Aku harap

241 7 0
                                        

Namun keseimbangan Nazwa pun hilang , didalam benaknya ia teringat dengan canda nya bersama 4 orang wanita lainya

Hal itu terus berkecambuk dalam fikiran , benak ,dan perasaanya , dan tiba tiba

    "DYANG, ICHA, SAFIT,RISHA" ucap Nazwa cepat namun ketika ingin kembali menuju Icha tubuhnya sudah tak kuasa lagi untuk berdiri

     "Naz!!" Teriak Icha ketika melihat sang sahabat jatuh tak berdaya , sontak melihat hal itu Icha pun meminta Zed membawanya kekamar

Icha segera menelphone para sahabatnya untuk datang kerumahnya , ia bersikeras kalau ingatan Nazwa telah kembali , dan karna paksaan dari Icha mereka pun mulai menuju kerumahnya

Icha dan para bodyguard Nazwa pun menunggu disana , Terlihat ada Daus , Silma dan anak anak mereka ada disana

Icha berlajan maju dan mundur sambil terus menggigit bibirnya

    "Icha" teriak para sahabatnya lalu segera menghampirinya

    "Gimana ? Emangnya kenapa ?" Tanya mereka semua cemas

Namun tiba tiba pandangan mereka teralihkan dengan seorang anak kecil yang memiliki paras lucu dan hampir mirip dengan Nazwa

     "Siapa Dia" bisik Safitri

Icha pun menghapus air matanya lalu merunduk kearah Reza

     "Beri salam , mereka semua dan termasuk aku sahabat lama ibumu " ucap Icha lembut

Reza pun tersenyum lebar akan hal itu , ia juga tak lupa memperkenalkan diri

Namun tiba tiba Andrew dari kamar itu , ia terlihat memberikan senyum lebarnya pada mereka semua

     "Katakan ? Apa dia baik baik aja " tanya Cemas Dyang

Teman temanya yang lainya mengiyakan

      "Ingatan nya kembali , kalian akan kembali bersama " ucap Bahagia Andrew

Icha tanpa Fikir panjang lagi langsung memeluk Andrew , ia bahkan tak menyadari kalau ia melakukan hal itu di hadapan banyak orang

      "Trima kasih , And "

      "Tidak masalah Sayang"

Icha pun terdiam sejenak ketika mendengar Andrew mengatakan itu untuk pertama kalinya

Namun hal itu pecah setelah Safitri menarik tanganya menuju kamar itu

Namun berbeda dengan Silma ia justru dibuat marah akan hal itu

     "Apa kau gila ka ? Kau tadih bilang apa !!" Belum selesai melanjutkanya Andrew sudah memotong perkataanya

     "Cukup Sil!!!, Aku mencintainya , cinta ku jauh lebih besar dari kebencianku , dan Soal dendam itu memang takdir .ibunya Icha hanya sahabat ibu kita, apa salahnya ia meminta pendapat dan soal keputusan itu ada ditangan ibu . Jadi sekali lagi kau mengatakan akan membalaskan dendam itu , aku tidak akan pernah memaafkan mu !" Bentak Andrew

Tanpa menunggu lama ternyata diluar rumah sudah ada Justin dan Sam yang baru saja sampai

     "Naz" ucap cemas Justin yang baru sampai itu

     "Dimana Naz, Beb?"ucap Gelisah Sam sambil menyentuh pundak pacarnya itu

Silma yang masih terkejut akan perkataan dari Andrew pun hanya bisa menunjuk kearah pintu itu

Mereka berdua pun masuk kedalam kamar itu

    "Ayah " ucap bahagia Reza sambil memeluk Justin

Justin pun memeluk hangat Reza dengan pandangan mata terus tertuju kearah Diya yang duduk di tempat tidur itu

    "Rez" ucap lembut Sam

Reza yang mengerti maksud dari tatapan itu pun melepaskan pelukanya itu dari Justin lalu menuju Sam yang ada tepat dibelakang Sam

Justin pun menatap penuh cemas kearha Nazwa

     "Aku baik baik saja " ucap Nazwa lembut

Justin pun mendekatinya lalu duduk tepat di samping kanan Nazwa

     "Mereka sahabat sahabatku Jus "

      "Benarkah "

Nazwa pun mulai memperkenalkan para sahabatnya itu dengan sang suami

       "Sam , Reza " panggil Nazwa

Mereka berdua pun mendekat

       "Kami sudah kenal yang satu ini Naz" ucap Risha sambil mencubit pipi Reza

Namun pandangan mereka berubah menjadi sinis ketika melihat Sam

        "Aku tau itu kesalahan ku , sungguh jika aku mengetahui kalau kalian sahabat dari ibuku aku tidak akan melakukan itu" sesal Sam

         "Tunggu , tunggu , Ibu ?" usik Safitri

          "Benar ia anakku dari kekasihku terdahulu " jawab Justin sambil merangkul Sam

Mereka pun tersenyum menerima atas yang segalanya terjadi , segala problema dan kecemasan pun akhirnya terselesaikan

Mereka kembali bersama sebagai kelima sahabat yang tidak akan pernah terpisahkan selamanya

Sendainya kau berikan aku sebuah bintang agar dapat aku simpan dan aku sembunyikan itu dari khalayak luar , percayalah aku akan membuang itu dari ku .

Namun jika kau hanya memberikanku secarik kertas yang dapat aku bagikan dan ku tunjukkan itu , percayalah aku akan menerima itu dengan senang hati

Sahabat sejauh apapun kau berada, dimana pun kau bersembunyi percayalah suatu saat kita akan bersama suatu saat nanti
.

Last Episode
  

5 Best FriendsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang