22

9.4K 305 19
                                        

Sumpah ya author imut😁😁

****

"Cecil ayo pulang!" seeu seseorang yang berada di belakang Cecil dan juga Bimo

"aish.. Nicho nanti lah... Lo merusak suasana tau nggak" protes Cecil

"ayo pulang Cecil!!!" Seru Nicho dengan nada yang benar-benar marah

"ishh.... Gama-auuww sakit Nicho lepasin!!!" ringis Cecil karena Nicho menarik tangan nya dengan kasar

"bro selo dong.. Jangan tarik tarik tangan temen gua kek gitu.. Perempuan lho bro" lerai Bimo yang sedari hanya diam menonton perdebatan 2 sejoli ini

"udah deh.. Gua gak ada urusan sama lo.. Minggir"

"sakit Nicho.." Cecil mencoba meronta di genggaman Nicho

"bro jangan kasar sama cewe!!!" peringat Bimo dengan kesal, karena melihat sahabat yang tumbuh bersamanya sejak kecil di sakiti.

"hm? dah puas?!" unjuk Nicho dengan menghentak kan tangan Cecil kasar

"lo kenapa sih bro? Gini deh Cecil ini siapa lo? Hm?" tanya Bimo untuk menenangkan suasana

"d-dia dia it-itu is-" ucapan Nicho terpotong dengen ucapan Cecil yang mendahuluinya

"dia sodara gua Bim" ucap Cecil cepat, dan tidak memperdulikan tatapan mengintimidasi dari Nicho

"ooo sodara.. Nih kenalin gua Bimo temen dari kecil nya Cecil, okey.. Gua bukan orang asing disini. Bentar! Sodara? Yang mana cil gua kok ga pernah liat?" cerocos Bimo tanpa henti

"di-dia sodara papa dari amerika, ya amerika" ucap Cecil tergagap, Bimo mengerutkan dahinya bingung

"amerika? Sejak kapa papa lo punya sodara di amerika?" tanya Bimo sekali lagi

"udah deh.. Jan banyak tanya, gua mau pulang, lo mau ikut apa nggak terserah cil, gua ngantuk" ajak Nicho dengan nada ketus, entah kenapa ia merasa mood nya sangat jelek sekarang

"eh.. Tunggu Nicho ish.. Bim gua pulang ya bye" pamit Cecil dan...

Cup

Cecil mengecup pipi Bimo sekilas, Nicho yang melihat kejadian itu dari arah mobil nya, langsung mengepalkan tangan nya dan bermuka datar.

"Nicho? Lo kenapa?" tanya Cecil saat sudah berada di dekat Nicho

"bukan. Urusan. Lo.!! Masuk!!" ucap Nicho dengan penekanan di setiap kalimatnya

"iya iya biasa aja dong lo" balas Cecil yang terlihat tidak terlalu suka dengan sikap Nicho yang sekarang ini.

Perjalanan

"siapa?" tanya Nicho memecah keheningan di dalam mobil

"hah? Apaan?" Cecil kebingungan dengan apa yang sedang di bicarakan oleh Nicho

"tadi, siapa?" Nicho berbicara dengan nada ketus

"siap- ohhhh yang tadi?" ucap Cecil yang ber-o- ria

Nicho hanya menganggukan kepalanya

"itu.. Si Bimo temen masa kecil gua, yang gak tau kapan datengnya" jawab Cecil dengan memainkan hp nya

"gua gak suka" ucap Nicho dengan memelankan laju mobilnya

"apa?" tanya Cecil kebingungan

"gua gak suka lo deket sama dia"

"ke-kenapa sih haha, aneh lo" ujar Cecil dengan ketawa canggung nya

"pokoknya..." ucapan Nicho terhenti sebentar karena ia menepikan mobilnya di pinggir jalan

"gua. Gak. Suka. Lo. Deket. Dia!!" seru Nicho dengan menekankan kalimat di setiap katanya, lalu ia menghadap Cecil

"ke-kenapa? La-lagian lo juga pacaran kan sama Cindy kenapa gua gak bisa deket sama cowok lain hah?!"

"YA KARENA GUA GAK SUKA LO DEKET SAMA DIA!!!" teriak Nicho dengan tangan yang mencrkram kemudi dengan erat sampai buku buku jarinya memutih

"l-lo ke-kenapa sih hiks..." ucap Cecil menangis karena ia takut dengan keadaan Nicho yang seperti ini

"GUA GAK SUKA LO BER-cil lo-lo kenapa?" hampir saja Nicho berteriak lagi sebelum ia melihat Cecil yang sedang menangis tertunduk dengan terisak.

"ma-maaf cil gu-gua gak maksud" ucap Nicho gelagapan dan langsung memeluk Cecil

"maaf gua gak maksud... Maaf"

"hiks... Hiks..." hanya suara isakan yang terdengar dari mulut Cecil

"maaf cil gua.. Gua.. Gua gak suka lo.. Lo deket deket sama dia..." ucap Nicho dengan memelankan suara di akhir kalimat nya, ia sedang berusaha menenangkan Cecil dengan mengusap rambutnya.

"ya-ya ga-gak pa-pa hiks..."

Keesokan harinya

"WOY KEBO BANGUN" suara teriakan Cecil yang menbangunkan Nicho

"apa sih anjaaaaay agghh" erang Nicho

"bangun woy gua lapeeeerr" rengek Cecil dengan berlocat loncat kecil di kasur Nicho

"astaga Ceciiiiil gua ngantuuuuk" ucap Nicho dengan menutup kepala dengan bantal

"ayo dong Nichooo gua lapeeeeer" rengek Cecil lagi

"oke oke ah elaaaaah" ucap Nicho dan bangun dari tidur nya, dan mengucek matanya

"YEEEEES" Cecil berjoget - joget seperti orang gila di ranjang Nicho

"wait... Ini... ASTAGA CECIL INI JAM 2 PAGI!!!" teriak keterkejutan Nicho karena melihat jam yang menunjuk kan pukul 2 lewat

"hehehe gua kan laper.. Hehe.." ringis Cecil

"yaudah turuuun" ujar Nicho, dan Cecil pun turun dari ranjang Nicho

Mereka berdua pun menuju ke dapur untuk memasak makanan

"mau masak apa?" tanya Cecil

"ya gak tau lah.. Kan lo yang makan hoaaaamm" ucap Nicho seraya menguap dan duduk di kursi bar

"hmm apa yaaa" ucap Cecil pada dirinnya sendiri

"gak tau hoaaaammm" Nicho meletak kan kepala nya di meja bar

Cecil pun langsung memasak makanan yang akan ia makan

Ia memasuk kan bahan bahanya secara ber urutan, Nicho? Dia hanya menonton dengan menopang dagu menahan kantuk

"nahhh dah jadiiii" ujar Cecil yang seperti berteriak, dan itu mengagetkan Nicho

"ANJIR kaget goblok"

😂😂😂

Anjir abstrak

Most Wanted (slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang