Nine ✔ Revisi

775 95 5
                                        

Polaroid

Main cast : Xu Minghao, Wen Junhui, etc.

Rated : T+

📷📷📷

"Eh, Junhui Hyung? Kenapa kau bisa ada di sini?"

Malam ini, rumah Minghao kedatangan oleh seorang pemuda bertubuh tinggi dan berkulit tan yang tengah membawa sebuah buku pelajaran.

Siapa lagi kalau bukan Mingyu—sahabat karib Minghao selama di sekolah.

Mingyu berniat untuk belajar bersama dengan sahabatnya itu. Sebelumnya, Ia sudah mengirimkan pesan kepada Minghao. Namun, pesan tersebut tidak sempat dibalas karena insiden tadi membuat Minghao lupa dengan urusan duniawi.

"Tidak apa-apa. Temanmu hanya menyuruhku untuk bermain saja ke rumahnya," jawab Junhui berbohong.

Mingyu sedikit menaruh curiga kepada Junhui. Ia sibuk celingukan mencari sosok sahabatnya. "Di mana Minghao? Kenapa tidak ada suaranya?"

Otak Junhui sedikit berpikir lebih keras bagaimana caranya supaya Mingyu tidak mengetahui tragedi maut yang melukai tubuh Minghao karena kejadian tersebut tentu melibatkan dirinya.

Tapi percuma saja. Toh, sebaik-baiknya kau menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga pada akhirnya.

"Aku akan masuk ke-"

Junhui mencegat Mingyu yang akan menerobos pertahanannya. "Maaf, tapi Minghao tadi bilang padaku jika ia tidak mau diganggu dan ingin beristirahat malam ini."

Mingyu mendengus kasar. "Aku ini temannya. Kau tidak perlu takut denganku."

Mingyu kembali mencoba menerobos pertahanan yang Junhui buat, dan..









Berhasil!

Junhui sempat mengejar dan meraih tangan kiri Mingyu yang sedang menggenggam erat buku pelajarannya. "Kau tidak bisa se-"

"Aku ini temannya! Kenapa kau begitu mengaturku? Sudahlah, lagian pula aku takkan menyaringkan suaraku jika ia sedang benar-benar istirahat," nada suara Mingyu sedikit meninggi. Ia sedikit heran dengan sunbae yang disukai temannya sendiri. Kenapa ia seperti menyembunyikan sesuatu, sampai-sampai untuk masuk ke rumah Minghao saja bagaikan ada perlarangan kecil baginya?

Baru beberapa langkah Mingyu berjalan menuju dalam ruangan, tiba-tiba ia dikejutkan dengan pemandangan yang sungguh tidak mengenakkan kedua matanya.

Ia melihat Minghao terbaring lemah dengan balutan perban yang tebal di tangan kirinya.

Mingyu menubrukkan dirinya ke bawah, hingga kedua matanya bertemu dengan kedua mata Minghao yang sedang menatap lurus dan tatapannya terlihat kosong. "Kau kenapa, Hao-ya?"

Minghao hanya diam bergeming tak bergerak sedikitpun. Raut wajahnya menunjukkan ketakutan yang luar biasa. Bahkan, ia berkali-kali menggigit bibir bawahnya yang hampir saja berdarah karena gigitannya terlalu kuat.

"Hao-ya, jawab aku! Kenapa kondisimu begitu parah hari ini? Oh, kurasa aku telat untuk datang ke rumahmu." Mingyu menggoyang-goyangkan kedua otot Minghao, menatap wajahnya lebih intens pada sang pemilik luka di malam yang mencekam ini.

Polaroid [Junhao]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang