Part 4 Kenangan Lama
Saat terakhir by St 12
Pov Nadia.
Sudah 2 tahun lamanya kau pergi meninggalkan ku sendirian menjalani kehidupan ini. Tanpa kau disamping ku, tanpa kau yang menghiburku disaat aku merasa sedih, tanpa kau saat kita terbiasa berbagi tawa bersama.
“Hai apa kabar sayang?”sapaku ketika baru saja sampai didepan makam orang yang kusayangi dan kucintai dulu.
“Kamu disana baik-baik saja kan yank?” tanyaku lagi seperti sedang lansung berbicara padanya sambil aku berjongkok didepan makam kekasihku.
Seperti orang yang sudah gila aku menceritakan semua perasaan ku dalam menjalani kehidupan ini tanpa ada kehadirannya disampingku.
“Yank hari ini aku bete banget di kerjaan yank mana tadi aku dimarahi bosku. Kamu tahu kan bosku yang cewek itu? Iya dulu aku pernah ceritain ke kamu kalau sudah marah seperti nenek sihir itu loh yank hihihi,” kata ku dengan sekali-kali mengusap batu nisan yang tertera nama kekasih ku Deny Hidayat.
Hingga tak terasa air mata ku mulai mengalir turun dengan sendirinya ketika aku sedang mencurahkan isi hati ku yang aku rasakan sekarang.
“Aku merindukan mu Deny,” kataku sambil menebarkan bunga yang ku bawa disekitar makam kekasihku.
Dengan terus melihat makam nya seketika memori ku kembali teringat dengan sebuah kenangan ketika aku bersamanya. Sebuah kenangan yang sangat susah kulupakan begitu saja dan masih tertanam jauh dalam benak pikiran ku,
“Hai sayang jangan lari-lari,” teriaknya ketika mengejarku yang tengah berlari dipantai yang indah ini.
“Tangkap aku kalau bisa,” balasku sambil terus berlari menghindari dirinya yang tengah mengejar ku.
Suasana sore hari di pantai ini membuat hatiku sangat bahagia karena aku berada disini ditemani oleh orang yang ku cintai dan kusayangi.
“Auw,” reflek ku berteriak kecil ketika dia berhasil menangkap ku.
“Nah ketangkap kamu,” katanya sambil menangkap dan memeluk ku dari belakang.
“Nakal ihhh lepasin gak,” aku mencoba sedikit memberontak agar bisa lepas dan berlari kembali.
“Sudah disini ajha, aku gak akan melepaskanmu,” kata dirinya sambil memeluk tubuhku dengan penuh perasaan sehingga membuat aku berdiam diri menikmati pelukannya yang membuatku sangat nyaman.
“Nad aku bahagia bisa bersamamu,” katanya lirih sambil mencium tengkuk leher ku dari belakang.
“Aku juga Den, aku sangat bahagia saat ini,” balasku sambil menyederkan kepalaku di dada kekasih ku ini.
Matahari pun mulai terlihat terbenam menemani kami berdua yang tengah duduk bersama menikmati suasana yang begitu romantis saat ini. Aku merasakan dekapan Deny kekasihku . mulai bertambah erat memeluk tubuhku dari belakang sambil sekali-sekali ia mencium mesra dan dan membelai-belai lembut rambutku.
“Indah ya yank hari ini,” kataku sambil memenjamkan mataku menikmati suasana dipantai ini dengan di lengkapi dengan matahari yang mulai terlihat tenggelam di ujung lautan sana.
