Bibirnya bungkam
Tak dapat mengungkap isi pikiran yang geram
Yang tlah lama terjerat
Oleh rantai pengekang
Badai itu terjadi
Badai itu datang dari luar dan dalam diri
Badai itu berkecamuk hebat
Menguji hati yang bimbang
Wahai kalian
Para pengekang
Jangan lah kalian teriakkan suara sumbang
Kalian...
Membuat badai itu semakin dahsyat
Kalian...
Membuat hati itu hancur
Dan kalian...
Tak merasakan apa yang dia rasakan
Kamis,
23 November 2017
***
Itulah puisi untuk hari ini "Badai Dalam Diri".
Teman-teman yang ingin dibikinkan puisi bisa tulis di kolom komentar.
Temanya terserah (apa saja yang kalian mau). Insya Allah kami akan membuatnya.
Dan bagi teman-teman yang belum mengerti makna puisi kami. Silakan bertanya di kolom komentar :).
Baiklah, sampai disini.
Salam persahabatan dari Hwarafa :).
KAMU SEDANG MEMBACA
Hwarafa Stories
PoesíaKami tau apa yg kami tulis, kami menulis karena memang kami suka dan dengan satu tujuan yang insyaa Allah baik. Yaitu, untuk menebarkan kebaikan..... ? Puisi kami sebagian adalah kisah hidup kami Dan mungkin Kisah hidup kalian Hwarafa Stories
