Sekarang aku tahu maksud di balik kamu yang meninggalkanku tanpa satupun potret, kamu ingin membunuhku perlahan, kan? Dengan sejuta kenangan itu? Kamu ingin aku gila? Ya. Kamu memang berniat membuatku gila.
Kamu membuatku sengsara memikirkan kenangan-kenangan itu, lalu saat orang bertanya, aku hanya akan menceritakan tanpa bisa menunjukkan bukti sejuta kenangan kita. Sehingga aku disangka hidup dalam angan. Begitu bukan? Apakah kesengsaraanku belum cukup gila bagimu?
—Mawar Pertama

KAMU SEDANG MEMBACA
Catatan si Mawar
Non-FictionAku mencari tempat curahan hati, dan aku putuskan, di ruang oranye ini aku menumpahkan segalanya.... Karena aku rasa, tidak seorangpun mau mendengarkan curhatku. Atau akulah yang terlalu melebih-lebihkan? Entahlah, aku hanya ingin di sini. Kenapa? K...