"Gue ada di sini bukan karena mau gue ,tapi itu mau Tuhan yang nyiptain gue"
-Marry Clay Avaiden
Flasback on
"Clay, bulan depan papa mu akan pindah ke luar negri. Dan mama ngak mau tinggal sendiri di sini, kalau kalian ke sekolah gimana? Mama ngak mau sendiri di rumah. Jadi kita setelah mengurus kepindahan papamu kita juga akan pindah ke rumah Kakekmu di Jakarta. Masalah kepindahan kalian ke sekolah baru nanti biar mama yang urus." kata mama yang duduk di samping clay.
"Mama udah ngomong sama bang Reon sama bang Rian?"
"Iyah tadi mama sama papa sudah membicarakan ini dengan dua abang mu itu. Mereka sih setuju-setuju saja , tinggal kamu apa kamu juga setuju?" kata bunda clay lembut sambil mengusap rambut anak sulungnya itu.
Clay terkejut mendengar penuturan mamanya. Jika boleh Ia tidak setuju pinda ke Jakarta. Mengingat kota Jakarta yang padat dan macet . Ia tidak suka keramaian. Tapi Ia juga kasihan kepada mamanya, kalau- kalau mamanya seorang diri di rumah.
"Hmmm, iyah Clay mau kog. Clay ngak mau nyusahin mama". Ucap clay seraya mencium pipi mamanya itu.
Author
Pagi ini Clay sudah siap dengan seragam barunya. Ia terlihat sangat cantik dengan rambut yang dibiarkan tergerai dan sedikit liptint natural, tak lupa parfum Double Nature yang selalu di pakainya. Clay tidak suka yang berlebihan, menurutnya cantik natural itu lebih baik.
Setelah selesai menyiapkan perlengkapannya, Clay turun untuk sarapan pagi. Di meja makan sudah ada Reon dan Rian yang menyantap makanannya. Tak mau ketinggalan Clay segera duduk dan menyantap sarapan paginya. Tak banyak yang mereka bincangkan,karna Clay ingin cepat-cepat sampai d sekolah barunya itu.
Berbeda dengan Clay, Rian hanya menunjukkan ekspresi datarnya. Tak ada rasa penasaran atau pun semangat untuk pergi ke sekolah barunya itu. Nasib buruk bagi Clay karna Ia harus satu sekolah dengan abangnya yang satu itu. Tapi setidaknya Ia mempunyai kenalan di sekolah barunya itu.
Tak perlu waktu waktu lama mobil Rian langsung memasuki area sekolah barunya. Setelah memarkirkan mobil mya Rian turun dari mobil tanpa pamit atau pun mengajak Clay turun. Clay hanya mendengus pelan melihat tingkah abangnya itu. Ia nampaknya sudah terbiasa seperti itu.
Setelah merapikan seragamnya Clay turun menuju ruang TU di sekolah itu.
Tatapan- tatapan penasaran pun membanjiri mata Clay. Clay mencoba tersenyum kepada orang yang melihatnya. Clay memang mudah bergaul, tak butuh waktu lama bagi Clay untuk mendapatkan teman baru. Namun sayangnya pertemuan pertama mereka tak berjalan dengan baik.
**************************************
Hy hy readers
Maap partnya pendek😂
Thanks buat kalian yang udah baca cerita akohh😇😂
Maafkan daku banyak typo
Soalnya nulisnya di hp😁
Ok guysssssssss
Jangan lupa di vote
And coment, saran dan kritik dari kalian sangat membantu lohh😂
Byeeee😍😍😍
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Him?
Roman pour AdolescentsTuhan... Kenapa engkau mempertemukan Kalau pada akhirnya engkau memisahkan *** Mengapa kehadiran ku membuat mu risih ? Mengapa matamu Tak pernah melirik ku lagi? Aku rindu kamu yang dulu Apa sedalam itu rasa benci mu padaku? Tak ada kah sepelik...
