Suasana pagi di Universitas Konoha, waktu menunjukkan pukul 07:30, tampak seorang gadis bersurai indigo dengan dikucir tinggi hingga leher jenjangnya yang indah terekspos tengah berjalan santai di koridor kampus, mata keperakannya memandang menjelajahi sekitar berusaha mencari-cari sahabatnya. Terlihat ia tersenyum melihat pemuda yang dikaguminya itu, untuk saat ini. Senpainya.
"Naruto-Senpai..." Sapa gadis itu menampilkan senyum termanisnya, Naruto yang sedang membaca buku modulnya menoleh.
"Ah, Hinata. Ada apa?" Hinata makin tersenyum.
"Aku hanya ingin memberikan ini kepadamu, Naruto Senpai." Jawab Hinata sembari memberikan sesuatu kepada pria tampan didepannya itu. Naruto mengernyit heran melihat sesuatu yang diberikan oleh gadis bersurai indigo itu.
"Bento?"
"Iya. Itu sebagai ucapan terimakasih karena Naruto Senpai telah mengantarkanku pulang kemarin." Balas Hinata tersenyum.
''Sudah kubilang tak apa, Hinata. Kau tak usah repot-repot begini padaku." Ucap Naruto yang dibalas gelengan kepala oleh Hinata seraya berkata.
''Aku tak repot Naruto Senpai. Kuharap kau suka ya emmmm... Dengan bento itu. Aku pergi.'' Ucap Hinata dengan tersenyum dan lantas berjalan berlalu meninggalkan Naruto. Gadis bersurai indigo itu tak hentinya memegangi jantungnya yang serasa berlompat-lompat ria saat berhadapan dengan senpainya itu.
Naruto memilih menghabiskan bento yang diberikan spesial oleh Hinata di kantin. Menyantap sendirian bento itu.
'Lezat!' Sorak sorai Naruto dalam hati. Ia mengambil posisi duduk memojok dibarisan meja paling belakang. Sampai sebuah bayangan sahabat bertato segitiga merahnya itu membuatnya terhenti.
"Heyyy, kau makan bento?" Seru pria bernama Kiba itu duduk di depan Naruto.
''Bisa jangan ganggu aku dulu, aku sedang makan Kiba." Sahut Naruto dengan tatapan mata kesalnya.
"Kau dapat bento dari siapa eh? Bah, apa itu dari fansmu?" Celoteh Kiba tanpa menggubris penolakan Naruto.
"Hei kau kepo sekali sobat." Cibir Naruto dengan mendengus.
"Siapa fansmu itu eh? Aku ingin tau secantik apa fansmu hingga bisa membuat bentonya bisa diterima olehmu yang secuek ini." Kilah Kiba pun yang menyangga dagunya hingga membuat Naruto jengah.
Dan disanalah terlihat seorang gadis indigo tengah membaca buku dibangku lantai atas, Walaupun di lihat dari lantai dua universitas, wajah gadis manis itu masih tetap terlihat. Kiba langsung menyeringai melihat apa yang dilihat Naruto setelah ia goda itu.
"Oh, fansmu itu ternyata gadis itu? Pantas saja." Kiba mengalihkan tatapannya kearah Naruto kembali dan berdehem meminta perhatian sahabat kuningnya lagi.
"Aku tau apa yang kau sukai dari gadis itu Sobat."
''Apa?'' Pertanyaan dari Kiba tadi sukses membuat Naruto menatap padanya. Kiba mendekatkan wajahnya pada Naruto seraya berbisik.
"Oppainya kan?" Ceplas Kiba tersenyum miring.
Kiba langsung tertawa terbahak dengan pertanyaannya sendiri.
''Sialan!" Dengus Naruto kemudian.
Gadis bersurai indigo berjalan di koridor Universitas bergegas untuk pulang kerumahnya setelah jam kuliah terakhirnya usai. Hinata berjalan ke arah luar Universitas dengan beberapa buku yang halamannya sangat tebalnya.
Berat! Itulah yang Hinata rasakan ditangannya kini.
Tanpa sengaja terburu-buru, ia menabrak Shion si Senior yang terkenal angkuh dikalangan Universitas ini, iris nya menatap emosi pada Hinata karena merasa sakit dengan buku-buku tebal yang mengenai dirinya itu.
''Maaf Senpai.." Hinata berseru maaf atas kecerobohannya hingga menabrak orang yang mengerikan itu.
"Apa kedua matamu itu tak ada gunanya hah?" Shion berucap sinis.
"Maaf Shion-San." Hinata berucap. Ia merutuki kebodohannya itu.
"Memangnya tak sakit terkena buku-buku tebalmu itu hah?" Gadis pirang itu menggeram marah.
''Gadis itu sudah meminta maaf,Shion. Kenapa harus dipermasalahkan berlebihan, hn?"
"Na-Naruto Senpai?" Hinata bergumam kaget. Sedangkan Shion terkejut sekaligus shock karena dihadapannya kini adalah Namikaze Naruto si pria tampan yang orang tuanya sangat memegang kendali atas Universitas ini.
''Jangan berbicara kasar lagi, aku tak suka mendengarnya." Suara baritone Naruto menginterupsi kedua gadis di situ untuk segera terbangun dari keterkejutannya.
Shion lantas menunduk.'' Maafkan aku, Naruto-San." Ucap Shion lantas meninggalkan tempat itu. Jika tidak, status kemahasiswaannya pasti akan hilang detik itu juga. Pria bernama Naruto itu beralih pada gadis bersurai indigo di sampingnya.
''T-Terimakasih Naruto-Senpai.'' Ucap Hinata dengan menunduk.
''Mau makan es krim denganku?'' Ujar Naruto yang membuat Hinata terbelalak. Hinata tak tau harus berkata apa sekarang. Senpainya mengajaknya. Lama tak ada jawaban membuat Naruto tak sabar.
''Hahhhh, gadis pemikir ya kau ini. Ayo...'' Ucap Naruto dengan mengamit jemari Hinata memboyongnya pergi. Hinata semakin terkejut bukan main dengan Senpainya itu.
Bersambung...
Yuhhhhhuuuuu... Akhirnya Up😄
Vomenttttnya😘😘😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto Senpai Is My Love
FanfictionCharacters Belongs To Masashi Kishimoto Chara : Naruto x Hinata Rate : T Ide sangatlah pasaran,sangat gaje,amburadul spekta pokoknya.. Summary : Bagaimana jika Hinata mengejar cinta sang senpai yang terkenal bersifat dingin dikampusnya? Bagaimana H...