XXXV: Her Diary

1.2K 223 60
                                        

Senja adalah kesukaaanmu.
Tapi bagiku sekarang, senja justru adalah hal yang aku hindari. Karena mengingatkanku tentangmu.
-Tae Hyung

Aku pernah bertemu dengan gadis periang yang tiba-tiba datang mewarnai hari-hariku. Mengubah hidupku menjadi lebih berwarna.
Setelah kepergiannya, aku baru tersadar bahwa aku membutuhkan dia di sisiku.
-Jung Kook

Aku memang bukan dirinya. Sampai kapan pun aku tidak bisa menjadi dirinya.
-Sin Bi

***

Flashback.

Sebuah buku diary terjatuh dari selipan baju-baju Eun Bi yang sedang Tae Hyung rapikan. Lantas Tae Hyung mengambil buku diary itu. Tanpa membukanya pun Tae Hyung sudah dapat menebak pemilik buku diary tersebut. Buku diary ini milik kekasihnya yang telah tiada.

Sebab sebelum Eun Bi meninggal, Tae Hyung kerap kali melihat Eun Bi menuliskan sesuatu di dalam buku harian bersampul abu-abu metalik. Buku yang saat ini Tae Hyung pegang.

Tanpa sadar tangan Tae Hyung membuka lembar pertama. Sesekali Tae Hyung terkekeh saat dia membaca tulisan di mana bagian itu menceritakan kisah pertemuan Eun Bi dengan dirinya.

Tae Hyung seakan hanyut dalam tulisan Eun Bi. Membawanya kembali menuju masa-masa di mana dia pertama kalinya berkenalan dengan Eun Bi, meminta Eun Bi menjadi kekasihnya, kencan pertamanya, hingga pertengkaran-pertengkaran kecil yang pernah terjadi antara dirinya dengan Eun Bi.

Eun Bi menuliskannya begitu detail. Di ujung kanan atas selalu tergores tanggal dan hari kapan Eun Bi menulis buku hariannya. Bahkan berkat tulisan Eun Bi, Tae Hyung jadi teringat sepotong kisah yang bahkan dia sendiri melupakannya.

Senyum yang tadinya terhias di bibir Tae Hyung mendadak hilang kala ia membaca bagian tengah buku diary. Eun Bi menulisnya setelah dia bangun dari koma. Tidak sampai disitu, Eun Bi rupanya menuangkan segalanya dalam buku harian itu. Menceritakan perjalanannya saat dia masih menjadi roh penasaran yang kehilangan ingatan.

Bukan sekedar cerita tentang pengembaraan Eun Bi yang masih menjadi roh, namun juga cerita tentang Eun Bi yang bertemu dengan Jung Kook, tentang Eun Bi yang selalu mengusili Jung Kook hingga laki-laki itu kesal, tentang Eun Bi yang selalu merecoki kehidupan Jung Kook, dan tentang Eun Bi yang membutuhkan Jung Kook di sisinya.

Tae Hyung tidak kaget lagi ketika membaca kalimat yang menyatakan bahwa Eun Bi jatuh cinta pada Jung Kook. Tidak melulu soal Jung Kook, Eun Bi juga menyinggung perihal hubungannya dengan Tae Hyung.

Cinta dua hati. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untukku. Karena itu lah yang aku rasakan sekarang ini. Jika aku harus memilih, aku tidak dapat memutuskan siapa yang terbaik. Itu adalah pilihan yang sulit. Mereka berdua sama baiknya bagiku. Bahkan menurutku, akulah yang tidak cukup baik untuk mereka.

Tae Hyung tersenyum getir saat membaca paragraf ini. Sejauh ini dia sudah tahu perihal Eun Bi yang juga menyukai Jung Kook. Namun mengapa sesak itu tetap ada?

Dan yang membuat Tae Hyung terkejut dan kehilangan kata-kata adalah ketika Eun Bi menyebutkan dalam buku hariannya bahwa dia sudah tahu hidupnya tidak akan lama lagi.

D-3
Appa menemuiku tadi siang setelah latihan fisioterapi. Aku terkejut ternyata aku masih mengenalinya. Appa bilang alasan mengapa aku bisa mengingat perjalanan saat aku menjadi roh karena ingatan ini merupakan hadiah dari appa. Hadiah karena aku telah menjalani hidup dengan baik. Dan appa berpesan dia akan menjemputku 3 hari lagi.

UNSEEN (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang