Ten (End) ✔ Revisi

933 107 6
                                        

Polaroid

Main cast : Xu Minghao, Wen Junhui, etc.

Rated : T+

📷📷📷

"Ayo, Minghao, fotoin aku!"

Sekujur tubuh Minghao melemas dan sedikit bergetar. Kedua tangannya yang masih memegang erat kameranya, lantas diturunkannya perlahan sampai ke bawah dadanya. Ia kembali memastikan sekali lagi, apakah orang yang berada di depan matanya kini adalah benar orang yang selama ini dicari-cari dan dirindukannya, atau ini semua hanyalah bayangan semu dan imajinasinya sajalah yang tengah mendominasi pikirannya malam ini.

"Hei, mengapa diam saja? Ayo, fotoin aku, namja manis!" serunya sambil memamerkan deretan giginya yang sedikit tidak rata di bagian tengahnya. Ia melambai-lambaikan tangannya, berusaha untuk menyadarkan Minghao yang sedang diam bergeming menatap datar makhluk yang persis di depan matanya saat ini. Terkejut, rindu, dan bahagia semuanya bercampur menjadi satu. Semoga nyawanya tidak melayang malam ini juga.

"K-kau, Jun Gege?" Bibir Minghao terasa kelu, seakan-akan ada ribuan bongkahan es yang diletakkan di dalam mulutnya.

Junhui tersenyum seraya mengangguk senang. "Ayo, tunggu apalagi! Ayo, fotoin aku sekarang juga!" Sebuah permintaan yang membuat Minghao sedikit tercengang, tatkala Junhui baru saja kembali menampakkan batang hidungnya di depan mata kepala Minghao sendiri setelah sekian hari ia menghilang bak ditelan bumi.

Dengan gemetar, Minghao mengarahkan lensa kameranya menuju objek yang telah mencuri perhatiannya. Ia menekan tombol shutter secara perlahan, supaya tidak menimbulkan kesan blur saat fotonya sudah dicetak.

Ckrek!

"Lagi, Minghao-ya!"

Ah, Junhui benar-benar terlihat ceria hari ini. Entah mengapa, rasa senang yang sudah melingkupinya malam ini membuat ia tampak bersemangat untuk meminta Minghao memotret dirinya di antara lampu taman yang tingkat kecahayaannya cukup terang benderang.

Ckrek!

Tanpa sadar, Minghao menyunggingkan bibirnya. Senyum yang sejak lalu telah hilang, kini mulai terbit lagi. Senang? Tentu saja. Karena doa yang selama ini ia panjatkan kepada Tuhan, akhirnya kunjung terkabul dan Minghao merasa bahwa ia terjebak di dalam dunia fantasinya sendiri. Dunia indah yang dikuasai oleh para tokoh dan cerita berdasarkan dari imajinasi sang penulis cerita atau sutradara film.

Padahal, ini semua adalah nyata.

Minghao selalu berharap, semoga takdir bahagianya tidak akan pernah berakhir, seperti rasa cintanya kepada Junhui yang tak juga hilang dan sirna. Karena cinta selalu tahu, kapan ia akan berpulang. Walaupun kau telah pergi sejauh apapun itu.

"Kurasa cukup. Coba, aku ingin lihat hasilnya." Junhui berlari kecil menghampiri si tukang fotografer yang sedang tersenyum ke arahnya. Minghao menyodorkan empat kertas polaroid-nya yang telah tercetak dengan sempurna. Tentu saja, karena objek di dalamnya yang membuat fotonya terlihat sempurna, sekaligus menjadi nilai plus dari karya Minghao sendiri.

"Aigoo, Ge. Lihatlah, wajahmu yang ini. Begitu konyol dan menggelikan." Minghao tertawa kecil. Telunjuk kanannya menunjuk foto yang ia maksud.

"Walaupun konyol, tapi aku tetap tampan, kan, seperti biasanya?" Junhui menaikturunkan kedua alisnya seraya menatap tajam wajah Minghao. Ia bisa gila kalau ditatap seperti ini dalam waktu yang lama.

Polaroid [Junhao]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang