LMS-Ch. 44: Take You Home

51.9K 3.4K 127
                                        

*Playlist di atas Jesse Gylnne - Take Me Home

"Will you take me home?"

CJ kasih double update nih 🙈🙈 btw CJ masih open RP jadi yang minat bisa message CJ ya >_<

Oh ya, kalau mau join GC line boleh dan jangan lupa follow ig: @_lastmanstanding_ ya soalnya CJ suka kasih bocoran disitu :p

Happy Reading⏳

"Zach, apa menurutmu Harry benar-benar jatuh cinta dengan Livy?" Samuel mulai membuka bahan pembicaraan untuk memecah keheningan.

Zachary mengedikkan bahunya. Tak ada jawaban pasti karena Harry sangat sulit di tebak. Jalan pikiran kakaknya itu tidak menentu. Jika dia mengira kakaknya berpikir A, kenyataannya pasti B. Sangat sulit untuk di prediksi.

"Zach, kenapa kau diam saja?" Samuel meminta jawaban, namun Zachary malah diam saja.

Kali ini, Zachary menjawab, "Tidak tahu. Kau tahu 'kan kalau Harry itu sulit di tebak? Aku sebagai adiknya yang sudah tinggal bersama dengannya sejak lahir saja tak tahu jalan pikirannya. Ibaratnya jalan pikiran dia seperti teka-teki, rumit dan juga memiliki ribuan jalan jika kau ingin mengetahuinya." 

Samuel tertawa geli mendengar perumpamaan Zachary yang terdengar hiperbola. "Ucapanmu berat sekali Dokter Zachary." ledek Samuel.

"Jelas. Karena aku mempelajarinya dari Christian. Dia banyak memberi perumpamaan yang rumit. Kalau seperti Joshua perumpamaannya lebih gampang di tebak." kekeh Zachary.

"Aku harap ucapan Harry hanya gurauan saja." gumam Samuel yang di barengi anggukan kepala Zachary. "Karena aku tidak mau dia bersaing dengan ketiga anak Om Arthur." tambah Samuel lagi.

Kali ini Zachary mulai iseng kembali. "Seperti kau bersaing dengan Christian ya? Sulit ya bersaing dengannya?" ledek Zachary setengah tertawa. 

Samuel memukul bahu Zachary dengan kepalan tangannya yang cukup keras hingga membuat tawa Zachary semakin keras dan terdengar mengintimidasi Samuel. 

Sejujurnya Samuel juga tidak ingin jatuh cinta dengan perempuan yang sama. Perempuan yang sudah pernah menjalin kasih dengan salah satu sepupunya, namun, takdirnya memang berkata lain. Jauh sebelum Christian mengenal Erica, Samuel satu sekolah sewaktu SMA dengan perempuan itu, tentu Erica kakak kelasnya yang satu tahun lebih tua darinya.

Sejak SMA Samuel memang sudah jatuh cinta dengan Erica, namun niatnya untuk serius belum muncul karena masih senang gonta-ganti kekasih. Hingga pada akhirnya saat hubungan Christian dan Erica berakhir, barulah dia berani mendekati Erica dengan tekad serius. Bukan sekedar main-main. Sungguh, sebenarnya juga dia malas mendengar ledekan para sepupunya, namun ya namanya nasi sudah jadi bubur, dia hanya bisa menerima dengan pasrah ledekan itu yang memang tak serius, hanya sekedar candaan.

Berkat ledekan Zachary, Samuel tidak mau mengajak sepupunya itu berbincang lagi. Samuel memilih menghubungi Erica. Niatnya Samuel ingin pulang malam ini juga, tapi karena Zachary masih ingin menetap di mansion milik ayahnya jadi terpaksa Samuel mengikuti kemauan sepupunya. Sementara Zachary mengambil rubik yang ada di atas meja.

Zachary masih terus berusaha untuk menyatukan rubik yang dia mainkan. Sejak tadi dia tak pernah berhasil menemukan potongan yang tepat untuk menyatukan rubik yang telah di acak. Tangannya terus berkutat pada permainan yang mengasah otak itu.

Last Man StandingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang