Eight ✔ Revisi

703 95 5
                                        

Polaroid

Main cast : Xu Minghao, Wen Junhui, etc.

Rated : T+

📷📷📷

Flashback

Malam itu, seorang pemuda malang yang berniat untuk mengakhiri kehidupannya sedang asyik bermonolog ria dan bercengkrama akrab bersama udara yang beterbangan tak kasat mata di dalam rumahnya.

Berusaha mengabaikan segala bisikan-bisikan iblis yang mungkin begitu sepele untuk dipandang orang lain, tetapi sangat menyakitkan untuk dirasakan dan didengar sendirian.

Xu Minghao—,seorang pria manis yang tinggal di dalam sebuah kosan sederhana nan kecil tersebut sedang dihantui oleh bayangan-bayangan negatif yang telah siap menyerangnya kapan saja. Fisiknya memang tampak baik-baik saja, sehat walafiat tanpa cacat dan luka sedikitpun di tubuhnya. Namun sayang, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia merasakan kesakitan yang luar biasa tiada tara. Andai saja ia bisa dilahirkan kembali seperti semula, ia tidak pernah sekalipun untuk mencoba memiliki perasaan yang begitu dalam kepada Wen Junhui—senior atau sunbae di sekolah yang ia tempati sampai setahun ke depan.

"Aku tahu, aku memang sudah salah sejak dari awal aku mengaguminya,"

Ia terus merutuki dirinya sendiri seakan-akan ia adalah makhluk terbodoh dan yang paling hina di muka bumi ini. Mengapa beban hidup seberat ini?

"Tidak seharusnya aku memiliki perasaan yang lebih kepadanya. Kau harusnya sadar, jika ia sudah menjadi kekasih orang lain! Kenapa kau begitu bodoh sekali?! Aku benci dengan diriku sendiri! Mengapa aku harus dianugerahi otak yang cemerlang dalam urusan perhitungan, tetapi tidak pintar dan bahkan sangat-sangat bodoh untuk masalah perasaanku sendiri?"

Sebilah pisau tajam berukuran 14 cm telah tergenggam dengan baik di telapak tangan kanannya. Diam-diam, ia membeli benda tersebut di kedai pinggir jalan setelah kepulangannya dari lorong sepi tempat pertemuannya dengan Junhui yang berujung pada suatu permasalahan, sehingga membuat dirinya begitu nekat untuk membeli pisau itu.

"Maafkan aku, ibu, ayah, dan orang-orang terdekat yang kusayangi dan kucintai. Tapi aku mohon, biarkanlah aku beristirahat dengan tenang. Aku tahu ini memang terdengar cengeng dan lemah, tetapi, hatiku sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapinya."

Minghao yang payah. Masalah sepele seperti ini saja ia harus rela menyerahkan rohnya pada Tuhan dan menyakiti tubuhnya demi menghilangkan nyawanya secara paksa. Sebenarnya, setan apa yang sedang merasuki dan menguasai pikirannya saat ini? Kau benar-benar makhluk paling bodoh, Xu Minghao! Mungkin, kalau Junhui mengetahui semua yang ia lakukan detik ini juga, ia pasti akan menjauhi Minghao karena perasaannya telah hilang begitu saja melihat Minghao yang terlalu lemah menghadapi bisikan negatif yang diterimanya.

Bulir demi bulir air matanya terjatuh semakin deras seiring berjalannya waktu. Sesekali, ia tampak mengusap kasar pipi tirusnya yang terkena air matanya sendiri. Sebenarnya, Minghao sendiri sedikit ketakutan saat melihat pisau yang begitu tajam dan mengkilat tersebut terlihat siap untuk ditancapkan ke dalam tubuhnya. Terkadang, ia kembali menggagalkan tindakan terlarangnya jika bayangan tentang teman-teman dekatnya dan juga kedua orang tuanya sedang memanggil-manggil namanya. Ternyata, upaya untuk melakukan bunuh diri tidak segampang itu untuk dilakukan. Ini begitu berbeda dengan tindakan yang dilakukan di beberapa scene film-film tertentu yang kelihatannya mudah tanpa banyak basa-basi.

Tok tok

Berkali-kali Minghao mendengar ketukan yang berasal dari pintu depan kosannya. Tetapi, ia berusaha mengabaikannya dan tetap terfokus dengan rencana yang akan dilakukannya dengan segera.

Polaroid [Junhao]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang