Chapter 4. Tamu Masa Lalu

2.9K 255 28
                                    

Langit telah menampakan warna jingga yang menandakan sebentar lagi malam telah tiba namun hal itu tak mengusik pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah tertidur pulas entah mimpi apa yang membuatnya betah terlelap. Sejak pulang sekolah Azka memang memutuskan untuk tidur.

Tok tok

" Den Azka "panggil bisa asih.

Merasa terganggu dengan suara ketukan Azka berjalan menuju pintu dan membukanya.

"Ada apa bik?" Tanya Azka.

"Ini den ada paket buat aden" kata bi asih sambil menyodorkan sebuah bingkisan paket yang entah apa isinya.

"Dari siapa bik?" Tanyanya sambil menerima paket itu.

"Kurang tau den nggak ada nama pengirimnya" jawab bi asih.

"Yaudah bik,makasih ya"

"Iya den sama - sama ,bibi ke bawah dulu den"

"Iya" setelah bi asih pergi Azka menutup pintunya lagi dan berjalan menuju meja belajarnya.

Azka membuka paket tersebut dan seketika tubuh azka menegang saat melihat apa isi paket itu. Tangannya mengepal ,ia terlihat menahan emosi. Emosi saat melihat isi paket itu dia tau pengirimnya sangat tau.

"Bangsat" umpatnya

Ia mengeluarkan isi paket. Terdapat sebuah foto dirinya dan rion ,bukan fotonya yang bermasalah tapi cairan merah semacam darah yang menghiasi foto itulah yang bermasalah. 

Mimpi burukmu telah datang
Dan selamat datang di kesengsaraan

G

Surat ancaman ,Azka tau betul sang pengirim akan berbuat masalah, tentu saja masa lalunya yang ia coba lupakan kini datang kembali. Dengan emosi ia membuang paket itu kesembarang tempat. Ia meraih jaket dan kunci motor ,berjalan keluar dan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Ia marah,kesal,terkejut,sedih,menyesal dan takut ,ia bingung harus apa sekarang. Azka memutuskan untuk pergi ke danau yang biasa ia kunjungi ketika merasa ingin sendiri dan untuk menenangkan pikiran.

***

"Yo mas bro jangan ngelamun dicium mimi peri nyahok Lo" kata gandi.

"Kaget gue kampret" balas rion.

"Lagian Lo sih ngelamun" balas haris.

"Ngelamunin ape Lo?mimi peri?"tanya Raffa.

"Enggaklah amit-amit" balas rion.

Mereka tertawa saat melihat ekspresi rion yang tengah bergidik ngeri mungkin karena membayangkan Mimi peri.

"Diem atau gue lempar pakek kursi?" Mendengar ancaman dari rion mereka bertiga diam dengan masih menahan tawa kalau mereka masih melanjutkan tawa dipastikan kursi akan melayang menghantam mereka,karena mereka tau jika rion dalam keadaan mode badmood dapat dipastikan apapun yang dikatannya akan dilakukan. Terdengar gila tapi ya itulah rion, rion tetaplah rion.

"Elah baperan lu" kata Raffa sambil berjalan kearah rion lalu ia duduk disebelah rion.

"Tau Lo canda elah" sambung haris dan diangguki oleh gandi pertanda setuju dengan ucapan Haris.

"Baliklah yok" ajak gandi.

Gandi berjalan meninggalkan kelas yang dari tadi mereka tempati dan disusul oleh Haris ,rion, raffa. Mereka menuju parkiran untuk mengambil kendaraan.

Sesampainya diparkiran mereka berhenti sejenak untuk merencanakan akan kemana mereka sekarang.

"Ini langsung balik apa mau nongkrong dulu?"tanya Raffa.

"Kerumah gue"balas rion singkat.

"Oke"

Mereka mengendarai kendaraan masing-masing menuju rumah rion. Saat dijalan tiba-tiba ada 2 orang preman yang menghadang mobil rion.

"Woy turun Lo"teriak salah satu preman.

Mau tidak mau rion menghentikan mobilnya untung jalanan sepi diikuti oleh ketiga temannya. Rion turun dari mobil saat ketiga temannya ingin ikut turun rion mengkode mereka agar tetap berada ditempat.

"Apa?"tanya rion.

Tiba-tiba salah satu preman melayangkan tinju kepada rion ,rion yang belum siap terhuyung kebelakang.

"Bangsat"umpat rion.

Rion balas memukul preman-preman itu. Perkelahian pun terjadi, tak mau tinggal diam Haris,gandi dan Raffa yang melihat rion dikeroyok langsung ikut kedalam perkelahian. Preman-preman itu kalah.

"Bangsat siapa yang nyuruh Lo berdua?" Tanya rion tajam sambil memegang kerah baju preman.

Dengan sisa tenaga preman itu melayangkan pukulan kepada rion yang membuat pelipisnya mengeluarkan darah. Saat rion tak lagi memegang kerah bajunya preman-preman memanfaatkan peluang itu untuk kabur.

"WOY BERHENTI LO BERDUA BANGSAT!!!" teriak rion.

Saat hendak mengejar ia dicegah oleh Raffa.

"Gak usah dikejar mending kita balik aja keburu malem" katanya.

Mereka kembali melakukan mobil mereka menuju rumah rion. Sesampainya di rumah rion mereka berempat memarkirkan mobil dan motor mereka digarasi.

Mereka berempat masuk kedalam rumah dengan keadaan babak belur terutama rion yang paling parah karena dikeroyok.

"Yaampun den ini kenapa?" Tanya bi asih khawatir.

"Gak papa bik" jawab rion.

"Yaudah bibi ambilin obat dulu buat kalian ya"

"Iya bik makasih" jawab Haris.

Terlihat dari arah pintu Azka melangkah masuk dan menghampiri keempat remaja yang hanya beda 1 tahun dengannya.

"Lo pada kenapa?" Tanya Azka saat melihat muka keempat remaja laki-laki itu babak belur.

"Dikeroyok preman" jawab rion santai.

"Kenapa bisa?" Tanyanya lagi.

"Enggak tau" sambung rion.

"Tadi tiba-tiba kita dicegat bang lebih tepatnya rion bang,sama 2 orang preman terus dikeroyok" jelas Haris.

"Siapa yang nyuruh?" Tanya Azka lagi.

"Enggak tau bang mereka langsung kabur" jawab Haris lagi.

"Dia benar-benar kembali" gumam Azka.

***

Maaf yah telat update hehehe... 😁✌️
Semoga kalian masih sabar nungguin update selanjutnya.

Udah update nya lama sekalinya update gaje banyak typo😪😪

Semoga kalian suka 😁
Jangan lupa tinggalkan jejak vote and coment

Rion [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang