Four ✔ Revisi

838 124 9
                                        

Polaroid

Main cast : Xu Minghao, Wen Junhui, etc.

Rated : T+

📷📷📷

Keesokan hari setelah gempa

"Ah, aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan diriku."

"Syukurlah. Ibu dan ayahmu juga baik-baik saja disini. Kami semua selamat."

"Aku ikut senang mendengarnya. Ya sudah, aku mau melanjutkan pekerjaan rumahku lagi. Bye, ibu."

Telepon telah ditutup secara sepihak. Minghao senang sekali mendengar kabar bahwa orang tuanya baik-baik saja setelah kemarin gempa mengguncang kota Seoul dan sekitarnya. Bahkan, getarannya terasa hingga ke Pulau Jeju. Gempa berskala 6,4 skala richter itu beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, terdapat kerusakan-kerusakan kecil seperti tanah yang sedikit retak, atau lampu-lampu kota yang hampir terlepas dari kaitannya, dan juga ada beberapa batang pohon muda yang tumbang.

Sebenarnya, Minghao ingin sekali pergi kembali ke taman bunga itu. Rasanya ia ingin menangis jika mengingat kamera kesayangannya tertinggal di sana. Juga beberapa kertas foto yang berceceran dan mungkin saja itu semua sudah tertimbun tanah atau terinjak-injak oleh pengunjung taman.

Jangan katakan bahwa ia adalah seorang yang ceroboh, ataupun pembuang barang berharga. Bohong sekali jika saat terjadi gempa, kau tidak panik pada waktu yang bersamaan pula.

Begitu pun dengan Minghao. Karena getarannya yang cukup kuat dan sangat terasa, ia spontan melempar kameranya ke sembarang arah dan langsung berlari mencari tempat yang aman. Di satu sisi ia berlari, ia juga sedikit kebingungan mengapa tanahnya bisa bergetar secara tiba-tiba. Setelah ia sampai di tempat yang lebih aman, barulah ia menyadari bahwa getaran yang ia dan masyarakat kota Seoul lainnya rasakan adalah gempa tektonik yang tidak berpotensi tsunami.

"Hm, di mana kameraku? Rasanya aku ingin menangis seharian."

Yang dipermasalahkan adalah bukan seberapa jauh kamera tersebut telah berjasa karena memotret orang yang kau sayangi. Tetapi, seberapa mahalnya harga kamera tersebut yang bahkan Minghao saja harus menabung hampir 6 bulan untuk membeli kamera kekinian itu. Kamera polaroid instax mini berwarna kuning dan berstiker huruf Kanji berisi inisial namanya pemberian temannya dari Jepang.

"Bahkan, untuk menyelesaikan tugas Fisika saja mataku mendadak buta dan otakku terasa buntu."

Ia berharap agar esok malam bisa kembali menemukan kameranya di tempat yang sama. Tadinya, ia berniat mencarinya malam ini. Tetapi, kondisi taman bunga di sana belum terlalu efektif untuk dikunjungi. Taman bunga itu sedang dalam tahap sterilisasi supaya dapat dikunjungi kembali seperti sedia kala.

"Lebih baik aku tidur saja. Persetan dengan semua tugas ini!"

📷📷📷

"Jun-ah, aku ingin berbicara empat mata padamu hari ini."

Junhui menatap aneh lawan bicaranya. Kenapa ia tampak tidak bersahabat hari ini? Apakah efek gempa masih membekas dan menyangkut di pikirannya?

"Ada apa? Padahal aku ingin cepat-cepat pulang untuk menemui seseorang."

"Kau harus jujur, ini kameramu bukan?" Ia menunjukkan kamera polaroid yang ia pegang dan membuat dahi Junhui berkerut bingung.

Polaroid [Junhao]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang