Takdir setiap manusia telah ditentukan oleh Tuhan.
Tergantung dari manusia itu sendiri.
Apakah sanggup menerimanya atau bahkan memaki Tuhan atas ketidakadilan yang dirasakan
***
Kepanikan benar-benar melanda semua anggota Bangtan Boys hari itu. Suara derapan kaki cepat mereka memenuhi lorong rumah sakit. Sebuah kabar mengejutkan datang dari salah satu anggota. Jeon Jung Kook--dikabarkan menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Pasalnya baru beberapa jam lalu Jung Kook dan anggota Bangtan Boys yang lain masih melakukan latihan dance bersama. Tidak ada firasat buruk apapun sebelumnya. Menurut laporan polisi, mobil Jung Kook rusak parah akibat menabrak dinding pembatas jalan.
Ketenaran seorang Jeon Jung Kook menjadikan kabar kecelakaannya menyebar dengan pesat ke seluruh penjuru Korea Selatan. Dan bahkan penggemar mereka dari seluruh penjuru dunia telah mengetahui kabar buruk ini.
Di depan sebuah ruang ICU VIP, keenam anggota Bangtan Boys menunggu seorang dokter keluar dari sana. Ketegangan sekaligus kecemasan terpancar dari raut mereka.
Kim Nam Joon--yang merupakan leader grup, menautkan jemari-jemarinya erat sembari menunduk. Begitu pun dengan yang lain. Sementara Kim Tae Hyung berjalan mondar mandir seraya menggigit jari.
Doa tak hentinya dipanjatkan untuk Jung Kook. Berharap keajaiban dapat menyelamatkan sang magnae. Di kala dokter tak kunjung keluar, Tae Hyung meninju dinding keras.
Di antara anggota yang lain, Tae Hyung satu-satunya yang paling dekat dengan Jung Kook. Mereka bagaikan saudara. Kegelisahan luar biasa tengah mendera pemuda berwajah tampan itu.
Semua anggota Bangtan Boys berdiri serempak tatkala seorang pria dewasa berjas putih keluar dari ruang ICU. Sebuah senyuman tipis tersungging di bibirnya.
Dokter tersebut mengatakan bahwa cedera di kepala Jung Kook sangat parah dan dapat berakibat fatal. Untungnya Jung Kook tiba di rumah sakit di waktu yang tepat. Sehingga pendarahan di kepalanya dapat dihentikan.
"Saat ini kondisi Tuan Jung Kook dikategorikan belum sepenuhnya baik. Perbanyak doa kepada Tuhan agar dia cepat sadar dan pulih."
Kalimat terakhir yang dilontarkan dokter Oh membuat beberapa anggota menghembuskan napas lega. Tuhan sangat baik. Terbukti dengan memberikan Jung Kook kesempatan untuk tetap hidup.
***
"Apa dia baik-baik saja?"
"Aku takut dia mati!"
"Justru aku berharap dia mati, supaya dia bisa bersama kita!"
"Hey, tutup mulutmu itu! Belum saatnya Jung Kook mati!"
Berbagai macam suara perempuan memenuhi gendang telinga Jung Kook. Ini sudah hari kedua setelah pemuda itu bangun dari koma. Namun sampai saat ini Jung Kook masih belum diperbolehkan pulang mengingat kondisi tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih.
Perban masih melingkar di kepalanya. Kedua tungkainya juga masih kaku untuk digerakkan sehingga menyulitkan dia berjalan. Maka dari itu sebuah kursi roda berada tak jauh dari bangkarnya.
Dan lagi, suara-suara perempuan asing tak ia kenali kembali menggema di dalam kamar inapnya. Dwinetra Jung Kook masih terpejam. Mengira bahwa suara-suara bising itu berasal dari alam bawah sadarnya.
Terasa sebuah sentuhan membelai rambutnya. Kali ini Jung Kook tak dapat menghiraukannya lagi. Sontak kedua matanya terbuka. Pemuda itu terbelalak dengan apa yang dilihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNSEEN (END)
Fanfiction[Completed] Pasca mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya, dan setelah bangun dari koma, Jeon Jung Kook menjadi lebih peka terhadap sekitar. Terutama terhadap "mereka" yang hanya bisa dilihat indra ke enam. Bermula dari situ lah, Jung K...
