LMS-Ch. 46: Unpredictable Incident

60.6K 3.6K 430
                                        

*Playlist di atas: Secondhand Serenade-Fall For You

CJ mau kasih tau dulu ya, kalau hari biasa tuh CJ sibuk sama real life jadi untuk update rada kesulitan 😭😭 Makanya CJ kalau hari biasa paling cuma bisa 1 kali dalam senin-jumat itu untuk update, selebihnya sabtu minggu CJ double, malah kalau sempet di triple kok 😢😢😂💕

Jadi di mohon pengertiannya ya, CJ juga nggak mungkin gantungin ceritanya kok, cuma emang nggak sempet kalau hari biasa 😢😢 Semoga kalian mengerti dan mau menunggu ceritanya ya 😢😘💕

Kiss dari Trio Handsome, and all Ackles Family 😘😘😘😘

Happy Reading⏳


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, ia harus tiba di depan kampusnya secepatnya. Pelan-pelan Livy menuruni anak tangga mengenakan dress berwarna merah terang dipadu heels hitam dan belt.

Karena Albert sedang di tugaskan mengurus keperluan Cindy, kali ini Christian yang menggantikan untuk mengantar Livy pergi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Karena Albert sedang di tugaskan mengurus keperluan Cindy, kali ini Christian yang menggantikan untuk mengantar Livy pergi. Kebetulan saja Christian pulang lebih cepat di banding kedua saudaranya.

Christian selalu kebagian melihat Livy mengenakan dress. Berbagai macam dress, namun Livy selalu tampil memukau. Christian mendadak diam seribu bahasa. Tak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan sosok Livy yang sedang turun menampilkan senyumnya.

"Ayo tuan cacing, kita pergi sekarang." ajak Livy yang membuat Christian mulai berkedip lagi mendengar sapaannya.

Christian tidak menjawab. Dia langsung melangkah pergi, dan Livy mengikutinya dari belakang. Karena langkah Livy terlalu lambat, Christian mengamit tangannya dan menariknya agar melangkah lebih cepat. Setelah tiba di depan mobil Audi milik Christian, Livy masuk ke dalam mobil, begitu pula dengan pemilik mobilnya.

Sepanjang jalan, suasana hening. Livy sudah terbiasa. Toh, tidak ada pembahasan juga yang bisa di bahas.

"Bilang Peter kalau kau langsung datang ke tempat tujuanmu."

Livy melirik tajam. "Kenapa begitu? Bukannya sudah sepakat kau mengantarku sampai depan kampus??"

"Aku tidak mau kau pergi bersama lelaki lain. Memangnya dia kekasihmu."

Kali ini Livy memutar tubuhnya menghadap Christian, menatap tajam Christian tidak percaya.

"Kau juga bukan kekasihku. Untuk apa melarang? Kalau kau tidak mau mengantarku sampai depan kampus, aku akan menghubungi ayahmu." ancam Livy dengan tegas.

Christian langsung menepikan mobilnya. Dia menatap Livy dengan tatapan serius.

"Sudah ku katakan kau milikku. Jadi aku berhak melarangmu."

Last Man StandingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang