Aku dan cerita kamiSesampainya di ruang guru aku mencari keberadaan Bu Meta untuk menanyakan mengenai Rania barangkali beliau tau karena beliau sudah bekerja menjadi pengajar disini selama dua belas tahun dan dia juga yang merekomendasikanku sebagai pengajar disini karena Bu Meta adalah sahabat dekat mamah.
"Bu Meta." Panggilku yang sudah menemukan Bu Meta sedang berbicara dengan muridnya.
"Ya sudah kalau begitu, tolong ya Desi. Ya ada apa Hanna?" Bu Meta yang usianya tidak jauh dari mamah mendekat padaku.
"Hanna ingin menanyakan sesuatu." Bu Meta menyuruhku untuk duduk di depan mejanya. Beliau tampak sangat penasaran dengan apa yang ingin aku tanyakan padanya.
"Begini bu, apa ibu mengenal anak murid kelas saya yang bernama Rania?" tanyaku dan Bu Meta seolah mengerti ke arah mana aku akan bertanya.
"Ya, ibu tau. Pasti kamu ingin menanyakan, kenapa anak itu terlihat ceria dan selalu tersenyum?. Tapi kalau sendiri dia terlihat sedih dan selalu melihat ke arah luar jendela." Mulut dan mataku seakan tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku pada Bu Meta, aku terkejut kenapa Bu Meta bisa tau?. Apakah Rania memang seperti itu dari dulu?.
"Kenapa ibu bisa tau?." Tanyaku terbata-bata, namun Bu Meta tersenyum menanggapi pertanyaanku itu.
"Mengenai Rania memang bukan jadi rahasia lagi. Ibu Sonia yang menjadi wali kelas sebelumnya juga sering mendiskusikannya dengan pihak sekolah. Saat ditanyakan pada keluarganya mereka merasa tidak memiliki masalah apapun dan kami juga tidak menemukan ada masalah dengan teman-temannya. Jadi kami berkesimpulan sendiri, mungkin dia begitu karena kedua orang tuanya sibuk. Sebab kedua orang tuanya itu pengusaha sukses." Penjelasan Bu Meta membuatku terdiam, jika memang tidak memiliki masalah dengan keluarga atau teman-temannya tidak mungkin di dalam mata Rania banyak tersimpan kesedihan dan kesepian bahkan ada sesuatu seperti perasaan terluka.
"Bisa jadi, tapi feeling Hanna bilang kalau ada yang membuat Rania sedih sampai begitu dan itu sepertinya lebih dari pada masalah orang tuanya sibuk." Sanggahku pada Bu Meta yang kini tersenyum hangat lagi kepadaku seolah mengerti apa yang aku inginkan.
"Ibu Sonia juga berpikir seperti itu karena ayahnya sering datang sendiri menjemput Rania kalau pulang sekolah. Tiap ditanya juga Rania suka bilang kalau ibu dan ayahnya beberapa bulan sekali suka mengajaknya piknik." ... "Hanna, apa kamu berniat mencari jawabannya sendiri?. Maaf, ibu bukan ingin mematahkan semangat kamu, tapi Ibu Sonia saja yang sudah menjadi wali kelasnya selama satu tahun tidak mampu menemukan apa penyebab Rania seperti itu." Kata-kata Bu Metamembuat aku terdiam. Sebegitu sulitkah untuk mencari tau apa yang membuat Rania seperti itu?.
"Hanna akan mencoba mencari taunya bu. Mengenai hasilnya itu bagaimana nanti. Yang penting sudah berusaha." Ucapku yakin membuat Bu Meta mengatakan bahwa dia tau aku akan seperti itu. Setelah berpamitan pada Bu Meta, aku menuju meja kerjaku. Di samping meja sudah terlihat Winni yang menunggu kedatanganku.
"Hai Ibu Guru Hanna, bagaimana hari pertama anda mengajar di sekolah ini?," tanyanya dengan bercanda juga senyuman yang lebar.
"Sangat menyenangkan Ibu Guru Winni."
Aku sangat senang, sejauh ini mimpiku dapat terwujud untuk menjadi seorang guru anak sekolah dasar. Setiap hari aku jadi dapat mendengar tawa mereka, senyuman tulus mereka dan celotehan riang mereka. Sebab itu aku sangat penasaran terhadap Rania. Aku ingin mendengar dia tertawa dan tersenyum yang benar-benar tulus juga menyimpan sebuah rasa bahagia.
Selain jadi guru, kesenanganku bertambah karena mengajar di satu sekolah yang sama dengan Winni sahabat dekatku sewaktu kuliah. Bedanya, dia mengajar di sekolah ini lebih dulu dan menjadi wali kelas lima sedangkan aku kelas empat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rain
ChickLitTAHAP REVISI Maaf untuk membaca cerita ini silahkan follow terlebih dulu karena cerita di private acak. Terima kasih. Selamat membaca [COMPLETED] "Terima kasih karena hadirmu telah membuat hujan tidak berpelangipun menjadi indah untukku" ucap laki...