Saat ini Naruto dan Hinata duduk di kedai es krim tidak jauh dari kampus. Hinata terpaku ketika Naruto Senpainya mengajaknya kemari. Bukan karena apa, Hinata memang tak menyukai es krim. Membuatnya gendut. Pikirnya.
Sekarang ditangan kecilnya terdapat dua buah ice cream cone rasa coklat. Hinata meneguk ludahnya susah payah. Coklat? Sesuatu yang akan membuatnya gendut juga. Hinata menghela nafasnya berat. Dan sekarang, dilihatlah bagaimana semangatnya Senpai tampannya itu menjilat ice cream ditangan kanannya. Senpai tampannya penyuka eskkrim. Batin Hinata lesu.
"Naruto-Senpai, mengapa kau mengajakku ke kedai es krim?" Naruto menautkan alisnya mendengar pertanyaan Hinata.
''Kenapa? Apa kau tak suka es krim?'' Hinata menggeleng.
"Mengapa kau tidak suka? Padahal es krim sangat digemari kaum hawa. Es krim itu sangat enak kau tau."
"Aku tidak suka manis, Naruto-Senpai."
"Alasan macam itu? Coba katakan yang jujur." Desak Naruto yang membuat Hinata membuang mukanya.
''Kau takut gendut ya?'' Spontan pertanyaan itu membuat Hinata menoleh dan menatap Senpai didepannya itu.
Bagaimana bisa Senpainya itu tau? Apa Senpainya bisa membaca pikiran seperti dukun? Pikir Hinata bertanya-tanya.
''Dugaanku benarkan?'' Tanya Naruto dengan menyangga dagunya mendekatkan wajahnya ke wajah Hinata. Mereka duduk bersebelahan.
''Na-Naruto-Senpai tau darimana?'' Ucap Hinata terbata.
''Hanya keberuntungan dalam menebak. Pantas saja aku mengajakmu, kau berfikir lama sekali. Hahaha, sekarang aku tau alasannya.'' Jawab Naruto dengan gelak tawanya.
Hinata mengerucutkan bibirnya kesal, Senpainya itu ternyata pandai membaca pikiran seseorang dan menggodanya-ah bukan menggoda tapi mencibir.
"Tapi aku menyukaimu jika kau gendutpun, pasti ada bagian tubuhmu yang sangat gendut juga.''
Blush...
Perkataan Senpainya yang awalnya sangat cuek itu mampu membuat rona merah menjalar dipipi Hinata.
''Naruto-Senpai hentaiiiii!!!!!!'' Pekik Hinata dengan meninju pelan bahu Naruto.
''Hentai bagaimana? Maksudku, yang gendut itu pipimu, Hinata.'' Jawab Naruto dengan mencubit pelan kedua pipi chubby Hinata.
''Kau berfikir apa eh yang gendut?'' Tanya Naruto memancing pikiran gadis bersurai indigo didepannya itu.
''A-aa, e-eto-...'' Ucap Hinata terbata.
Naruto mengacak surai indigo juniornya itu, entah mengapa juniornya itu sangat lucu jika semakin digoda.
''Dengar, es krim itu tidak akan membuat gendut, jika kau tak memakan es krimnya sebaskom, Hinata. Hahaha.'' Tawa Naruto semakin tergelak, hingga memegangi perutnya.
Hinata semakin kesal digoda oleh Senpainya itu. Hinata membuang mukanya sebal.
''Kau lucu, Hinata.'' Ucap Naruto namun tak ada respon dari Hinata. Hinata ngambek.
''Coba dulu es krimmu itu, Hinata. Sebelum mencair.'' Ucap Naruto.
''Tak mau Naruto-Senpai. Nanti aku gendut.'' Rengek Hinata dengan menggeleng.
''Es krim ini manis, Hinata. Enak lagi.'' Ucap Naruto semakin mengiming-ngimingi Hinata.
Pria bersurai kuning itu kembali menjilat es krim coklatnya, mengalihkan tatapan dari Hinata yang menatapnya dengan penuh kekesalan. Rona merah dipipi chubby nya itu tak mau hilang dari Hinata.
''Kau tau Hinata, ada yang lebih manis ternyata dari es krim coklat ini.'' Hinata menoleh bertanya 'Apa?'
''Kau ingin tau?'' Tanya Naruto kembali.
''Cepat katakan, Naruto-Senpai.'' Desak Hinata sebal Senpainya itu selalu menyebalkan.
Naruto menatap lekat wajah Hinata. Senyum tipis terlukis dibibir Naruto hingga kemudian ia menyeringai dan...
Cup...
Tubuh Hinata menegang, iris keperakannya itu membulat sempurna, merasakan sebuah sensasi bibir Senpainya yang terdapat bercak es krim coklat menempel dibibirnya.
Hanya sebentar, bibir Naruto pun menjauhkan dengan cepat, Hinata masih mematung. Wajahnya terasa memanas. Pipinya bak kepiting rebus sekarang. Merah merona.
"Ada yang lebih manis dari eskrim, yaitu bibirmu yang selalu mengerucut padaku."
''Naruto-Senpai menggomballllllll...'' Pekik Hinata membuang muka, Naruto terkekeh melihat reaksi Hinata.
''Naruto-Senpai tak secuek yang aku kira, Naruto-Senpai menyebalkan, sangat hentai...'' Pekik Hinata menatap tajam pada Senpainya itu.
''Khe, baru tau kau ya? Hahaha.'' Ucap Naruto dengan mengelus surai indigo Hinata.
Bersambung...
Speechless kalo bkin scene kiss"an, berasa baper parah Yuninya😂😂
Vomentnya😘😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto Senpai Is My Love
FanfictionCharacters Belongs To Masashi Kishimoto Chara : Naruto x Hinata Rate : T Ide sangatlah pasaran,sangat gaje,amburadul spekta pokoknya.. Summary : Bagaimana jika Hinata mengejar cinta sang senpai yang terkenal bersifat dingin dikampusnya? Bagaimana H...