BAB 1

2.9K 136 45
                                    


Lovely Pov


Obrolan

Aku berjalan memasuki lobi apartemen, meninggalkan motor kesayanganku di basemen seperti biasa ketika mengunjungi kediaman lelakiku.

Yeah, saat ini aku sudah memasuki lift menuju lantai 12, tempat di mana unit dirinya berada. Meski lelah mendera, tetap saja aku ingin mengunjungi apartemen Rio dan memasakkan menu makan malam untuknya. Hanya dengan cara itu aku bisa mengurus Rio yang sedang ditinggal orang tuanya ke Jepang untuk urusan bisnis.

CEKLEK

Pintu kudorong terbuka setelah menekan 6 digit pin yang sudah kuhafal di luar kepala. Seperti biasa, keadaan unit Rio selalu dalam keadaan gelap ketika aku kunjungi. Dia memang sangat jarang pulang di bawah jam 8 malam. Maklum, dia tipe-tipe lelaki pekerja keras menurutku.

Huft...

Aku meletakkan tas di atas sofa. Berjalan ke arah mini kitchen sambil mengikat rambut dan membuka pintu lemari es untuk mengeluarkan sejumlah bahan makanan yang tersedia. Kira-kira malam ini aku masak apa, ya?

Sejenak, aku berpikir. Berbagai menu sudah aku buatkan di malam-malam sebelumnya. Lalu saat aku teringat dengan obrolan kecil dengan Rio via telepon di jam makan siang tadi, senyuman pun mengembang. Aku menjentikkan jari, sudah menemukan ide harus memasak apa.

Tanpa berlama-lama lagi, aku mulai mengiris beberapa sayuran yang diperlukan untuk membuat capcay. Ya, aku akan membuatkan Rio capcay malam ini. Kurasa, dia akan suka. Karena tadi siang, dia sempat mengatakan kalau dia sangat rindu sekali dengan capcay buatan Tante Alina.

Ngomong-ngomong soal Tante Alina, sejak menikah dengan Om Jeremy, tante sekaligus orang yang sudah sangat baik padaku itu kini sudah tidak tinggal lagi di Indonesia. Tante Alina diboyong suaminya ke New York, katanya, Om Jeremy ingin mengajak istri cantiknya itu mengenal negara kelahirannya. Maka, tidak ada yang bisa melarangnya. Setelah dua hari menikah, mereka langsung terbang meninggalkan tanah air. Dan mengenai kafe girly, semua hal yang bersangkutan dengan kafe itu diserahkan sepenuhnya kepadaku.

Apa aku terkejut? Tentu saja, tanpa kusangka aku diberikan tanggung jawab besar oleh Tante Alina. Aku diangkat langsung sebagai owner baru kafe girly. Dan itu, diberikan secara resmi di malam pesta kecil ulang tahunku yang dirancang Rio.

🍃

"Lovey, kamu tau kan kalau minggu depan Tante menikah?" Tanya Tante Alina tiba-tiba, di tengah kehangatan berkumpulnya seluruh keluargaku dan juga Rio.

Aku mengangguk, menatap Tante Alina diikuti yang lainnya.

"Setelah menikah nanti, Tante gak akan tinggal lagi di Indonesia." ucap Tante Alina menghela napas.

"Memangnya Tante Alin mau pindah ke mana?" sambar Rio bertanya, mewakili rasa ingin tau yang terpancar jelas dari sorot mata Alfa dan juga aku.

"Om Jeremy mau memulai kehidupan baru kami di New York, kota kelahirannya...." jawab Tante Alina memandang semua orang yang sedang menyimak pembicaraannya.

"Terus, kalo Tante pindah ke New York, artinya kafe bakal ditutup?" terka Rio yang lebih banyak melontarkan pertanyaan dibanding yang lainnya.

Faithful (Setia Berujung Luka)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang