mereka semua.
Seiring berjalananya waktu aku ingin belajar menerima semua ini dengan semampun ku. Sungguh ternyata luar biada kemampuan ini, untuk apa aku menyesal mendapatkannya ya? Nah buktinya kemampuan ini tak merugikan siapapun.
Malam itu, aku berada dirumah tanteku aku mencoba membuka semuanya dan membiarkan diriku merasakan apapun disekitarku. Dengan cara itu aku lebih merasakan semua yang ada didekatku terlebih suara angin pun yang membuatku sangat tenang.
Tak lama aku mulai semakin santai dengan ini, semuanya seakan kembali mengingatkan ku atas kejadian yang pernah terjadi padaku.
Setelah itu aku mulai membuka mataku tiba-tiba aku terkejut ada seseorang anak kecil yang sangat lucu dan manis, sedang duduk tepat di depan diriku sambil tersenyum. Dalam posisi yang terkejut dan ketakutan, aku mencoba menenangkan diriku dan memperlihatkan muka santai ku kepadanya. Sekitar 15 menit ia menatap diriku dan aku tak bisa melakukan hal apapun selain diam dan mencoba untuk tenang dan santai, aku berfikir ia tak akan melalukan apapun kepadaku atau dia hanya ingin mencari teman atau teman bicaranya. Ini hal pertama kali dengan jelas aku bisa melihat mereka lagi tanpa di gangu. Kemudian, aku mencoba untuk menyapa nya tanpa rasa takut. Aku berkata " Hei, kamu siapa, kenapa kamu datang kepadaku?", ia hanya menatapku dan tersenyum manis melihatku tanpa mengatakan apapun. Aku bingung apa yang dia inginkan dariku???. Tak lama ia tersenyum lagi dan memegang pipiku dengan tanganya yang sangat halus, aku sangat kaget dan rasanya aku ingin teriak tapi aku hanya bisa diam dan posisi membeku, sambil melihat ke arahnya. Lalu ia melepaskan tanganya dari wajahku kemudian ia hanya berkata: " Terima Kasih. Aku tak akan menyakitimu, sampai bertemu lagi." Lalu aku menatapnya dan aku hanya bisa tersenyum kepadanya tanpa membalas apa yang ia katakan kepadaku. Tak lama setelah aku menudukan wajahku, ia menghilang dari hadapanku. Wahh itu adalah hal pertama kalinya aku melawan rasa takut ku menghadapi mereka. Lain halnya seperti aku berbicara dengan tukis, berbicara dengan mereka yang baru ku jumpai sangat berbeda mereka semua mempunyai karakter bahkan sifat yang berbeda beda, kadang ada yang baik, jahil, nakal, bahkan pemarah. Itu yang membuatku sangat takut bila menjumpai mereka semua. Bertemu dengan si senyum manis membuatku menyadari bahwa tak seharusnya aku berfikir negatif dulu terhadap mereka, bahkan mereka hanya ingin kita tau bahwa mereka ada disitu dan ingin kita melihatnya bahkan hanya sekedar ingin bercerita saja.
Senang bisa bertemu dengan si senyum manis, walaupun ia sempat membuatku ketakutan bahkan badanku seperti membeku ketakutan. Benar ternyata semakin aku santai dengan semua ini, semakin banyak aku bisa merasakan hal-hal baru. Mungkin itu saja yang bisa aku ceritakan kepada kalian, bagaimana berjumpa dengan si senyum manis...
Sampai jumpa lagi senyum manis, aku berdoa semoga kamu sudah berada ditempat yang semestinya dan berada bersama semua orang yang bahagia atas hidupnya,,,,🍃
--Bersambung--
Thanks God🙇
* Thanks for reading💙
*Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan 🍃
*Selamat membaca💕
~~Salam Manis untuk pembaca~~
KAMU SEDANG MEMBACA
"Ini Ceritaku"
HorrorIni adalah kisah nyataku... Selamat Datang di dalam ceritaku.. Kalian semua akan merasakan manis pahitnya kehidupan... Ku awali kisah hidupku, dimana orang lain tidak pernah mengerti apa yang kurasakan. ** Begitu banyak kisah yang kulewati susah,se...
