Part 5

25 1 0
                                        

Setelah mendapatkan kabar dari Ayu yang mengatakan kalau Rizal mau datang ke pesta ulang tahun Claudia sedikitnya aku merasa lega mendengarkannya. Namun ada satu hal lagi yang harus kupastikan bahwa memang benar-benar Rizal menyetujui ajakan ku tadi sambil berjalan menunju ruang kerja Rizal.

“Hmm,sibuk gak dia ya?” Bathinku bertanya-tanya sambil mengintip dari pintu ruangannya yang kebetukan tidak tertutup rapat.

  Ketika aku mengintip Rizal dari celah pintu kulihat dia masih saja berdiam diri sambil terus menantap komputernya yang masih belum di hidupkan.

“Pasti ngelamun lagi nih anak,” Kataku dalam hati.

Dengan perlahan aku membuka pintu ruangannya dan berjalan perlahan mendekati Rizal yang terlihat tak menyadari kedatangan ku ke ruangannya.

“Bener kan orang ini ngelamun lagi ckckckc,” Bathinku ketika sudah berada tepat didepannya namun Rizal tetap saja tak menyadari kedatanganku.

  “Hei Zal, beneran kamu mau pergi sama aku?” Aku bertanya lansung karena memang ada niatku sedikit untuk menganggetkannya.

  “Eh..,” Dia tak dapat menjawabnya karena memang tampak Rizal terkejut dengan kehadiranku sekarang.

“Ya elah nih anak ngelamun terus sih,” Kata ku memprotes Rizal yang terlalu banyak melamun.

“Soory Nad, gue gak tahu lu tiba-tiba di sini,” Jawab Rizal sambil terlihat ia menghidupkam komputernya.

“Makanya jadi orang jangan banyak ngelamun huu,” Aku hanya dapat mengeleng-gelengkan kepalaku karena kebiasaan Rizal itu.

“Hehehehehe,” Namun Rizal hanya menanggapi ku dengan tertawa kecil sambil terus menantap layar komputernya.

  “Tapi beneran kan kamu mau nemenin aku ke ulang tahun Claudia?” Tanya ku lansung sambil terus menunggu jawaban darinya yang masih terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu.
Merasa aku tak mendapatkan jawaban dari Rizal ku beranikan diri ku untuk bertanya kembali padanya, “Gimana Zal?” Tanya ku lagi.

“Huft, ya gue temenin deh,” Jawabnya walaupun terdengat terpaksa olehku tapi tetap aku senang mendengar jawaban dari Rizal.

“Asyik beneran kan Zal?” Tanyaku sekali lagi hanya untuk memastikannya.

“Ya Nad,” Jawabnya singkat.

“Hihi Thank’s ya Zal, Ntar gue tunggu lu jemput gue di rumah ,” balasku lansung.

“Ok Nad,” Aku melihat Rizal sudah sedikit sibuk dengan perkerjaannya hingga membuat aku memutuskan untuk segera keluar dari ruangannya karena memang aku tak mau menganggu nya sekarang ditambah lagi ada kerjaan juga yang harus ku kerjakan.

“Hihihi, ya udah Zal gue balik dulu ya. Semangat ya,” Kataku berpamitan padanya sambil tak lupa aku menyemangati dirinya yang menghiraukan aku saat berpamitan dengannya.

  Ketika aku keluar dari ruangannya dan berjalan menunju ke ruanganku ada terbisit pikiran yang sangat mengganjal ku. Apakah aku salah jika mempertemukan Rizal dengan Erna? Hati ku menjadi bimbang karena aku tahu Rizal selama ini sangat sulit melupakan Erna. Semua itu terbukti dengan sikap Rizal yang selama ini banyak melamun tak jelas dan menjadi dingin ketika berkomunikasi dengan orang lain tapi Erna juga teman ku aku pun tak enak hati jika menolak permintaannya.

My Last LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang