Polaroid
Main cast : Xu Minghao, Wen Junhui, etc.
Rated : T+
📷📷📷
"Benar-benar keterlaluan! Tahu gitu biar aku saja yang memberikannya."
Terkadang, ada saja orang yang memiliki prasangka buruk duluan sebelum mengetahui yang sebenarnya.
"Aku harus menceritakan ini padanya! Ini tidak bisa dibiarkan." Ia menggeram kesal dan segera pergi meninggalkan tempat di mana ia bersembunyi. Menurutnya, ini sudah keterlaluan. Bisa saja peluang Junhui untuk berselingkuh semakin besar jika dibiarkan terus-menerus seperti ini. Namanya juga pria. Bohong saja jika mereka tidak tergoda pada rumput tetangga yang jauh lebih baik daripada rumput yang telah dimilikinya.
Di seberang sana, Junhui dan Minghao sudah tidak duduk di restoran itu lagi. Mereka kembali pulang ke rumah masing-masing dengan membawa kenangan yang indah untuk dikenang. Ah, Minghao pikir, ini adalah hari keberuntungannya. Pertama, ia menemukan kamera kesayangannya. Kedua, kamera tersebut dikembalikan oleh orang yang keberadaannya sangat istimewa di hatinya. Ketiga, ia bisa menikmati indahnya malam hari ini bersama dengan orang yang sama seperti pada bagian kedua, alias orang yang sosoknya begitu istimewa di matanya.
Semoga selamanya ia akan tetap bisa seperti ini, walaupun sedikit terhalang dengan status "kekasih orang". Biarkan Minghao berjuang sekuat hati sampai ia menemukan titik lelahnya dan berakhir atau menyerah dengan sendirinya. Bukankah fase jatuh cinta akan selalu berakhir seperti itu?
📷📷📷
"Halo sayang, bisakah kau temui aku di Blossom Cafe pada malam ini?"
"Tumben sekali kau mengajakku ke Cafe. Ada apa?"
"Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu. Sekalian, aku ingin menggantikan kencan kita yang sempat batal kemarin malam. Bisa, kan?"
"Of course, i can. Apapun itu untukmu, sweetie."
"Tidak usah sok inggris kau, Tuan Wen! Aku bergidik geli mendengarnya."
"Ya sudah, maafkan aku. Sampai berjumpa di Cafe, sayang."
"Bye, Tuan Wen!"
Lihat saja nanti.
Junhui menutup teleponnya dan kembali melanjutkan aktivitas kerja kelompok yang sedang ia kerjakan bersama dengan Soonyoung, Seungcheol, dan Jeonghan di ruang kelasnya.
"Kenapa, Tuan Wen? Pasti kekasihmu itu menelepon lagi, ya?" goda Seungcheol yang kedua matanya masih tertaut pada lembaran kertas di hadapannya.
Soonyoung menatap tajam ke arah Junhui. "Kuharap malam ini tidak terjadi apa-apa."
Mereka bertiga sontak menoleh ke arah Soonyoung. "Maksudnya apa, Soonyoung-ah?" Jeonghan bertanya dengan raut wajah bingungnya.
"Hei, lihatlah! Bahkan kedua mata sipitmu itu terlihat menyeramkan dari biasanya. Ada apa gerangan?" ucapan Seungcheol ini entah hanya untuk lelucon semata, atau memang benar-benar serius. Bahkan wajah Soonyoung tidak terlihat cute lagi seperti biasanya.
"Tidak apa-apa. Aku, kan, hanya berharap. Bukankah bagus jika mendoakan yang baik-baik saja kepada temanmu yang akan berkencan nanti malam?"
Mereka semua terdiam.
Junhui terlihat sangat tidak konsentrasi lagi. Soal Biologi yang ia kerjakan mendadak berubah menjadi sebuah kata-kata aneh dan asing yang mungkin tidak akan bisa dirangkai kembali menjadi kalimat yang utuh. Ia sibuk memainkan jari-jemarinya dan sedikit menggigit bibir bawahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Polaroid [Junhao]
FanfictionSUDAH DIREVISI -- Xu Minghao dengan kamera polaroidnya, Wen Junhui dengan dunianya sendiri. Ada hubungan apakah di antara mereka berdua? Akankah mereka bisa bersatu di dalam dua kubu yang berbeda? 👬 featuring Meanie otp ⚠ bxb-yaoi ⚠ bahasa baku. g...
![Polaroid [Junhao]](https://img.wattpad.com/cover/140270119-64-k981445.jpg)