part 7: Zona isyarat berbahaya

1.3K 82 4
                                    

Semakin bertambah nya waktu, fika semakin terbiasa dengan lingkungan sekolah nya yang mencekam. Itupun dia di temani oleh Clara, miss, dan fika juga mulai mengenal dua kaka kelas yang lebih tua satu angkatan dengannya yaitu maul dan indri yang sudah dia anggap layaknya kak agustin tapi ini versi kasat mata manusia :v dan satu kaka kelas lagi yang dua angkatan lebih tua dari fika yaitu Andri.

Setelah dua bulan terlewati, fika terbiasa dengan dunia sekolahnya karna dia tak sendiri,  dia memiliki teman teman yang bisa dia bagi cerita mengenai keganjalan dalam sekolahnya.
Tiba di suatu hari...
Salah satu teman fika yang duduk tepat di sebrang kanan bangku fika yaitu Zilla. Dia berteriak dari luar kelas saat istirahat. Dia berteriak pada temannya

"Tika, itu kak akbar!! Itu kak akbar!! Dia ngapain di sini? "
Tika yang bingung dan heran bertanya pada zilla
"Mana? Ga ada, di situ jalan kosong"

Zila pun merespon tika sambil mulai menangis

"Iya itu ada kak akbar!! Itu kak akbar!! Hiks hiks"

Saat itu juga zilla mulai tak terkendali. Mulai terdengar isak tangis yang begitu hebat serta hembusan nafas yang terhambat dan kemudia zilla mulai kehilangan kendali. Tika yang khawatir akhir nya langsung membawa zilla ke kelas dan memopongnya ke sebiuah matras (kebetulan waktu itu ada matras di kelas). Seluruh penghuni kelaspun bingung dan menanyakan bagaimana zilla bisa seperti ini tapi tika tidak merespon dan memanggil anggota pmr. Zilla semakin tak sadarkan diri, nafasnya pun sudah tak teratur.

Mendengar kegaduhan di kelas fika, fikapun bergegas ke kelas, berapa terkejutnya dia melihat seorang lelaki berbaju koko putih sedang berada dipojok kelas tengah melihat zilla dengan raut wajah yang muram. Fika pun menghampiri zilla, fika memegang kening zilla dan fika merasakan hawa panas dan bingung dalam otak zilla mengalir ke tubuh fika. Fika sempat hampir kehilangan kendali, melihat keadaan fika Clara bergegas membawa fika keluar kelas. Clara juga memanggil kak indri dan juga kak maul tapi kak maul langsung di kerahkan ke zilla karna kebetulan kak maul salah satu anggota pmr aktif di sekolah.
Clara bertanya dengan cemas...

"Kenapa fika? Tadi zilla kenapa?"

Dengan tenang dan mengumpulkan kesadaranku aku menjawab...

"Gapapa kok, tadi kayanya gua lagi laper aja jadi pusing dikit"
Indri yang tau kebohongan fika bertanya sekali lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri...

"Jangan bohong fika, kamu bener gapapa? "

"Gapapa teh"

jawab fika dengan tenang.

"Clara, coba lu tanya deh ke kelas tadi siapa yang ada pas sebelum zilla kaya gitu atau yang tau reka kejadiannya"

fika mencoba menyuruh Clara karna sejujurnya kaki fika sudah tak kuat untuk masuk ke kelas.
Clarapun masuk ke kelas dan 5 menit kemudia membawa tika keluar.

"Nih fika, yang lu cari"

Tika duduk di sebelahku, dan aku menghadap tika.

"Tika? Lu tau sebelumnya zilla kenapa? Ceritain siapa tau gua bisa bantu"

Tikapun bercerita dan ku tatap tika jujur

"Jadi gini loh fik, tadi itukan gua duduk sama zilla, pas nih di sini. Terus zilla ngeliat ke jalan situ trus dia bilang ada kak akbar di situ. Dan kak akbar itu adalah mantan zilla waktu kecil dan kak akbar itu udah meninggal, karna kak akbar ketabrak sama mobil pas mau ketemu sama zilla. Nah semenjak itu zilla ngerasa bersalah dan di setiap tanggal 28 dulu zilla dapet surat pas dia di pesantren dan gatau itu dari siapa"

Fika terkejut, dalam batinnya dia berpikir apa mungkin lelaki yang dia lihat di dalam adalah kak akbar mantan kekasih zilla? Iya pastilah siapa lagi.

"Oh jadi gitu, oke oke makasih ya tika"
Lalu aku mencoba masuk ke dalam kelasku.
Jujur aku sedikit gemetar karna aku melihat wajahnya yang hancur tapi aku paksakan untuk membantu temanku. Aku menghampirinya dan kak akbar menatapku mungkin dia tau aku bisa melihatnya.
Aku memegang kening zilla dan tanganku mencoba menghusir kak akbar lalu secara tiba tiba zilla pingsan dan seketika kak akbarpun hilang. Aku jatuh dudul lemas dan ku lihat kak akbar ada di pintu kelas lalu pergi. Aku merasa tenang setidaknya aku akan belajar dengan aman tanpa rasa mendebarkan.
#**#

Keesokan harinya...
Tepat waktu itu adalah hari kamis kliwon. Pada saat jam kosong aku melihat bahwa zilla menangis. Menurutku wajar karna aku melihat kak akbar ada di belakang zilla dan aku membiarkannya dan tetap tenang.
Tak lama kak akkbar memgang pundak zilla, kulihat zilla semakin hilang kendali. Zilla menangis, zilla menjerit kembali nafasnya lamban ya lebih tepatnya sesak nafasnya kembali kambuh. Aku melihat itu sungguh terkejut dan kak akbar melihatku dan tersenyum lebar padaku. Ya ampun wajahnya penuh darah kemudian tersenyum lebar padaku. Seketika itu Juga aku merasa ada yang masuk pada tubuhku.
Yang kurasakan adalah hitam lalu aku melihat ada kak akbar tapi wajahnya tak berdarah, dia menghampiriku dan berkata...

"Aku ingin zilla! Aku ingin dia menjengukku! Aku ingin dia menengokku" kemudian dia menangis dan bersimpuh didepanku...

"Gadis agustin, aku rindu dia. Beri tahu dia aku rindu dia, suruh dia menjengukku! "

ucapnya tersedu.

Awalnya aku ingin memanggil kak agustin untuk membantuku tapi itu hilang ketika alu melihat seorang lelaki menangis di depanku hanya karna wanita.
Kemudian aku menatap kak akbar

"Baiklah tapi izinkan aku untuk kembali ke ragaku, kalau kaka pakai raga aku aku ga bisa menyampaikan pesan kaka"

Kak akbar pun mengangguk.
Kemudian aku dapat alih tubuhku lagi.
Aku merasa wajahku basah dan aku melihat ada miss, kak indri, kak maul, clara dan tentunya teman sekelasku. Dan ku lihat zilla sudah baik baik saja.
Setelah sejam kejadian usai aku menghampiri zilla dan mengatakan sesuai pesan kak akbar. Aku lihat zilla menahan tangis lalu dia menatapku.

"Makasih ya fika, udah nyampein amanat dia. Aku belum pernah ke makan dia lagi karna jarak nya semakin jauh sama aku"

"Zilla seengganya kamu ga lupain kak akbar"

"Iya fika makasih yah"

Setelah hari itu berlalu ku kira kak akbar sudah tenang ternyata belum. Dia tiba ke miss dan meminta menguburkan potogan Mawar dan akhirnya aku dan kak Andri yang melakukannya. Selama ini kak Andri hanya tau kejadian itu secara lisan karna kebetulan clara adalah adik angkat kak Andri sebenarnya akupun adik angkat kak Andri hanya saja aku sedang malas bercerita padanya.

Hari selanjutnya, zilla membuat origami burung. Aku bingung tapi ku abaikan. Tapi akku mendengar bahwa itu untuk kak akbar, zilla ingin membuat 1000 origami kertas untuk kak akbar pada saat tanggal 28 nanti. Ya aku cuek saja, cukup tau dan aku tak ingin ikut campur.
Hari hari ku lewati dengan baik lalu tiba kembali  di hari kamis tepat tanggal 28. Entah sudah ada berapa origami burung tersebut tapi yang ku tahu sekitar 500,setengah dari target.
Pada saat jam menjelang pulang, kembali aku melihat kak akbar ada di belakang zilla. Aku diam karna aku tak mau terlihat heboh. Dan aku melihat kak akbar mengusap kepala zilla yang tengah membuat origami burung.
Kak akbarpun berkata sambil melihat zilla (hanya aku yang dengar)
"Tak ada lelaki yang baik baik saja ketika harus meninggalkan Cinta pertamanya untuk selamanya. Dan tak ada lelaki yang bahagia ketika melihat Cinta pertamanya melupakannya. Kamu yang pertama dan terakhir untukku, jangan pernah melupakan aku karna tak ada lelaki yang mencintaimu sebaik aku dan ayahmu."
( alm. M.Irvan. A. A)
Seketika itu kak akbar hilang. Dan aku sempat menahan tetesan air mataku lalu aku tersenyum saat kak akbar pergi.
***
Oke guys maaf yah baru up cerita hehe :v
Oh iya ini real kisah nyata hanya saja akku singkat yah...
Jangan lupa vote sama follow aku!! ❤❤

Teman Tak Kasat Mata~Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang