Part 6

21 0 0
                                        

Part 6

Aku masih termenung terdiam memikirkan mimpi ku tadi. Mimpiku sangat terasa seolah-olah semua memang nyata bagiku. Tak kusangka dia akan datang dalam mimpiku dan meminta maaf padaku.

Tidak...tidak..., dia tidak salah seharusnya aku lah yang merasa bersalah karena dulu aku terlalu memakai emosi ku tanpa mendengarkan penjelasaan terlebih dahulu dari nya.

“Deny,” Lirihku sambil memeluk boneka kesayangan ku dengan eratnya dan aku mulai teringat kembali pada masa lalu ku yang membuatku menyesal seumur hidupku.

“Siapa dia? Oh, ternyata begini kamu kalau dibelakang ku!!!!” Kataku membentak Deny ketika memergoki mereka sedang berduaan dengan seorang wanita yang tak ku kenal di dalam sebuah cafe.

“Nad dengerin dulu aku....,” Katanya dengan ekspresi terkejut nya ketika aku memergoki dirinya sedang bersama wanita lain.

“Sudah cukup Den! Gue gak mau dengerin penjelasan dari lu lagi!! Udah cukup gue dibohongi!!!” Bentak ku sambil meraih gelas yang terdapat di meja mereka duduk lalu aku mengguyurkan tubuh Deny dengan isi gelas itu dengan penuh emosi.

“Gue pergi !!! Dan lu jangan pernah cari gue lagi !! Gue udah muak lihat lu!!!!” Kataku sambil meninggalkan cafe ini.
Tak kuhiraukan teriakannya yang terus memanggil namaku saat aku berjalan meninggalkannya. Dengan hati yang terluka aku berjalan menunju ke mobil ku yang ku parkirkan ditempat parkir cafe ini.

“Deny kenapa sih lu tega ama gue!!!” Teriak ku dalam hati hingga tak terasa air mata ku mulai mengalir keluar karena semua kepedihan yang aku rasakan.

Aku tak menyangka kebersamaan ku denganya harus berakhir seperti ini dan aku juga tak menyangka dengan mudahnya Deny berpaling dari ku dengan cepatnya.

“Aaaaa......,” Aku berteriak seakan-akan ingin memuaskan rasa sakit yang kurasakan sekarang.


  Sebuah kenangan yang membuatku terlihat terlalu egois waktu itu. Tanpa mendengarkan penjelasan dia terlebih dahulu aku pergi meninggalkannya dan massa lalu itu pula membuat ku menyesal seumur hidupku.

Aku tak menyangka masa lalu itu adalah pertemuan terakhirku dengannya. “Denn..,” Ucapku kembali merenungkan semua kebodohan dan keegoisanku waktu itu. Dan di saat aku sedang merenung dengan semua kebodohan yang kulakukan dulu tiba-tiba saja terdengar nada dering dari hp ku,

Takkan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri

Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan kutunggu dirimu ?

By Kerispatih Mengenangmu

Kubiarkan sejenak hp ku yang berdering hingga akhirnya aku sendiri lah yang tak tahan mendengarkannya. Dengan rasa malas ku raih hp ku yang kuletakan di meja tak jauh dari ranjang tidurku. “Siapa sih yang telepon? Oh,Erna toh.” Kataku ketika melihat nama penelepon yang tertera di layar hpku.

“Halo Er ada apa?” kataku ketika aku mengangkat telepon dari Erna.

“Halo Nad, Lu nanti sama Rizal jadi datang kan?” Tanyanya.

My Last LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang