Why Him - Four

39 2 0
                                        


"Sebel sih, tapi rindu"









"Astaga..... Ini udah jam setengah 7. Mampus guee"teriak Clay yang baru bangun di hari kedua sekolahnya.

Dengan gerakan kilat Clay menuju kamar mandi,dan kemudian bersiap-siap dikamarnya.







'Iyaaaannnnnnnn.... Kog lo ngak bangunin gue sih' teriak Clay yang menuruni tangga menuju meja makan.

'Gue pengasuh lo gitu, musti bangunin loh terus' cicit Rian yang menikmati makan paginya. 'Alarm lo udah bunyi sampe kamar gue juga, masih ajah molor dasar dugong loh'.

'Lo ngatain gue dugong!!! Siap-siap ajah yah jambul kesayangan lo rontok semua!' balas Clay. 'Trus gue harus takut? Iya?'. 'Dih nyolot ajah terus sampe onta beranak kuda!' sinis Clay.

'Udah dong debatnya, coba kalian lihat jam deh'. Lerai Mila ibu Clay dan Rian.

'Anjirrrr 10 menit lagi gerbang tutup! Ma Rian berangkat dulu' pamit Rian.
'Bangg tungguin gueee! Ma Clay pamit yah, dah mama' Clay pun mengejar Rian yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.





Tak butuh waktu lama mobil Rian sudah tiba di area sekolah. 'Hampir ajah kita telat, gara-gara lo ni La' ucap Rian. Clay pun tak menghiraukan ucapan Rian barusan. Seolah tak merasa bersalah Ia melewati Rian dan berjalan menuju kelasnya.

'punya adek kog kayak musuh' cicit Rian pada dirinya sendiri.






Sejak palajaran pertama Clay hanya sendiri. Tak ada Arga yang menggangunya lagi. Arga tidak masuk dengan alasan sakit. Saat mendengar itu entah kenapa Clay merasa khawatir pada cowok itu, padahal harusnya dia senang karna tak ada lagi yang mengganggunya. Terkadang yang nyebelin bisa jadi yang dikangenin. Yap, Clay seakan merasakan hal itu. Namun secepat mungkin ditepisnya rasa peduli itu. 'Ngak La, loh ngak boleh peduli sama kutil itu' Clay mengucapkan itu sambil mengeleng kepalanya.




Sampai waktu pulang pun Clay seakan-akan kehilangan moodnya. Ntahlah ketidak hadiran seorang Arga membuat moodnya ambyar seketika. Tak ada lagi yang diajaknya ribut, tak ada lagi suara tengil yang menganggu otaknya, tak ada lagi perlakuan menyebalkan dari Arga yang membuat emosinya meningkat.
Akhhhhh satu hari tidak bertemu Arga saja sudah seperti ini mood Clay. Bayangkan jika berhari-hari mungkin Clay tidak akan bisa melakukan apa-apa.

Karna perasaannya sudah ambyar, Clay terpaksa meminta id line Arga dari Chelin. 'Chel lo punya id linenya Arga ngak?'
'Punya. Lo mau?'
'Ehmm gue butuh kontak nya, lo bisa kan kirimin gue id linenya?'
'Hah? Lo mau hubungin Arga? Astaga Clay gue ngak nyangka secepat ini perasaan lo berubah'.
Clay sangat malas menjelaskan kepada Chelin, alasannya sih karna mau menanyakan tugas kelompok. Tapi yang lebih utama Clay rindu. Akhh tidak, lebih tepatnya dia ingin tau kabar Arga.







Arga Alviano

Woi.
Hey you!?
Ini penting woi

Lo dapet id gue dari mana?

Gak penting. Gua mau bahas
tugas kelompok.

Gue kira lo kangen:)

Dihhh ogah banget. Emang gue
ngak punya urusan lain sampe
kangen sama lo:(

Udah gak usah boong loh.
Tadi Chelin cerita ke gua.

read

'Lah sih Chelin ngomong apaan lagi ke Arga. Dihh nyebelin akh' Ucap Clay pada dirinya sendiri.
Tak lama kemudian hp Clay pun bergeyar menunjukan notice pesan dari Arga.

Arga Alviano

Tenang ajah besok gue udah
masuk, gak usah kangen ya lo
gue ngak mau bikin lo kangen
terus. Ntar naksir loh:)

Gak usah masuk sekalian,biar
dunia gue adem.Siapa juga
Yg kangen ama lo pea'.

read

'lah di kampret bohongi hati gak baek' ucap Arga menatap balasan dari Clay. Dia sangat yakin Clay rindu padanya. Jelas saja, Chelin menceritakan bagaimana mood Clay hari ini.
'Gak usah bohong sama hati, kasihan yang sakit hati lo'.









**************************************

Maafkan daku readers

Uploanya lama banget, soalnya fokus ke Mid.

Part yg ini aku buat agak panjang
Biar ada puas-puasnya:v

Ok baik
Aku pamit

See you😇😍❤❤❤

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 27, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Why Him?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang