Part 01 : Depresi

144 35 36
                                    

{Vote & Komen}

"Melangkah Kedepan, tanpa harus melupakan kenangan & masa lalu"

--TeenFiction--

-FARREL FAHREZI PUTRA-

-FARREL FAHREZI PUTRA-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Flashback On-

"Aku percaya, kamu itu laki-laki yang akan selalu menemani hidupku, memang benar kita masih terlalu kecil untuk memahami makna dan arti cinta, aku mengenalmu sejak aku di SMP, kita beda kelas, kamu di kelas atas, aku di kelas bawah, jujur aku selalu melihati kelas kamu di atas dari kaca jendela dan berharap ada kamu"
Qisya menatap Farrel.

"Haha (Farrel tersenyum), Sya, aku mencintai kamu dulu, sekarang dan nanti sampai kita menikah. Jujur aku gak tahu kalau SMP kamu suka aku, dan jujur aku tuh suka kamu waktu kita masuk SMA yang sama, waktu kamu nangis karena pas waktu mos kamu di suruh makan sambal."
Farrel memegang tangan Qisya.

"Aku cinta kamu, asik yah ingat masa dulu, masa yang paling berharga masa kisah kasih kita pas lagi pakai seragam putih biru"
Qisya tidak berhenti menatap Farrel.

"Aku gak mau kita pisah, aku mau kita bersatu di Dunia dan Di Akhirat kelak."
Jawab Farrel.

Flashback Off-

Rumah Farrel-

"Farrel, (seseorang menepuk punggungnya pelan)"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Farrel, (seseorang menepuk punggungnya pelan)"

Farrel masih terdiam, ia masih belum bisa merelakan Qisya pergi dari-nya, meninggalkan impiannya.

"Farrel,"
Ucapnya kembali.

Ia begitu depresi karena memikirkan Qisya, sudah 1 minggu ia tidak sekolah tanpa keterangan. Beberapa kali kepala Sekolah datang kerumahnya agar Farrel bisa kembali sekolah.

"Farrel... "
Ucapnya terus menerus.

Farrel menatap kebelakang, dilihatnya kakaknya memanggil nama-nya.

"Kakak?, Farrel mau sendiri!"
Ucapnya.

"Rel, kamu harus makan, kakak gak mau kamu terus begini, kamu harus kasihan sama mamah, mamah terus memikirkan kamu, keadaan kamu"
Jawab kakaknya.

"Fika Aisyah" nama kakak Farrel.

"Plis, aku mau sendiri"
Kekeh Farrel.

"Farrel, Qisya udah pergi pindah, dia gak meninggal sehingga kamu harus depresi seperti ini"
Jawab kakaknya.

Air mata Farrel perlahan mengalir membasahi pipinya, ia tidak kuat mendengar Qisya pergi meninggalkannya. Begitu cintanya ia kepada Qisya.

"Kak, Farrel tahu Qisya gak mati, dia hanya pergi sebentar... "
Farrel menangis.

Tidak kuat melihat keadaan adiknya menangis, Fika pergi, berlari menuju ibunya.

"Qisya, kamu dimana sayang... "
Farrel kembali melihati foto kebersamaannya bersama Qisya.

"Mah... "
Teriak Fika.

"Kenapa sayang?, kamu kenapa?"
Tanya ibunya.

"Mah, Fika gak sanggup lihat ade gitu dan gitu terus, Fika takut kalau Farrel akan tetap seperti itu, Fika mau ade kembali kaya dulu, yang ceria, selalu semangat, Fika gak tega lihat Farrel sekarang, Fika takut masa depannya... "
Fika menangis, ibunya memotong pembicaraan anaknya.

"Fika, Farrel butuh waktu nak, Farrel butuh waktu untuk merubah segalanya, Farrel butuh waktu untuk melupakan Qisya, mamah tahu kamu sayang sama adik kamu, ingat nak, jika kamu sedih, nanti siapa yang akan nguatin hati mamah jika mamah sedih?, kamu harus kuat, biar Farrelnya juga kuat"
Jelas ibunya memeluk anaknya.

"Mah, Qisya kemana?"
Tanya anaknya.

"Mamah gak tahu, Sejak ibunya meninggal mamah hanya tahu kalau dia tinggal sama tantenya"
Jawab ibunya.

"Tapi mah, disana ga ada, tantenya bilang jika Qisya pergi jauh"
Jawab kembali Fika.

"Nak, sudah kamu istirahat, jangan nangis terus, kamu harus fokus sama kuliah kamu, biar Farrel mamah yang urus."
Jawab ibunya.

Fika pun berlari menuju kamarnya.
Sedangkan ibunya akan menemui anaknya Farrel.

"Farrel... "
Ucap lembut ibunya.

"Qisya?"
Farrel menoleh kebelakang.

Ibu-nya berusaha untuk kuat. Ia pun menghampiri anaknya yang sedang menangis dengan beberapa foto di hadapannya.


1032018

Budayakan Vote dan Komen setelah membaca.
Farrel❤
Sabar Farrel.

Tatapan LDRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang