Sayang. [ 03. Rumah Ali ]

190 14 0
                                    

Pagi minggu, cuacanya pagi ini berawan.
Prilly turun dari motor yang dia kendarai untuk mengantar kan kue-kue ke warung-warung setiap minggu pagi, dan kali ini Prilly harus mengantarkan kue buatan sang Mama ke sebuah rumah yang letaknya cukup jauh.
Nggak biasanya Mamanya memintanya untuk mengantarkan kue untuk diantar ke rumah si pembeli, biasanya Mama akan mengantarnya sendiri, Prilly jadi bingung sendiri sama Mama nya.

Prilly menekan bel yang ada di samping pagar rumah yang tidak terlalu besar itu dua kali, Prilly menunggu, pandangannya terlihat menyusuri sekitar rumah itu.
Di sana sepi banget, kalau di sekitar rumah Prilly rame anak kecil yang main sepeda nggak kenal waktu. Prilly jadi takut melihat suasana yang seperti ini.

Suara langkah kaki cepat membuat Prilly menoleh, dia melihat ada perempuan yang sepertinya lebih tua darinya berjalan cepat ke arah pagar. Kayaknya mau bukain pagar deh, pikir Prilly.

Setelah pagarnya dibuka perempuan itu menatap Prilly meneliti dari atas sampai bawah, dan Prilly risih ditatap seperti itu.

"Ini kue pesenan nya, Kak," ucap Prilly sambil menganggukan kepalanya ramah dan menyondorkan kantong plastik yang malah membuat perempuan itu mengernyitkan dahinya heran.

"Bundaa...Bunn pesen kue ya?" teriak perempuan itu kepada sang Mami yang berada di dalam rumah. Sambil menunggu jawaban perempuan itu mengambil kantong plastik berisi kue dan kembali menatap Prilly,
"Sering nganterin pesanan kue ke sini ya?" tanyanya pada Prilly.

"Eng--baru kali ini, biasanya Mama yang nganter," balas Prilly.

"Aduh Kai, kenapa nggak diajak masuk aja, sih?"

Prilly membulatkan matanya melihat Tante Resi keluar dari rumah.

'Jangan-jangan ini rumah Ali lagi? Mama kenapa nggak bilang? Kan kalo bilang, Prilly bisa nolak aja.' Prilly membatin. 'Oh, pasti Mama sengaja nih, ih Mamaaaaaa...' Prilly membatin lagi.

"Ini siapa, Bun?" tanya perempuan yang dipanggil 'Kaia' oleh Tante Resi.

"Prilly," jawab Tante Resi.

"Kenalin, Prill, ini Kaia, Kakak nya Ali. Nah, Kai, kenalin ini Prilly yang Mama ceritain waktu itu."

"Oh, cewek yang ada di hpnya Ali itu? Pantesan mirip." ucap Ayla namun sedetik kemudian, "Eh." Ayla menutup mulutnya. Keceplosan.

Prilly menatap bingung Kaia. Cewek yang ada di hpnya Ali? Maksudnya Ali punya foto Prilly? Masa sih? Kok Prilly nggak percaya? Prilly hanya menyimpulkan, "Pasti Kak Kaia lagi akting, biar Prilly ngefly."

Simple kan?

"Kamu ngomong apa sih, Kai?" tanya Tante Resi.

"Udah, Prill, masuk yuk," ajak Tante Resi menarik Prilly masuk ke dalam rumah.

Prilly nggak berani nolak apalagi bilang kalau dia khawatir motornya hilang.

Foto-foto Kaia dan Ali sewaktu kecil terlihat menyambut kedatangan Prilly, belum sempat meneliti satu persatu Tante Resi sudah menariknya menuju ruang keluarga, dan di sana ada Ali yang asik bermain PS, sama sekali nggak sadar kalau Prilly dan Tante Resi ada di sana.

"Kue kue..." Suara Kaia terdengar, dan tidak berapa lama si pemilik suara sudah berada di samping Prilly, dan lagi-lagi Prilly ditarik.

"Eh, Li, gue dapet kue plus cecan loh!" ucap Kaia yang sudah berada di depan Ali.

"Ish apaan, gue mau main, minggir kek!"

Kaia pun mengalah, dia menarik Prilly dan mendudukkan gadis itu di sofa panjang yang juga di duduki Ali dan berjarak sedikit jauh.
Dia meninggalkan ruang keluarga berniat mengambil piring sebagai tempat kue sekalian memberi waktu buat Ali dan Prilly berduaan.

"Nama lo siapa?" tanya Ali, Ali sadar kok kalau Kaia meninggalkan gadis itu, Ali masih fokus pada TV dan menekan tombol-tombol yang ada di stick yang Ali pengang.

"Prilly, nggak inget ya?"

Sontak Ali menoleh ke samping, ekspresi kaget Ali benar-benar membuat Prilly mau ketawa tapi nanti kalau Prilly ketawa, yang ada Ali marah. Ya kan?

"Lo kenapa bisa nyasar ke sini?"

"WOHOOO KUENYA ENAK BANGET!" Suara teriakan Kaia mengawali kedatangan nya di ruang keluarga, Ali menatap kesal Kaia.
Rencananya Ali mau merapatkan duduknya dengan Prilly, tapi Kaia dengan cepat duduk di tengah-tengah yang membuat Ali kesal.

|Tubikontinyu|

Hai, maaf ya pendek terlebih bagian AliPrillynya nggak ada, next part Insha Allah dipanjangin.

SayangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang